KABARBURSA.COM - Saham PT Toba Pulp Lestari Tbk (INRU) menurun usai perusahaan dituduh sebagai biang kerok bencana banjir di Sumatera.
Manajemen INRU sejatinya sudah memberi tanggapan mengenai tudingan tersebut. Dalam surat pernyataannya di keterbukaan informasi, Senin, 1 Desember 2025, perusahaan membantah tuduhan menjadi biang kerok banjir di Sumatera.
Usai menyampaikan pernyataan resmi, saham INRU justru mengalami penurunan. Mengutip Stockbit, di hari yang sama, saham emiten produksi dan perdagangan bubur kertas ini ditutup koreksi ke level 670, lebih rendah dibaning perdagangan sebelumnya atau Jumat, 28 November 2025 di level 695.
Pun pada perdagangan terakhir atau Rabu, 3 Desember 2025, saham INRU masih berkutat di zona merah setelah melemah ke level 665.
Namun pada perdangan hari ini, Kamis, 4 Desember 2025, saham INRU mulai bangkit. Meski dibuka stagnan, saham ini perlahan naik hingga sempat menyentuh level 680 di sesi I.
Klarifikasi Manajemen
Adapun dalam surat pernyataannya, Corporate Secretary INRU, Anwar Lawden menyatakan Perseroan dengan tegas membantah tuduhan bahwa operasional menjadi penyebab bencana ekologi.
"Seluruh kegiatan HTI telah melalui penilaian High Conservation Value (HCV) dan High Carbon Stock (HCS) oleh pihak ketiga untuk memastikan penerapan prinsip Pengelolaan Hutan Lestari," ujar dia.
Dari total areal 167.912 Ha, disebutkan jika Perseroan hanya mengembangkan tanaman eucalyptus sekitar 46.000 Ha, sementara sisanya dipertahankan sebagai kawasan lindung dan konservasi.
Selama lebih dari 30 tahun beroperasi, Anwar mengatakan INRU menjaga komunikasi terbuka melalui dialog, sosialisasi, serta program kemitraan dengan Pemerintah, Masyarakat Hukum Adat, tokoh masyarakat, akademisi, dan organisasi masyarakat sipil.
Menurutnya, Perseroan menghormati penyampaian aspirasi publik, namun mengharapkan informasi yang disampaikan didasarkan pada data yang akurat dan dapat diverifikasi.
"Perseroan tetap membuka ruang dialog konstruktif untuk memastikan keberlanjutan yang adil dan bertanggung jawab di areal PBPH," jelasnya. (*)