KABARBURSA.COM – PT Astra International Tbk (ASII) kemarin menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Rabu, 19 November 2025. Rapat itu menetapkan perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi. Perombakan manajemen ini terjadi di tengah pergerakan saham ASII yang cenderung melemah sepanjang sepekan terakhir.
Berdasarkan data perdagangan, saham ASII berada di level 6.400 atau turun 50 poin setara 0.78 persen dalam satu minggu terakhir. Sepanjang sesi, harga bergerak dalam rentang 6.360 hingga 6.510, menunjukkan tekanan jual yang masih terasa di tengah sentimen pasar yang berhati-hati. Emiten ini juga tercatat memiliki agenda aksi korporasi, sehingga investor terus mencermati arah kebijakan perusahaan setelah RUPSLB.
Di dalam rapat, pemegang saham menyetujui pengunduran diri John Raymond Witt dan Hsu Hai Yeh dari posisi Komisaris, serta Chiew Sin Cheok dari jajaran Direksi. RUPSLB juga mengesahkan pengangkatan tiga nama baru: Lincoln Lin Feng Pan sebagai Komisaris, Lee Liang Whye sebagai Komisaris Independen, dan Hsu Hai Yeh yang kembali bergabung sebagai Direktur. Seluruh keputusan berlaku efektif sejak Rapat ditutup.
Presiden Direktur Astra, Djony Bunarto Tjondro, menegaskan bahwa penyegaran manajemen ini merupakan langkah penting perusahaan. “Rotasi ini adalah bagian dari strategi agar Astra tetap adaptif menghadapi perubahan industri,” ujarnya dalam keterangan resmi dikutip Kamis, 20 November 2025. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada anggota manajemen yang telah mengakhiri masa tugasnya. “Kontribusi mereka telah memberi nilai besar dalam perjalanan Astra,” kata Djony.
Dengan perubahan tersebut, susunan Dewan Komisaris kini terdiri atas Prijono Sugiarto sebagai Presiden Komisaris, disusul Sri Indrastuti Hadiputranto, Apinont Suchewaboripont, Muliaman Darmansyah Hadad, Anthony John Liddell Nightingale, Benjamin William Keswick, Stephen Patrick Gore, Benjamin Herrenden Birks, serta dua wajah baru, Lincoln Lin Feng Pan dan Komisaris Independen Lee Liang Whye.
Direksi dipimpin Presiden Direktur Djony Bunarto Tjondro bersama Wakil Presiden Direktur Rudy, serta jajaran yang terdiri dari Gidion Hasan, Henry Tanoto, Santosa, Gita Tiffani Boer, FXL Kesuma, Hamdani Dzulkarnaen Salim, Thomas Junaidi Alim. W, dan Hsu Hai Yeh.
Djony menegaskan bahwa fokus perusahaan tetap pada penguatan bisnis inti dan strategi jangka panjang.
Pergerakan saham ASII di tengah perombakan manajemen ini menjadi perhatian pelaku pasar. Mayoritas sentimen RUPSLB cenderung netral, tetapi perubahan struktur dapat menjadi katalis baru setelah arah pengembangan unit usaha dan aksi korporasi berikutnya diumumkan.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.