Logo
>

Potensi Cuan di Tengah Gejolak Pasar, Tiga Saham ini

Investor memasuki Juni 2026 diperkirakan akan beralih dari dampak rebalancing MSCI menuju kemampuan otoritas menjaga stabilitas rupiah dan memulihkan kepercayaan investor asing.

Ditulis oleh Desty Luthfiani
Potensi Cuan di Tengah Gejolak Pasar, Tiga Saham ini
Hall Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto: Dok KabarBursa.com

KABARBURSA.COM – PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) merekomendasikan sejumlah saham dan reksa dana yang dinilai menarik untuk dicermati investor pada perdagangan pekan ini. Di tengah perhatian pasar yang masih tertuju pada stabilitas nilai tukar rupiah, arus dana asing, dan arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat, IPOT melihat sejumlah peluang trading pada saham sektor konsumsi dan ritel yang memiliki potensi penguatan dalam jangka pendek.

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), David Kurniawan mengatakan perhatian investor memasuki Juni 2026 diperkirakan akan beralih dari dampak rebalancing MSCI menuju kemampuan otoritas menjaga stabilitas rupiah dan memulihkan kepercayaan investor asing.

Menurut David, stabilitas nilai tukar akan menjadi faktor paling krusial dalam menentukan arah pasar ke depan. Meskipun Bank Indonesia telah menaikkan suku bunga menjadi 5,25 persen untuk meredam tekanan eksternal, pasar masih akan mencermati apakah kebijakan tersebut cukup efektif untuk menahan volatilitas rupiah dan mengurangi tekanan arus keluar modal.

"Jika Rupiah mampu menunjukkan stabilisasi dalam beberapa pekan ke depan, sentimen pasar berpotensi membaik dan membuka ruang bagi kembalinya aliran dana asing ke pasar saham maupun obligasi domestik," ujar dia dalam risetnya Selasa, 2 Juni 2026.

Selain faktor domestik, tambah David, arah kebijakan moneter Amerika Serikat juga akan menjadi perhatian Utama pelaku pasar. Pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada pertengahan Juni berpotensi menjadi katalis terbesar bulan ini. Investor akan menunggu sinyal terbaru mengenai arah suku bunga dan prospek inflasi Amerika Serikat.

"Sikap The Fed yang masih cenderung hawkish berpotensi mempertahankan kekuatan dolar AS dan membatasi arus modal menuju pasar negara berkembang," ujar dia. 

 Sebaliknya, apabila terdapat indikasi bahwa tekanan inflasi mulai mereda dan peluang penurunan suku bunga semakin terbuka pada paruh kedua tahun ini, aset-aset berisiko termasuk pasar saham Indonesia dapat memperoleh sentimen positif.

Merespons dinamika pasar tersebut, IPOT merekomendasikan sejumlah saham dan reksa dana yang perlu dicermati di tengah dinamika tersebut.

Rekomendasi pertama adalah saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM). Saat ini saham GGRM berada di harga Rp17.000 dengan area entry pada level yang sama. IPOT memasang target harga di Rp18.525 atau berpotensi naik sekitar 8,97 persen, dengan batas cut loss atau stop loss di Rp16.275 atau sekitar minus 4,26 persen. Risk to Reward Ratio saham ini tercatat sebesar 1:2,1.

Menurut IPOT, dalam jangka pendek saham GGRM kembali bergerak di atas MA5 dan masih menunjukkan tren sideways secara umum. Meski demikian, saham produsen rokok tersebut dinilai memiliki potensi memasuki fase uptrend sehingga layak untuk dikoleksi oleh trader.

Selain GGRM, IPOT juga merekomendasikan saham PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI). Saham emiten ritel ini berada pada harga Rp1.495 dengan area entry di level yang sama. Target harga dipatok di Rp1.600 atau berpotensi menguat sekitar 7,02 persen, sementara stop loss berada di Rp1.450 atau sekitar minus 3,01 persen. Risk to Reward Ratio MAPI berada pada level 1:2,3.

IPOT menilai harga saham MAPI konsisten bergerak di atas MA5. Saham ini dinilai semakin menarik apabila mampu melakukan breakout dari area konsolidasi yang sedang terbentuk.

Rekomendasi berikutnya adalah saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP). Saat ini ICBP berada di harga Rp7.100 dengan area entry di level yang sama. Target harga yang dipasang berada di Rp7.525 atau memberikan potensi kenaikan sekitar 5,99 persen. Sementara itu, stop loss berada di Rp6.875 atau sekitar minus 3,17 persen. Risk to Reward Ratio saham ini tercatat sebesar 1:1,9.

Menurut IPOT, harga saham ICBP mulai menunjukkan fase bottoming di dekat area support. Selain itu, indikator MACD memperlihatkan adanya hidden bullish divergence sehingga saham ini dinilai layak untuk ditradingkan pada pekan ini.

Tak hanya saham, IPOT juga memberikan rekomendasi pada instrumen reksa dana saham berbasis exchange traded fund (ETF), yakni Reksa Dana Saham ETF Consumer Indonesia atau XIIC.

Saat ini Reksa Dana Saham Power Fund Series (PFS) dengan kode XIIC berada pada area yang menarik untuk mulai dicermati investor ritel. Produk investasi tersebut berfokus pada sektor consumer sehingga memberikan kesempatan bagi investor untuk memperoleh eksposur pada sejumlah emiten pilihan yang dekat dengan aktivitas konsumsi masyarakat.

Menurut IPOT, setelah melalui fase penyesuaian, XIIC memiliki peluang menuju potensi penguatan berikutnya seiring prospek pemulihan dan pertumbuhan sektor consumer. Kondisi tersebut dinilai dapat menjadi salah satu alternatif bagi investor yang ingin memperoleh eksposur terhadap sektor konsumsi tanpa harus memilih saham individual secara langsung.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Desty Luthfiani

Desty Luthfiani seorang jurnalis muda yang bergabung dengan KabarBursa.com sejak Desember 2024 lalu. Perempuan yang akrab dengan sapaan Desty ini sudah berkecimpung di dunia jurnalistik cukup lama. Dimulai sejak mengenyam pendidikan di salah satu Universitas negeri di Surakarta dengan fokus komunikasi jurnalistik. Perempuan asal Jawa Tengah dulu juga aktif dalam kegiatan organisasi teater kampus, radio kampus dan pers mahasiswa jurusan. Selain itu dia juga sempat mendirikan komunitas peduli budaya dengan konten-konten kebudayaan bernama "Mata Budaya". 

Karir jurnalisnya dimulai saat Desty menjalani magang pendidikan di Times Indonesia biro Yogyakarta pada 2019-2020. Kemudian dilanjutkan magang pendidikan lagi di media lokal Solopos pada 2020. Dilanjutkan bekerja di beberapa media maenstream yang terverifikasi dewan pers.

Ia pernah ditempatkan di desk hukum kriminal, ekonomi dan nasional politik. Sekarang fokus penulisan di KabarBursa.com mengulas informasi seputar ekonomi dan pasar modal.

Motivasi yang diilhami Desty yakni "do anything what i want artinya melakukan segala sesuatu yang disuka. Melakukan segala sesuatu semaksimal mungkin, berpegang teguh pada kebenaran dan menjadi bermanfaat untuk Republik".