Logo
>

Rekomendasi Saham Pekan ini: PGEO, ASII, DSSA hingga ETF XIHD di Tengah IHSG Sideways

Pergerakan pasar cenderung sideways dengan volatilitas tinggi, seiring belum kembalinya aliran dana asing secara konsisten dan kuatnya pengaruh sentimen geopolitik global

Ditulis oleh Desty Luthfiani
Rekomendasi Saham Pekan ini: PGEO, ASII, DSSA hingga ETF XIHD di Tengah IHSG Sideways
Hall Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto: Dok KabarBursa.com

KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih bergerak dalam rentang 7.308 hingga 7.773 sepanjang pekan 20–24 April 2026. Pergerakan pasar cenderung sideways dengan volatilitas tinggi, seiring belum kembalinya aliran dana asing secara konsisten dan kuatnya pengaruh sentimen geopolitik global.

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) Imam Gunadi menyebutkan kondisi pasar saat ini masih berada dalam fase konsolidasi. “Jadi secara keseluruhan, pergerakan IHSG kemungkinan masih akan berada dalam range tersebut, dengan market yang cenderung reaktif terhadap perkembangan eksternal,” ujarnya dalam keterangan tertulis pada Senin, 20 April 2026.

Secara teknikal, level 7.773 menjadi resistance krusial yang perlu ditembus untuk membuka peluang kenaikan lanjutan. Sebaliknya, support di 7.308 menjadi area penopang jika terjadi tekanan, terutama apabila sentimen global kembali memburuk. Ketidakpastian ini salah satunya dipicu oleh konflik di Timur Tengah yang berdampak pada harga energi dan persepsi risiko investor global.

Merespons kondisi tersebut, PT Indo Premier Sekuritas memberikan sejumlah rekomendasi trading saham untuk memanfaatkan peluang di tengah pasar yang fluktuatif.

Saham pertama adalah PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) dari sektor energi terbarukan. Saham ini direkomendasikan buy pada area entry 1035 hingga 1045, dengan target price di kisaran 1105 hingga 1115 dan stop loss di bawah 1000. PGEO dinilai menarik karena menawarkan eksposur ke energi dengan profil lebih defensif. Di tengah volatilitas harga energi fosil akibat faktor geopolitik, energi terbarukan menjadi alternatif yang lebih stabil, ditambah adanya tren transisi energi jangka panjang yang menjadi katalis pertumbuhan.

Rekomendasi berikutnya adalah PT Astra International Tbk (ASII) dari sektor konglomerasi dengan diversifikasi bisnis otomotif, alat berat, dan komoditas. Saham ini direkomendasikan buy pada entry 6350 hingga 6400, dengan target price di 6600 dan 6775 serta stop loss di bawah 6175. ASII dinilai sebagai proxy domestik yang solid karena memiliki keseimbangan antara pasar domestik dan global. Kinerja juga berpotensi terdorong jika harga komoditas tetap tinggi.

Selanjutnya, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dari sektor energi juga masuk dalam daftar rekomendasi. Saham ini direkomendasikan buy pada entry 3240 hingga 3260, dengan target price di 3450 dan stop loss di bawah 3150. DSSA dianggap menarik karena memiliki eksposur ke batubara yang masih diuntungkan oleh harga energi yang tinggi akibat ketidakpastian pasokan global. Model bisnis yang terintegrasi juga memberikan perlindungan terhadap volatilitas jangka pendek.

Selain saham, IPOT juga merekomendasikan instrumen reksa dana berbasis ETF, yakni Premier ETF IDX High Dividend 20 dengan kode XIHD. Produk ini direkomendasikan buy di level 654, dengan target price 672 dan stop loss di bawah 645. ETF ini memberikan eksposur ke saham-saham dengan dividen tinggi dan konsisten, sehingga cocok sebagai strategi mendapatkan pendapatan di tengah pasar yang belum memiliki arah yang jelas. Selain itu, diversifikasi dalam ETF membuat risiko relatif lebih terjaga dibandingkan investasi pada satu saham saja.

Saham energi dan emiten dengan fundamental kuat serta instrumen berbasis dividen dinilai memiliki daya tahan lebih baik dalam menghadapi volatilitas jangka pendek.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Desty Luthfiani

Desty Luthfiani seorang jurnalis muda yang bergabung dengan KabarBursa.com sejak Desember 2024 lalu. Perempuan yang akrab dengan sapaan Desty ini sudah berkecimpung di dunia jurnalistik cukup lama. Dimulai sejak mengenyam pendidikan di salah satu Universitas negeri di Surakarta dengan fokus komunikasi jurnalistik. Perempuan asal Jawa Tengah dulu juga aktif dalam kegiatan organisasi teater kampus, radio kampus dan pers mahasiswa jurusan. Selain itu dia juga sempat mendirikan komunitas peduli budaya dengan konten-konten kebudayaan bernama "Mata Budaya". 

Karir jurnalisnya dimulai saat Desty menjalani magang pendidikan di Times Indonesia biro Yogyakarta pada 2019-2020. Kemudian dilanjutkan magang pendidikan lagi di media lokal Solopos pada 2020. Dilanjutkan bekerja di beberapa media maenstream yang terverifikasi dewan pers.

Ia pernah ditempatkan di desk hukum kriminal, ekonomi dan nasional politik. Sekarang fokus penulisan di KabarBursa.com mengulas informasi seputar ekonomi dan pasar modal.

Motivasi yang diilhami Desty yakni "do anything what i want artinya melakukan segala sesuatu yang disuka. Melakukan segala sesuatu semaksimal mungkin, berpegang teguh pada kebenaran dan menjadi bermanfaat untuk Republik".