KABARBURSA.COM - Pergerakan saham PT Samator Indo Gas Tbk (AGII) pada perdagangan Selasa, 25 November 2025, ditutup menguat 1,46 persen ke level 1.390. Namun di balik kenaikan tipis ini, ada dinamika transaksi yang jauh lebih kompleks dibandingkan pergerakan harga di layar.
Dari awal sesi, AGII dibuka di level 1.370 dan sempat menyentuh level terendah 1.355, sebelum buyer mendorong harga naik ke level tertinggi di 1.415. Rentang intraday yang cukup lebar ini muncul bersamaan dengan masuknya volume baru, terutama pada fase recovery di paruh kedua sesi.
Jika dilihat dari struktur orderbooknya, pada sesi penutupan kondisi berat ada di sisi offer, meskipun buyer tetap aktif menjaga di rentang 1.350–1.390. Total bid tercatat 12.733 lot, hampir dua kali lipat lebih tebal dibandingkan offer yang berada di 7.180 lot.
Meski demikian, ketebalan bid tersebut didominasi oleh lot kecil. Sementara pada sisi offer, area 1.400 ke atas terisi oleh lot besar dari pelaku yang tampaknya sengaja menjaga tekanan jual.
Pada level 1.390, bid terbesar berjumlah 909 lot, sementara pada 1.400 terdapat 1.400 lot di sisi offer. Struktur ini memperlihatkan bahwa area 1.400 masih menjadi dinding kuat, tempat pelaku pasar melepas saham dalam volume besar setiap kali harga mendekati level tersebut.
Asing Banyak Beli, Namun Belum Dominan
Gambaran distribusi jual juga terlihat jelas dari broker summary. Di sisi pembelian, Mandiri Sekuritas (CC) memimpin dengan nilai beli 460,4 miliar pada rata-rata 1.388. Diikuti Samuel Sekuritas Indonesia (IF) dengan 280,3 miliar dan Equity Sekuritas Indonesia (BS) dengan 279 miliar.
Namun, tekanan jual lebih besar berasal dari Indo Premier Sekuritas (PD) yang melepas 847,2 miliar dengan rata-rata 1.389. Begitu pula dengan Stockbit Sekuritas Digital (XL) yang menjual 330,6 miliar pada harga rata-rata 1.388.
Pola ini menunjukkan bahwa pembeli yang masuk cenderung menyerap barang dari distribusi broker institusi tertentu, bukan dari dominasi agresi ritel.
Aktivitas asing juga memperlihatkan perbedaan ritme. Investor asing membukukan net buy 604,81 miliar, dengan rincian foreign buy sebanyak 782,61 miliar dan foreign sell sebesar 177,80 miliar.
Rasio ini memberi gambaran bahwa minat beli asing cukup aktif, tetapi tidak disertai dengan dominasi volume. Karena, secara keseluruhan aktivitas domestik masih memegang lebih dari 80 persen total nilai transaksi harian.
Dari sisi historis, pergerakan AGII dalam sepekan terakhir menunjukkan volatilitas tinggi. Setelah merosot ke 1.265 pada 18 November, harga kembali membentuk recovery bertahap hingga kembali ke 1.390 hari ini.
Ada Pemulihan Bertahap, Namun Tertahan Offer Tebal
Pola kenaikan selama tiga hari terakhir memperlihatkan pemulihan bertahap, namun angka volatilitas mengindikasikan bahwa minat beli belum stabil dan tekanan distribusi masih muncul pada kenaikan harga.
Secara keseluruhan, pergerakan AGII hari ini menunjukkan bahwa buyer mulai kembali aktif, tetapi tekanan jual di zona 1.395–1.415 tetap tebal. Struktur ini membuat area 1.400 menjadi level krusial yang akan menentukan apakah momentum penguatan dapat berlanjut atau justru kembali menghadapi resistensi yang kuat.
Sementara itu, aktivitas asing yang positif memberi dukungan tambahan, meski belum cukup kuat untuk mengatasi dominasi distribusi domestik pada level-level offer atas.
Apabila aliran pembelian besar tetap terjaga dan dinding offer di 1.400–1.415 dapat ditembus, peluang kenaikan menuju 1.470 kembali terbuka. Namun apabila tekanan distribusi tetap tebal, harga berpotensi kembali tertahan di rentang 1.350–1.390 seperti beberapa sesi terakhir.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.