KABARBURSA.COM - Bursa saham Wall Street melaju kencang pada perdagangan, kemarin. Akselerasinya tak tanggung-tanggung. Indeks S&P 500 menembus rekor tertinggi sepanjang masa dan berlabuh di atas ambang psikologis 7.200—sebuah capaian yang selama ini menjadi batas imajiner pelaku pasar.
Mengutip laporan CNBC internasional, reli ini ditopang gelombang akumulasi pada saham-saham unggulan. Sentimen positif dari kinerja emiten besar berpadu dengan meredanya tensi geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran, menciptakan atmosfer yang kondusif bagi penguatan pasar.
S&P 500 menguat 1,02 persen ke posisi 7.209,01. Sebuah rekor baru. Nasdaq Composite ikut mencatatkan penutupan tertinggi dengan kenaikan 0,89 persen ke level 24.892,31. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average melesat 790,33 poin atau 1,62 persen menjadi 49.652,14—lonjakan yang mencerminkan optimisme luas di lantai bursa.
Motor penggerak utama datang dari saham-saham berkapitalisasi besar, terutama di sektor industri dan teknologi. Caterpillar menjadi sorotan. Sahamnya melonjak hampir 10 persen setelah membukukan kinerja kuartalan melampaui ekspektasi. Tidak hanya itu, perusahaan alat berat yang kerap dijadikan indikator denyut ekonomi global ini juga merevisi naik proyeksi pendapatan tahunan—memberikan dorongan psikologis yang kuat bagi pasar.
Dari lini teknologi, Alphabet tampil impresif. Saham induk Google itu menguat sekitar 10 persen setelah mencatatkan pendapatan kuartal pertama di atas proyeksi analis. Perusahaan juga mengerek belanja modal tahun 2026 hingga mencapai US$190 miliar, mempertegas agresivitas ekspansi di tengah persaingan teknologi yang semakin intens.
Namun, tidak semua raksasa teknologi bernasib serupa. Meta Platforms justru terperosok 8,6 persen, sementara Microsoft terkoreksi 3,9 persen. Tekanan ini dipicu kekhawatiran investor terhadap lonjakan belanja modal yang dinilai berpotensi menekan margin, serta prospek pertumbuhan pengguna yang dianggap belum memuaskan.
“Tidak ada kejutan besar dari laporan ‘Magnificent Seven’ yang cukup kuat untuk mengubah arah pandangan pasar,” ujar Chief Investment Officer Facet, Tom Graff.
Ia menambahkan, pasar kini tengah mencermati satu pertanyaan krusial: apakah investasi besar-besaran di sektor kecerdasan buatan akan menghasilkan profitabilitas ala perusahaan perangkat lunak, atau justru menggerus valuasi dalam jangka panjang.
Terlepas dari tekanan di beberapa saham teknologi, sektor ini tetap menjadi lokomotif utama sepanjang April. Kinerjanya dominan. Konsisten.
Secara bulanan, S&P 500 melonjak 10,4 persen—kinerja terbaik sejak November 2020. Nasdaq bahkan mencatat reli lebih agresif, melesat 15,3 persen, tertinggi sejak April 2020. Sementara itu, Dow Jones menguat 7,1 persen, menjadi performa paling solid sejak November 2024.
Wall Street, untuk saat ini, masih berada dalam fase ekspansi. Namun seperti biasa, di balik euforia, selalu terselip pertanyaan tentang seberapa lama momentum ini dapat bertahan.(*)