KABARBURSA.COM - Presiden Komisaris PT Astra International Tbk (ASII), Prijono Sugiarto menambah kepemilikan sahamnya sepanjang akhir Februari hingga Maret 2026.
Merujuk keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), seluruh aksi tersebut merupakan pembeli dengan tujuan investasi. Transaksi dilakukan secara bertahap dengan beberapa harga berbeda.
Pembelian pertama tercatat pada 27 Februari 2026 dengan jumlah 451.000 saham di harga Rp6.651 per saham. Selanjutnya pada 2 Maret 2026, Prijono kembali membeli 380.000 saham dengan harga Rp6.358 per saham.
Aksi akumulasi saham berlanjut pada 4 Maret 2026 dengan pembelian 163.500 saham di harga Rp6.100 per saham. Dua hari kemudian, ia kembali menambah 164.000 saham dengan harga yang sama yaitu Rp6.100 per saham.
Pekan berikutnya, pembelian kembali dilakukan pada 9 Maret 2026 dengan jumlah 172.500 saham di harga Rp5.800 per saham. Transaksi terakhir dalam laporan tersebut terjadi pada 11 Maret 2026 ketika Prijono membeli 127.100 saham di harga Rp5.950 per saham.
Dengan transaksi tersebut, kepemilikan saham Prijono di Astra International meningkat dari 2.665.200 saham menjadi 4.123.300 saham. Itu artinya, kepemilikan sahamnya bertambah 1.458.100 saham dalam periode transaksi tersebut.
Kenaikan kepemilikan ini juga berdampak pada peningkatan porsi hak suara yang dimiliki. Sebelum transaksi, Prijono menguasai 0,0062 persen hak suara di Astra. Setelah pembelian, kepemilikannya meningkat menjadi 0,0102 persen.
Adapun pada perdagangan terakhir atau Jumat, 13 Maret 2026, saham ASII ditutup melemah sebesar 2,10 persen atau turun 125 poin ke level 5.825.
Secara year to date (ytd), pergerakan saham emiten otomotif ini memang tengah terkoreksi setelah melemah sebanyak 13,06 persen. Adapun selama sepekan, saham ini juga melemah 4,90 persen.
Sementara dalam satu bulan terakhir, ASII masih berkutat di zona merah dengan pelemahan 12,41 persen. Sedangkan tiga bulan terakhir, saham ini masih loyo 11,74 persen. (*)