Logo
>

Pengendali Borong Besar, Harga AMRT Malah Tertahan, Ada Apa?

Akuisisi senyap 6,35 miliar saham mengubah struktur kepemilikan, sementara harga masih tertahan tekanan jual di area atas.

Ditulis oleh Yunila Wati
Pengendali Borong Besar, Harga AMRT Malah Tertahan, Ada Apa?
Saham AMRT masih berada di zona merah, meskipun pengendali borong saham hingga menguasai 50 persen kepemilikan. (Foto: dok Sumber Alfaria Trijaya)

KABARBURSA.COM – Pergerakan saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) mulai menyimpan cerita yang tidak sepenuhnya terlihat di permukaan. Di satu sisi, harga bergerak cenderung tertahan dan bahkan terkoreksi tipis ke level 1.455. 

Namun di sisi lain, terjadi akumulasi besar oleh pemegang saham pengendali yang justru mengubah struktur kepemilikan secara signifikan.

Pada perdagangan terakhir, Jumat, 27 Maret 2026, AMRT turun 0,34 persen ke level 1.455 dengan tekanan jual yang masih terasa, meskipun volume pembelian mulai muncul. Data transaksi menunjukkan nilai beli sebesar Rp36,5 miliar, sementara nilai jual mencapai Rp49,9 miliar.

Catatan transaksi tersebut mencerminkan dominasi distribusi dalam jangka pendek. Frekuensi transaksi yang mencapai 9.892 kali memang memperlihatkan aktivitas tinggi, namun arah pergerakannya masih tertahan oleh tekanan di sisi atas.

Struktur orderbook memperlihatkan ketidakseimbangan yang cukup jelas. Total bid tercatat sebesar 108.197 lot dengan frekuensi 1.648 kali, sementara offer berada di 55.048 lot dengan frekuensi 600 kali. 

Meski antrian beli terlihat lebih tebal, lapisan offer di rentang 1.455 hingga 1.495 menunjukkan adanya suplai yang masih aktif menahan kenaikan harga. Dalam kondisi ini, setiap upaya penguatan cenderung direspons dengan aksi jual di level resistensi terdekat.

Pengendali Borong Saham

Di balik pergerakan harga yang relatif terbatas tersebut, terjadi perubahan besar pada struktur kepemilikan saham. PT Sigmantara Alfindo tercatat menambah 6,35 miliar saham AMRT melalui transaksi yang melibatkan sejumlah sekuritas, termasuk CGS International Sekuritas Indonesia. 

Setelah transaksi tersebut, porsi kepemilikan Sigmantara meningkat dari 34,89 persen menjadi 50,19 persen, menandai penguatan kontrol sebagai pemegang saham pengendali.

Jika mengacu pada harga penutupan sekitar Rp1.615 pada saat transaksi berlangsung, nilai akumulasi tersebut diperkirakan mencapai Rp10,26 triliun. Transaksi ini dilakukan secara senyap tanpa eksposur besar ke pasar terbuka, sehingga tidak langsung tercermin dalam lonjakan harga. 

Namun secara struktural, perubahan kepemilikan ini memperlihatkan adanya konsolidasi kepemilikan dalam skala besar.

Pergerakan Saham Esok Hari

Perubahan tersebut menjadi faktor yang berdampingan dengan dinamika teknikal saham. Dalam pendekatan gelombang, posisi AMRT saat ini berada pada bagian dari wave [v] dari wave 5 dari wave (C), yang secara struktur menempatkan harga dalam fase akhir dari satu siklus kenaikan. 

Kondisi ini membuat saham masih berada dalam risiko koreksi lanjutan, terutama ketika tekanan jual masih mendominasi di area atas.

Untuk pergerakan pekan depan, MNC Sekuritas melihat area 1.470 hingga 1.520 menjadi zona yang akan diuji sebagai area sell on strength. Selama harga bergerak di bawah rentang tersebut, tekanan jual masih berpotensi berlanjut dengan target uji di area 1.160 hingga 1.345. Level ini menjadi zona koreksi yang diperhatikan dalam struktur teknikal saat ini.

Dalam sepekan terakhir, pergerakan AMRT cenderung bergerak dalam pola tertahan dengan kecenderungan melemah secara bertahap. Setiap kenaikan relatif terbatas dan diikuti oleh distribusi, yang mencerminkan bahwa pelaku pasar masih melakukan penyesuaian posisi di tengah dinamika kepemilikan dan struktur teknikal yang terbentuk.

Kombinasi antara aksi akumulasi besar oleh pengendali dan tekanan teknikal jangka pendek menciptakan dinamika yang kontras. Di satu sisi, terdapat penguatan kontrol kepemilikan dalam skala besar, sementara di sisi lain harga masih bergerak dalam tekanan distribusi. 

Dalam kondisi ini, arah pergerakan AMRT akan sangat ditentukan oleh bagaimana pasar merespons keseimbangan antara dua kekuatan tersebut pada perdagangan pekan berikutnya.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79