Logo
>

Saham ARKO Melesat 40 Persen dalam Sebulan, Valuasi Tembus Level Tinggi

Bersamaan dengan naiknya harga itu, data menunjukkan rasio valuasi ARKO berada pada level tinggi

Ditulis oleh Hutama Prayoga
Saham ARKO Melesat 40 Persen dalam Sebulan, Valuasi Tembus Level Tinggi
Harga saham ARKO naik signifikan dalam sebulan terakhir. (Foto: Dok. Arkora Hydro)

KABARBURSA.COM - Saham PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) mencatat lonjakan harga dalam sebulan terakhir. Peningkatan harga ini membuat valuasi saham ARKO sudah mencapai level tinggi.

Mengutip data perdagangan Stockbit, harga saham ARKO dalam sebulan periode 20 Maret hingga 20 April 2026 sudah melonjak  hingga 40 persen.

Bersamaan dengan naiknya harga itu, data menunjukkan rasio valuasi ARKO berada pada level tinggi. Price to Earnings Ratio (PER) tercatat 413,59 kali, Price to Book Value (PBV) 51,31 kali, serta EV/EBITDA mencapai 750 kali, sementara Price to Sales berada di level 76,98 kali.

Rasio tersebut cukup menggambarkan perbandingan timpang tindih antara harga saham dengan kinerja keuangan yang dihasilkan perusahaan. Berdasarkan angka itu, harga saham dianggap jauh lebih tinggi dibandingkan laba, ekuitas, dan pendapatan yang tercatat saat ini.

Pada aspek profitabilitas, Return on Equity (ROE) tercatat 12,41 persen dan Return on Assets (ROA) 3,77 persen. Margin laba bersih berada di level 16,92 persen, sedangkan margin operasional tercatat -34,38 persen.

Sementara dari segi likuiditas, current ratio dan quick ratio ARKO masing-masing berada di level 0,66 kali.

Di sisi lain, merujuk laporan keuangan yang dipublikasikkan, ARKO mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan sepanjang 2025 dengan pendapatan sebesar Rp343,32 miliar, meningkat dibandingkan Rp238,91 miliar pada 2024.

Laba bersih emiten energi terbarukan ini juga mengalami kenaikan menjadi Rp63,89 miliar pada 2025, dari Rp41,80 miliar pada tahun sebelumnya.

Pendapatan pada tahun ini diikuti dengan kenaikan laba sebelum pajak menjadi Rp59,96 miliar dari Rp21,12 miliar pada 2024.

Secara operasional, beban pokok penjualan dan pendapatan tercatat Rp253,60 miliar, naik dari Rp180,34 miliar pada tahun sebelumnya. Angka ini membuat laba bruto ARKO sebesar  Rp89,71 miliar, meningkat dari Rp58,57 miliar.


Dari sisi neraca, ARKO memiliki total aset mencapai Rp1,69 triliun per akhir 2025. Angka ini naik dibanding tahun sebelumnya yang sebesar Rp1,31 triliun.

Kenaikan tersebut ditopang oleh pertumbuhan aset tidak lancar sebesar Rp1,41 triliun dan aset lancar sebanyak Rp281,58 miliar. Adapun kotribusi terbesar berasal dari kas dan setara kas Rp99,32 miliar.

Dari sisi liabilitas, ARKO memiliki total kewajiban sebesar Rp1,18 triliun, atau naik dari Rp867,72 miliar pada tahun 2024. Sementara itu total ekuitas juga meningkat menjadi  Rp516,20 miliar dari Rp451,62 miliar. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Hutama Prayoga

Hutama Prayoga telah meniti karier di dunia jurnalistik sejak 2019. Pada 2024, pria yang akrab disapa Yoga ini mulai fokus di desk ekonomi dan kini bertanggung jawab dalam peliputan berita seputar pasar modal.

Sebagai jurnalis, Yoga berkomitmen untuk menyajikan berita akurat, berimbang, dan berbasis data yang dihimpun dengan cermat. Prinsip jurnalistik yang dipegang memastikan bahwa setiap informasi yang disajikan tidak hanya faktual tetapi juga relevan bagi pembaca.