Logo
>

Rupiah Ditutup Menguat ke Rp16.865, Pasar Cermati Sinyal Pemangkasan Suku Bunga AS

Pelemahan dolar AS usai data inflasi di bawah ekspektasi menopang rupiah, meski risiko geopolitik global masih membayangi pasar.

Ditulis oleh Moh. Alpin Pulungan
Rupiah Ditutup Menguat ke Rp16.865, Pasar Cermati Sinyal Pemangkasan Suku Bunga AS
Rupiah ditutup menguat ke Rp16.865 per dolar AS seiring melemahnya dolar dan ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed.

Poin Penting :

    KABARBURSA.COM — Nilai tukar rupiah mengakhiri perdagangan Rabu, 14 Januari 2026, di zona penguatan, seiring pelemahan indeks dolar Amerika Serikat dan meningkatnya spekulasi pemangkasan suku bunga The Federal Reserve. Rupiah ditutup menguat 12 poin ke level Rp16.865 per dolar AS, dari posisi sebelumnya di Rp16.877, setelah sempat menguat hingga 20 poin pada perdagangan intraday.

    Direktur PT Traze Andalan Futures sekaligus pengamat ekonomi dan mata uang, Ibrahim Assuaibi, mengatakan penguatan rupiah didorong oleh data inflasi Amerika Serikat yang berada di bawah ekspektasi pasar. Data indeks harga konsumen AS yang dirilis Selasa kemarin memperlihatkan inflasi inti hanya naik 0,2 persen pada Desember dan 2,6 persen secara tahunan.

    Kondisi tersebut memperkuat spekulasi pasar terkait arah kebijakan moneter bank sentral AS. Ibrahim menyebut pasar kini memperkirakan ruang pelonggaran moneter semakin terbuka.

    “Pasar sekarang memperkirakan sekitar dua kali penurunan suku bunga pada tahun 2026,” ujar Ibrahim dalam keterangan tertulis.

    Namun, sentimen positif dari pelemahan dolar AS masih dibayangi ketidakpastian geopolitik global. Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran dilanda gelombang protes anti-pemerintah yang dilaporkan menewaskan sekitar 2.000 orang. Situasi ini memicu kekhawatiran meluasnya instabilitas kawasan.

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump merespons kondisi tersebut dengan pernyataan keras. Ia memperingatkan kemungkinan tindakan militer sekaligus mengancam akan mengenakan tarif tambahan terhadap negara-negara yang masih berbisnis dengan Iran.

    Trump bahkan secara terbuka mendorong tekanan terhadap kepemimpinan Iran. Dalam unggahan media sosialnya, ia menyebut para pengunjuk rasa harus “mengambil alih institusi Anda” dan menambahkan bahwa “bantuan sedang dalam perjalanan”.

    Di sisi lain, pasar global juga dihadapkan pada kekhawatiran terkait independensi bank sentral AS. Pemerintahan Trump membuka penyelidikan kriminal yang melibatkan Ketua Federal Reserve Jerome Powell. Meski perkembangan ini sempat mengguncang pasar, sejumlah pimpinan bank sentral dan eksekutif bank besar secara terbuka menyatakan dukungan terhadap Powell dan menekankan pentingnya menjaga otonomi The Fed di tengah tekanan politik.

    Dari dalam negeri, sentimen terhadap rupiah relatif terbantu oleh optimisme pemerintah terhadap prospek ekonomi Indonesia. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4 persen pada 2026, bahkan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis angka tersebut bisa menembus 6 persen.

    Menurut Purbaya, target tersebut dinilai realistis karena pemerintah telah menyiapkan sejumlah strategi, salah satunya percepatan belanja anggaran di awal tahun agar dorongan fiskal lebih cepat terasa ke perekonomian.

    Meski demikian, sebagian ekonom menilai defisit fiskal berpotensi melebar di atas target pemerintah. Untuk proyeksi yang lebih realistis, defisit diperkirakan berada di kisaran 2,8 hingga 3,0 persen terhadap produk domestik bruto, seiring potensi perlambatan pertumbuhan pendapatan negara dan berlanjutnya reformasi belanja.

    Menutup pergerakan hari ini, Ibrahim mencatat rupiah memang berhasil menguat, tetapi tekanan belum sepenuhnya hilang. Ia menilai pergerakan rupiah ke depan masih akan fluktuatif mengikuti dinamika global.

    “Pada perdagangan sore ini, mata uang rupiah ditutup menguat 12 poin sebelumnya sempat menguat 20 poin di level Rp16.865 dari penutupan sebelumnya di level Rp16.877,” kata Ibrahim.

    Untuk perdagangan Kamis, 15 Januari 2026, ia memperkirakan rupiah masih bergerak terbatas dengan kecenderungan melemah. “Untuk perdagangan besok, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp16.860 sampai Rp16.890,” ujarnya.

    Dengan kombinasi sentimen global dan domestik tersebut, pasar masih akan mencermati arah kebijakan moneter AS, dinamika geopolitik, serta konsistensi kebijakan fiskal pemerintah dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.(*)

    Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

    Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

    Gabung Sekarang

    Jurnalis

    Moh. Alpin Pulungan

    Asisten Redaktur KabarBursa.com. Jurnalis yang telah berkecimpung di dunia media sejak 2020. Pengalamannya mencakup peliputan isu-isu politik di DPR RI, dinamika hukum dan kriminal di Polda Metro Jaya, hingga kebijakan ekonomi di berbagai instansi pemerintah. Pernah bekerja di sejumlah media nasional dan turut terlibat dalam liputan khusus Ada TNI di Program Makan Bergizi Gratis Prabowo Subianto di Desk Ekonomi Majalah Tempo.

    Lulusan Sarjana Hukum Universitas Pamulang. Memiliki minat mendalam pada isu Energi Baru Terbarukan dan aktif dalam diskusi komunitas saham Mikirduit. Selain itu, ia juga merupakan alumni Jurnalisme Sastrawi Yayasan Pantau (2022).