Logo
>

Permintaan Kopi Premium Melebar, FORE Masuk ke Pasar Baru

FORE menangkap perluasan permintaan kopi premium di luar kota besar dengan strategi ekspansi ke pasar baru dan penguatan basis pelanggan.

Ditulis oleh Syahrianto
Permintaan Kopi Premium Melebar, FORE Masuk ke Pasar Baru
FORE memperluas ekspansi seiring meningkatnya permintaan kopi premium. (Foto: Dok. Fore)

KABARBURSA.COM – PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) mulai menggeser fokus ekspansinya ke pasar yang lebih luas seiring meningkatnya permintaan kopi premium di luar kota besar. Perubahan arah ini terlihat dari strategi perusahaan yang mulai menyasar segmen konsumen baru di berbagai wilayah.

Direktur Utama FORE Vico Lomar mengatakan, pertumbuhan permintaan tidak lagi terkonsentrasi di kota utama. Perusahaan melihat adanya perluasan basis pelanggan yang membuka ruang ekspansi ke pasar yang sebelumnya belum menjadi prioritas.

“Fore Coffee terus memperluas basis pelanggannya dan memantapkan posisinya sebagai pilihan untuk menikmati kopi berkualitas premium dengan harga yang terjangkau,” ujar Vico dalam keterbukaan informasi, dikutip Rabu, 22 April 2026.

Sepanjang kuartal I-2026, perusahaan menambah lebih dari 20 gerai baru, dengan lebih dari 40 persen di antaranya berlokasi di kota tier 2 dan tier 3. Langkah ini mencerminkan adanya permintaan yang mulai bergeser ke wilayah di luar pusat konsumsi tradisional.

Manajemen menilai, pasar di kota-kota tersebut menunjukkan potensi pertumbuhan yang masih terbuka. Konsumen di wilayah ini mulai mengadopsi pola konsumsi baru, termasuk terhadap produk kopi dengan kualitas yang lebih tinggi.

Perubahan ini turut mendorong peningkatan skala jaringan perusahaan. Hingga akhir Maret 2026, jumlah gerai FORE mencapai 338 unit, naik 35 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Selain memperluas jangkauan, strategi ini juga diarahkan untuk memperkuat posisi produk di segmen premium affordable. Dengan pendekatan tersebut, perusahaan mencoba menjangkau konsumen yang mencari kualitas produk lebih tinggi tanpa lonjakan harga yang signifikan.

Di sisi lain, perusahaan juga mulai membangun ekosistem yang mendukung pertumbuhan permintaan tersebut. Hal ini terlihat dari penggunaan bahan baku lokal serta keterlibatan petani dan pelaku usaha kecil dalam rantai pasok produk.

“Komitmen terhadap ekosistem kopi lokal diwujudkan melalui penggunaan bahan baku dari petani dan UMKM,” tulis manajemen.

Penguatan permintaan juga direspons melalui pengembangan lini produk dan pengalaman pelanggan. Selain Fore Coffee, perusahaan mengembangkan Fore Donut sebagai pelengkap yang ditujukan untuk meningkatkan frekuensi kunjungan konsumen.

Dengan tren permintaan yang mulai melebar, perusahaan menempatkan ekspansi ke pasar baru sebagai salah satu pendorong utama pertumbuhan. Pendekatan ini diharapkan mampu menjaga momentum bisnis sekaligus memperluas basis pendapatan ke depan.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Syahrianto

Jurnalis ekonomi yang telah berkarier sejak 2019 dan memperoleh sertifikasi Wartawan Muda dari Dewan Pers pada 2021. Sejak 2024, mulai memfokuskan diri sebagai jurnalis pasar modal.

Saat ini, bertanggung jawab atas rubrik "Market Hari Ini" di Kabarbursa.com, menyajikan laporan terkini, analisis berbasis data, serta insight tentang pergerakan pasar saham di Indonesia.

Dengan lebih dari satu tahun secara khusus meliput dan menganalisis isu-isu pasar modal, secara konsisten menghasilkan tulisan premium (premium content) yang menawarkan perspektif kedua (second opinion) strategis bagi investor.

Sebagai seorang jurnalis yang berkomitmen pada akurasi, transparansi, dan kualitas informasi, saya terus mengedepankan standar tinggi dalam jurnalisme ekonomi dan pasar modal.