Logo
>

Pengendali Lepas Saham BCIC di Rp310, Siapa yang Beli?

Aksi divestasi pengendali BCIC dibaca sebagai redistribusi strategis, bukan distribusi. Data broker menunjukkan akumulasi di harga bawah, sementara saham melonjak tajam dengan struktur yang mulai berubah.

Ditulis oleh Yunila Wati
Pengendali Lepas Saham BCIC di Rp310, Siapa yang Beli?
Ilustrasi pelayanan di Bank JTrust. Foto: Dok Perusahaan.

Poin Penting :

    KABARBURSA.COM – Pengendali PT Bank JTrust Indonesia Tbk, berkode emiten BCIC, yaitu J Trust Co., Ltd, melepas 878,37 juta saham di harga Rp310 per lembar. Dari hasik divestasi ini, pengendali berhasil mengumpulkan dana segar senilai Rp272,29 miliar.

    Namun, pelepasan tersebut tidak membawa perubahan apapun. J Trust tetap menjadi pengendali utama BCIC, dengan kepemilikan masih berada di level 67,38 persen. Menurut manajemen, aksi ini lebih untuk kepentingan penerimaan investasi dengan status kepemilikan langsung.

    Artinya, transaksi ini kemungkinan besar bukan sekadar penjualan ke pasar terbuka, melainkan bagian dari skema penataan kepemilikan. Ada kemungkinan kuat bahwa saham tersebut dialihkan ke pihak tertentu, bukan disebar secara acak ke publik. 

    Jika ini benar, maka hal tersebut bukan distribusi, melainkan redistribusi. Artinya, kepemilikan berpindah tangan, tetapi tetap dalam kerangka strategis.

    Dalam banyak kasus, langkah seperti ini dilakukan untuk beberapa tujuan: membuka ruang bagi mitra strategis, meningkatkan likuiditas saham, memperbaiki struktur free float, atau menyiapkan fase korporasi berikutnya. 

    Pertanyaannya, siapa saja yang membeli saham BCIC?

    Transaksi yang dilakukan pada 9 Januari 2026 ini dapat dilihat dari data broker summary-nya. Di hari itu, transaksi dominan adalah Stockbit Sekuritas (XL), dengan nilai beli bersih sekitar Rp360,9 juta dan volume 20,1 ribu lot, di harga rata-rata 181. 

    Ini adalah pembeli terbesar dalam periode ini. Posisi XL ini penting karena ia tidak hanya besar dari sisi nilai, tetapi juga konsisten dari sisi harga. Nampak indikasi bahwa pembelian dilakukan dengan niat membangun posisi, bukan sekadar masuk-keluar cepat.

    Di bawahnya ada Mirae Asset (YP) dengan nilai beli bersih sekitar Rp259,2 juta di volume 14,4 ribu lot, di harga rata-rata 180. Kemudian RHB Sekuritas (DR) dengan Rp165,3 juta, MG Rp150,3 juta, dan KK Rp103,1 juta. 

    Semua nama ini membeli di kisaran harga yang relatif sama, yakni di area 180–182. Ini menunjukkan bahwa fase pembelian terjadi saat harga BCIC masih berada di bawah level saat ini.

    Di lapisan berikutnya, masih terlihat pembelian dari Indo Premier (PD), Ajaib Sekuritas (XC), KB Valbury (CP), CHS International (YU), dan Yakin Bertumbuh (YB), meski dengan nilai yang lebih kecil. 

    Namun keberadaan mereka memperkuat gambaran bahwa permintaan tidak hanya datang dari satu pihak, melainkan cukup luas.

    Yang penting untuk dicatat: mayoritas pembelian ini terjadi di harga yang lebih rendah dari harga hari ini yang sudah berada di 218. Artinya, mereka yang masuk pada 180–182 saat ini sudah memegang floating profit yang cukup signifikan. 

    Untuk perdagangan hari ini, BCIC menutup sesi pertama di level 218. melonjak 17,20 persen dari penutupan sebelumnya di 186. Ini bukan kenaikan tipis, melainkan lonjakan agresif yang langsung mengubah struktur pergerakan jangka pendeknya. 

    Rentang pergerakan intraday juga lebar, dengan harga sempat menyentuh 242 sebagai level tertinggi dan turun hingga 189 sebagai titik terendah. Artinya, volatilitas tinggi, tetapi arah utamanya tetap ke atas. Ini adalah ciri saham yang sedang “diperebutkan”, bukan saham yang ditinggalkan.

    Dari sisi pembukaan, harga sudah dibuka di 208, lebih tinggi dari penutupan sebelumnya. Ini menandakan bahwa minat beli sudah muncul sejak awal sesi, bukan reaksi spontan di tengah hari. Ketika saham dibuka langsung lebih tinggi dan tidak diberi ruang untuk turun jauh, itu biasanya menunjukkan adanya pihak yang siap menampung supply sejak awal.(*)

    Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

    Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

    Gabung Sekarang

    Jurnalis

    Yunila Wati

    Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

    Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

    Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79