KABARBURSA.COM - Pengendali PT Folago Global Nusantara Tbk (IRSX), PT Matra Tri Abadi, menambah porsi kepemilikan saham di tengah proses rights issue yang sedang disiapkan perseroan.
Aksi ini menyedot perhatian pasar karena dilakukan saat emiten tengah menghimpun dana segar melalui mekanisme Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD).
Dalam keterbukaan informasi, PT Matra Tri Abadi memborong sebanyak 129.673.000 lembar saham IRSX dengan harga Rp500 per saham.
"Nilai transaksi tersebut mencapai Rp64,38 miliar," tulis isi pengumuman itu dikutip Rabu, 11 Februari 2026.
Setelah transaksi, kepemilikan saham pengendali naik menjadi 56,98 persen dari sebelumnya 54,88 persen, memperkuat posisi kontrol terhadap arah kebijakan perseroan.
Langkah pengendali menambah kepemilikan di saat perusahaan tengah bersiap melaksanakan rights issue kerap dibaca pasar sebagai sinyal kepercayaan terhadap prospek bisnis ke depan.
Secara umum, aksi pembelian saham oleh pemegang saham pengendali mencerminkan keyakinan bahwa valuasi saat ini masih atraktif dibandingkan potensi nilai perusahaan di masa mendatang.
Dari sisi pergerakan harga, saham IRSX pada penutupan perdagangan Selasa, 10 Februari 2026, menguat 6,80 persen atau naik 35 poin ke level Rp550 per saham.
Sepanjang perdagangan, harga tertinggi sempat menyentuh Rp560 per saham. Adapun level terendah saham IRSX sepanjang 2026 tercatat di Rp422 per saham pada 3 Februari 2026. Kenaikan harga tersebut turut memperkuat sentimen positif pasar terhadap aksi akumulasi saham oleh pengendali.
Di sisi lain, Folago Global Nusantara tengah mempersiapkan rights issue dengan skala jumbo. Perseroan berencana menerbitkan sebanyak 12.390.094.754 saham baru dengan nilai nominal Rp15 per saham.
Jumlah tersebut merepresentasikan 66,67 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah PMHMETD. Setiap pemegang 1 saham lama yang tercatat dalam daftar pemegang saham pada 18 Februari 2026 pukul 16.00 WIB berhak atas 2 HMETD, di mana setiap 1 HMETD memberikan hak untuk membeli 1 saham baru dengan harga pelaksanaan Rp300 per saham.
Melalui aksi korporasi ini, perseroan menargetkan perolehan dana sekitar Rp3,717 triliun. Dana hasil rights issue diharapkan dapat memperkuat struktur permodalan sekaligus mendukung ekspansi dan strategi bisnis IRSX ke depan, seiring upaya perseroan meningkatkan skala usaha dan daya saing di tengah dinamika pasar.
Berdasarkan jadwal indikatif yang tercantum dalam prospektus, tanggal efektif PMHMETD ditetapkan pada 25 Februari 2026. Cum HMETD di pasar reguler dan negosiasi akan berlangsung pada 5 Maret 2026, dengan recording date pada 9 Maret 2026.
Periode perdagangan dan pelaksanaan HMETD dijadwalkan pada 11 hingga 17 Maret 2026, sementara penjatahan saham tambahan direncanakan pada 26 Maret 2026.(*)