KABARBURSA.COM – Rekomendasi saham dari dua sekuritas pada Senin, 30 Maret 2026, menempatkan sektor energi dan crude palm oil (CPO) sebagai fokus utama di tengah tekanan pasar.
Data yang dihimpun Kabarbursa.com menunjukkan saham berbasis komoditas seperti DSNG hingga UNTR masuk radar dengan strategi buy on weakness.
Head of Research Retail MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan tekanan pasar masih mendominasi pergerakan indeks dalam jangka pendek. “IHSG masih berada dalam fase koreksi dan rawan bergerak ke area 6.745–6.887,” ujar Herditya dalam riset harian.
Ia menyebut ruang penguatan tetap terbuka dalam skenario terbaik jika fase koreksi selesai. “Jika wave A telah selesai, IHSG berpeluang menguat ke kisaran 7.450–7.779,” katanya.
Berdasarkan laporan MNC Sekuritas, rekomendasi difokuskan pada saham yang berada di fase akhir koreksi teknikal. CUAN direkomendasikan buy on weakness pada rentang 1.040–1.125 dengan target 1.475 hingga 1.745 dan stoploss di bawah 995. DSNG juga masuk daftar dengan area beli 1.560–1.590, target 1.670 hingga 1.745, serta stoploss di bawah 1.530.
Sementara itu, UNTR direkomendasikan buy on weakness di kisaran 29.475–30.350 dengan target 31.300 hingga 32.000 dan stoploss di bawah 29.075. Di sisi lain, saham ritel AMRT justru masuk kategori sell on strength pada rentang 1.470–1.520 dengan potensi koreksi lanjutan menuju 1.160–1.345.
Herditya menjelaskan pendekatan yang digunakan masih berbasis struktur gelombang teknikal. “Beberapa saham berada di akhir fase wave sehingga menarik untuk buy on weakness,” ujarnya.
Ia menambahkan tekanan jual masih terlihat pada sejumlah saham konsumsi. “Untuk saham seperti AMRT, posisinya sudah berada di fase rawan koreksi lanjutan,” kata dia.
Beranjak dari pendekatan teknikal MNC Sekuritas, rekomendasi dari BRI Danareksa Sekuritas menunjukkan arah yang sejalan dengan fokus pada saham berbasis komoditas dan trading jangka pendek.
Head of Research Department BRI Danareksa Sekuritas Chory Agung Ramdhani menyebut kondisi pasar masih dipengaruhi ketidakpastian global. “Pasar masih cenderung wait and see karena belum ada kepastian dari negosiasi geopolitik,” ujar Chory dalam laporan mingguan.
Ia menilai tekanan jual masih mendominasi pergerakan indeks dalam jangka pendek. “Struktur IHSG masih dalam tren turun dengan pola lower high dan lower low,” katanya.
BRI Danareksa merekomendasikan saham DSNG sebagai salah satu pilihan utama dengan area beli 1.570–1.600 dan target 1.630 hingga 1.710 serta stoploss di bawah 1.500. Selain itu, SSMS direkomendasikan pada rentang beli 1.330–1.370 dengan target 1.400–1.450 dan stoploss di bawah 1.300.
Untuk saham lain, VKTR direkomendasikan buy di kisaran 650–700 dengan target 760–820 dan stoploss di bawah 600. Dalam rekomendasi harian, AKRA juga masuk radar dengan target 1.380–1.405, sementara CYBR berada pada target 1.365–1.450.
Chory menjelaskan pemilihan saham didukung oleh pergerakan harga komoditas global. “Kenaikan harga energi dan CPO menjadi faktor yang menopang prospek saham berbasis komoditas,” ujarnya.
Ia menambahkan beberapa saham mulai menunjukkan sinyal teknikal lanjutan. “Selama harga mampu bertahan di atas area breakout, peluang kenaikan masih terbuka,” kata dia.
Data sektor menunjukkan energi mencatat kenaikan 2,45 persen dan transportasi 5,78 persen dalam sepekan terakhir, sementara sektor non-siklikal naik 2,14 persen. Di sisi lain, sektor basic industry turun 2,84 persen dan sektor siklikal melemah 1,11 persen.
Pergerakan ini terjadi di tengah tekanan IHSG yang turun 0,94 persen ke level 7.097 dengan net foreign sell sebesar Rp1,9 triliun pada perdagangan terakhir. Secara mingguan, arus keluar dana asing tercatat mencapai Rp3,77 triliun di pasar reguler.(*)