KABARBURSA.COM – Pergerakan saham PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI) sepanjang 2025 tergolong ekstrem. Sepanjang tahun ini, HUMI mencatat reli yang sangat agresif. Berdasarkan data price performance, saham ini naik dari kisaran Rp50 di awal tahun ke area Rp270–276, yang berarti mencatatkan kenaikan sekitar 440 persen secara year to date.
Dalam horizon enam bulan, kenaikannya bahkan mencapai sekitar 400 persen, sementara dalam tiga bulan terakhir tercatat melonjak lebih dari 94 persen. Lonjakan ini tidak bersifat sporadis, melainkan dibangun oleh fase akumulasi panjang sejak pertengahan tahun.
Pada perdagangan Selasa, 30 Desember 2025, HUMI naik 15,52 persen ke level 268, dengan nilai transaksi Rp573,8 miliar dan volume 22,67 juta lot. Struktur orderbook menunjukkan antrean bid yang sangat tebal dan berlapis di berbagai level harga, dengan total bid lot melampaui offer.
Frekuensi transaksi yang tinggi, mencapai lebih dari 8.500 kali, mengindikasikan partisipasi luas dan bukan sekadar satu transaksi besar. Pola ini mencerminkan minat beli yang agresif dan berkelanjutan, meski harga sudah naik signifikan secara historis.
Kinerja Keuangan Stagnan Cenderung Melemah
Namun, reli harga ini perlu diuji dengan kinerja fundamental. Dari laporan keuangan, kinerja HUMI sepanjang 2025 cenderung stagnan hingga melemah secara bertahap. Pada kuartal III-2025, pendapatan tercatat Rp520 miliar, turun dibandingkan kuartal sebelumnya Rp524 miliar dan lebih rendah dari Q1-2025 yang mencapai Rp539 miliar.
Secara tahunan, pendapatan juga belum menunjukkan pertumbuhan yang konsisten. Laba usaha masih relatif terjaga di kisaran Rp84 miliar, tetapi laba sebelum pajak turun signifikan menjadi Rp34 miliar dari Rp57 miliar di Q1-2025 dan Rp70 miliar di Q4-2024.
Laba bersih tahun berjalan pada Q3-2025 tercatat Rp34 miliar, turun cukup dalam dibandingkan puncaknya di Q4-2024 sebesar Rp68 miliar dan Q1-2025 sebesar Rp56 miliar. Ini menandakan bahwa secara operasional, HUMI belum memasuki fase ekspansi laba, melainkan lebih berada pada fase penyesuaian margin.
Tekanan juga terlihat pada rasio profitabilitas, di mana ROE kuartalan turun menjadi 1,43 persen dan ROA berada di level 0,70 persen, relatif rendah untuk menopang valuasi yang telah melonjak tajam.
Valuasi menjadi titik krusial. Dengan EPS kuartalan 2,45 dan PER kuartalan melonjak ke 54,29 kali, saham HUMI saat ini diperdagangkan jauh di atas rata-rata historisnya. Kenaikan PER ini bukan didorong lonjakan laba, melainkan kenaikan harga yang sangat cepat.
Interest coverage ratio berada di kisaran 2,27 kali, cukup untuk menopang kewajiban bunga, tetapi tidak memberikan ruang aman yang besar jika tekanan biaya meningkat.
Kondisi ini membuat reli HUMI sepanjang 2025 lebih tepat dibaca sebagai re-rating berbasis ekspektasi, bukan refleksi langsung dari lonjakan kinerja keuangan. Pasar tampak mendiskontokan cerita pertumbuhan ke depan, terutama terkait sektor maritim, energi, dan logistik laut, di mana HUMI beroperasi.
Lonjakan volume dan harga mengindikasikan adanya akumulasi spekulatif dan positioning menjelang potensi katalis tertentu.
RUPS Isyaratkan Dividen?
Rencana Rapat Umum Pemegang Saham PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI) yang dijadwalkan berlangsung pada 14 Januari 2026 menarik perhatian pasar karena berdekatan dengan reli harga saham yang sangat kuat sepanjang 2025. Tapi, apakah mengisyaratkan pembagian dividen?
Jika ditarik dari rekam jejak historis, HUMI tergolong sebagai emiten yang konsisten membagikan dividen dalam dua tahun terakhir, meskipun nilainya relatif kecil. Pada tahun buku 2023, perseroan membagikan dividen tunai sebesar Rp1 per saham dengan ex-date pada 27 Juni 2024 dan pembayaran pada 15 Juli 2024.
Pola yang sama kembali terulang pada tahun buku 2024, di mana HUMI menetapkan dividen Rp1 per saham dengan ex-date 2 Juni 2025 dan pembayaran pada 20 Juni 2025. Konsistensi ini penting karena menunjukkan adanya komitmen manajemen untuk tetap memberikan imbal hasil kepada pemegang saham, meski laba perseroan tidak tumbuh agresif.
Namun, jika dilihat lebih dalam, dividen HUMI lebih bersifat simbolik daripada kontributif secara yield. Dengan dividend payout ratio sekitar 11,37 persen dan dividend yield hanya sekitar 0,37 persen, dividen ini jelas bukan daya tarik utama saham HUMI.
Kebijakan tersebut lebih mencerminkan upaya menjaga reputasi sebagai emiten yang membagi dividen, sambil tetap mempertahankan sebagian besar laba untuk kebutuhan operasional dan penguatan struktur keuangan.
Meski demikian, RUPS ini tetap berpotensi memberi isyarat kebijakan dividen, baik melalui penegasan kelanjutan pola dividen rutin maupun sinyal kehati-hatian manajemen. Jika HUMI kembali mempertahankan skema dividen kecil namun konsisten, pasar kemungkinan tidak akan bereaksi berlebihan karena pola tersebut sudah terdiskonto sebelumnya.
Sebaliknya, jika manajemen memilih menahan laba sepenuhnya dengan alasan ekspansi atau penguatan modal, keputusan itu juga masih sejalan dengan profil bisnis HUMI yang padat modal dan memiliki kebutuhan belanja aset yang berkelanjutan.
Dengan demikian, RUPS HUMI pada Januari 2026 lebih tepat dibaca sebagai ajang klarifikasi arah kebijakan perseroan ketimbang momentum lonjakan dividen. Sejarah menunjukkan bahwa HUMI memiliki kebiasaan membagikan dividen dalam nominal kecil dan stabil.
Selama tidak ada lonjakan laba yang signifikan atau perubahan strategi yang besar, ekspektasi dividen ke depan kemungkinan tetap berada pada pola konservatif yang sama, bukan pada peningkatan agresif yang mampu mengubah profil imbal hasil saham ini.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.