Logo
>

Penjualan MYOR Menyusut 4,67 Persen, Laba Melonjak Tajam

Margin melonjak saat penjualan tertekan, MYOR mengubah arah pertumbuhan dengan efisiensi biaya dan strategi harga yang mulai terlihat di awal 2026.

Ditulis oleh Yunila Wati
Penjualan MYOR Menyusut 4,67 Persen, Laba Melonjak Tajam
Laba bersih Mayora tercatat Rp945,58 miliar, namun penjualan bersih hanya Rp9,39 miliar. (Foto: dok MYOR)

KABARBURSA.COM – Kinerja keuangan PT Mayora Indah Tbk (MYOR) di kuartal pertama 2026, menarik diperhatikan. Penjualan tercatat menyusut, tetapi laba justru melonjak tajam. 

Dalam laporan kuartal I-2026, perusahaan mencatat laba bersih Rp945,58 miliar, naik 37,16 persen dibandingkan Rp689,43 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Di saat yang sama, penjualan bersih turun 4,67 persen menjadi Rp9,39 triliun dari Rp9,85 triliun. 

Kontraksi ini menunjukkan adanya tekanan pada sisi volume atau distribusi, namun tidak serta-merta menekan profitabilitas secara keseluruhan.

Perubahan arah kinerja mulai terlihat dari level margin. Laba kotor justru naik 15,28 persen menjadi Rp2,49 triliun dari Rp2,16 triliun, meskipun penjualan menurun. 

Dari sisi operasional, beban usaha relatif terkendali di kisaran Rp1,31 triliun, tidak mengalami kenaikan signifikan dibanding periode sebelumnya. Dengan struktur biaya yang lebih efisien, laba usaha melonjak 38,27 persen menjadi Rp1,17 triliun dari Rp846,19 miliar.

Kenaikan ini berlanjut hingga ke laba sebelum pajak yang tumbuh 34,62 persen menjadi Rp1,17 triliun dari Rp869,58 miliar. 

Perbaikan juga terlihat pada sisi neraca. Total liabilitas turun signifikan 27,36 persen menjadi Rp9,45 triliun dari Rp13,01 triliun pada akhir 2025. Sementara total aset turun 8,73 persen menjadi Rp28,63 triliun.

Kondisi ini membuat struktur permodalan menjadi lebih ringan dari sisi kewajiban, seiring dengan peningkatan laba yang tercatat. Dengan kombinasi margin yang membaik dan beban yang terkendali, kinerja MYOR pada awal tahun menunjukkan perubahan komposisi pertumbuhan dari berbasis volume menjadi berbasis profitabilitas.

Target Harga dan Dividen MYOR

Di pasar, proyeksi terhadap saham MYOR masih berada dalam rentang positif. Konsensus analis menempatkan target harga rata-rata di level Rp2.690 per saham, dengan kisaran estimasi antara Rp2.000 hingga Rp4.200. 

Dari sisi valuasi, MYOR diperdagangkan pada rasio price-to-earnings (P/E) sekitar 14,1 kali untuk proyeksi 2026. Level ini berada di bawah rata-rata historisnya, sehingga masih mencerminkan valuasi yang relatif lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya.

Untuk dividen, MYOR diproyeksikan membagikan sekitar Rp55 per saham. Dengan asumsi harga saat ini, dividend yield berada di kisaran 3,0 hingga 3,1 persen. Jadwal ex-dividend diperkirakan pada 19 Juni 2026 dengan pembayaran sekitar 10 Juli 2026.

Katalis Positif Mayora

Sejumlah faktor operasional menjadi pendorong kinerja sepanjang tahun ini. Perusahaan menargetkan laba bersih di kisaran Rp3,3 hingga Rp3,5 triliun, lebih tinggi dibandingkan realisasi 2025 sebesar Rp2,9 triliun. Target ini mencerminkan ekspektasi keberlanjutan margin yang sudah terbentuk sejak awal tahun.

Selain itu, faktor musiman juga menjadi bagian dari pergerakan permintaan. Momentum Lebaran 2026 yang datang lebih awal diperkirakan mendorong aktivitas distribusi dan penjualan lebih cepat dibandingkan pola normal tahunan.

Di sisi biaya, pergerakan harga bahan baku seperti kakao menjadi variabel penting yang memengaruhi margin. Penurunan harga bahan baku menjadi salah satu faktor yang tercermin dalam kenaikan laba kotor pada kuartal pertama.

Dukungan tambahan juga datang dari aksi korporasi. Program buyback saham dengan nilai maksimal Rp1 triliun yang dijadwalkan hingga 11 Juni 2026 menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi dinamika pergerakan harga saham di pasar.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79