KABARBURSA.COM – Saham CBDK milik PT Bangun Kosambi Sukses Tbk mencatatkan dana asing masuk (foreign flow) secara agresif hingga perdagangan Senin, 1 Desember 2025 pagi. Saham dibuka menanjak 8,63 persen (675 poin) ke level 8.525 dari 7.900 per pukul 10.15 WIB.
Berdasarkan data perdagangan yang telah dikompilasi Kabarbursa.com, asing masuk secara agresif selama sembilan hari berturut-turut dan dengan nilai relatif jumbo untuk saham sektor properti.
Untuk lebih jelas dari data perdagangan, saham CBDK mengalami tekanan beli sangat kuat di awal sesi. Ini tercermin dari volume yang mencapai 38,5 juta lot, di atas rata-rata sebesar 15,09 juta lot.
Selain itu, orderbook dan struktur permintaan mendukung sinyal akumulasi institusi. Bid terbesar berada pada level 8.525 sebanyak 317 lot, diikuti 8.500 (467 lot) dan 8.475 (675 lot). Sementara pada sisi offer, level 8.600 diisi oleh sebanyak 4.873 lot yang diyakinin menjadi resistance terdekat saat ini. Offer resistance ini diikuti oleh level 8.575 (675 lot) dan 8.550 (399 lot) pada pukul 10.15 WIB.
Secara keseluruhan, total bid mencapai 99.438 lot dan total offer 129.898 lot, menunjukkan orderbook tetap stabil meski harga naik tajam.
Sementara itu, data foreign flow yang menjadi bagian utama sorotan menampilkan hasil menarik. Bisa dikatakan mayoritas pembelian saham CBDK dilakukan institusi global.
Asing telah menggelontorkan Rp140,51 miliar pada perdagangan terakhir. Angka ini jauh lebih tinggi dari foreign flow moving average (MA) untuk 10 dan 20 hari terakhir. Secara berurutan, foreign flow MA10 sebesar Rp23,83 dan MA20 mencapai Rp115,17 miliar. Totalnya, arus dana asing telah masuk ke CBD mencapai lebih Rp325,82 miliar selama sembilan hari berutut-turut, dilihat dari lima broker teratas.
Yang menarik adalah, rata-rata harga yang menjadi sasaran beli adalah 7.700. Asumsinya, asing masih berada di zona profit.
Jika diperinci lagi, data broker summary menunjukkan identitas asing yang telah mengakumulasi saham CBDK. Teratas ada Maybank Sekuritas (ZP) dengan nilai Rp51,9 miliar dengan rata-rata pembelian di harga 7.619. Mandiri Sekuritas (CC), UBS Sekuritas (AK), dan J.P. Morgan Sekuritas (BK) secara berurutan mengeluarkan dana Rp37,4 miliar, Rp26,7 miliar, dan Rp25,4 miliar.
Secara teknikal, pergerakan harga CBDK juga mulai menunjukkan penguatan tren dalam beberapa sesi terakhir. Harga berada jauh di atas seluruh garis moving average (MA) utamanya. MA5 tercatat di level 7.325, sementara MA10 dan MA20 masing-masing berada di 6.897,50 dan 6.568,75.
Kondisi tersebut menandakan tren bullish yang terbentuk cukup kuat. Kenaikan harga yang terjadi bersamaan dengan lonjakan volume memberikan validasi tambahan bahwa pergerakan ini bukan sekadar rebound teknikal jangka pendek, melainkan bagian dari fase akumulasi yang lebih besar.
Dengan posisi harga yang sudah menembus dan bertahan di atas seluruh MA utama, minat beli dari investor jangka menengah tampak dominan dalam beberapa hari terakhir. (*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.