KABARBURSA.COM - PT Timah Tbk (TINS) mencatat pelemahan pada sesi I perdagangan Jumat, 26 September 2025, turun 1,42 persen ke Rp1.385 setelah sebelumnya sempat menyentuh level tertinggi Rp1.425 dan terendah Rp1.355.
Meski terkoreksi, analis menilai pergerakan ini masih tergolong koreksi sehat di tengah tren menengah yang bullish. Indikator teknikal harian bahkan masih menunjukkan sinyal sangat beli, sehingga memberi ruang optimisme bagi investor.
Kinerja saham TINS hari ini mengalami tekanan jual setelah pada perdagangan sebelumnya ditutup melemah 3,77 persen ke Rp1.405. Koreksi ini menekan harga ke area Rp1.385, namun posisinya masih berada jauh di atas semua garis rata-rata pergerakan (MA5, MA10, MA20, MA50, hingga MA200).
Secara teknikal, hal ini menandakan tren menengah masih solid dalam jalur bullish, meski ada koreksi minor.
Dari sisi indikator, sinyal teknikal harian menunjukkan kecenderungan kuat ke arah positif. Relative Strength Index (RSI) berada di 74, masih mengindikasikan momentum beli meski masuk zona jenuh beli. MACD, ADX, dan Williams %R turut menegaskan tren penguatan.
Secara keseluruhan, 10 indikator memberi sinyal beli, hanya satu yang netral, sehingga rangkuman teknikal masuk kategori sangat beli. Moving average juga sepenuhnya mendukung tren naik, dengan 12 sinyal beli tanpa ada sinyal jual.
Analis menilai koreksi saat ini lebih bersifat sebagai konsolidasi sehat setelah reli panjang. Volume perdagangan yang turun 38,6 persen saat harga terkoreksi memperkuat pandangan bahwa aksi jual tidak didukung distribusi besar, melainkan profit taking jangka pendek. Hal ini membuka peluang entry kembali di area support kuat 1.200–1.147.
Strategi yang disarankan terbagi dua. Pertama, bagi trader jangka pendek (scalping) dapat memanfaatkan level 1.405 dengan target bertahap ke 1.450, 1.500, dan 1.550. Kedua, untuk swing trader, entry bertahap di zona 1.200–1.147 dianggap lebih menarik dengan target jangka menengah 1.538 hingga 1.750.
Disiplin cut loss di bawah 1.090 tetap perlu dijaga untuk mengantisipasi skenario terburuk.
Sinyal dari stochastic dan CCI yang berada di level tinggi memang mengindikasikan potensi konsolidasi jangka pendek. Namun, dengan tren menengah yang masih bullish, investor justru disarankan menunggu momentum pullback ke area support atau MA5 di sekitar Rp1.216 sebagai titik akumulasi.
Meski TINS terkoreksi pada sesi I, tren menengah tetap bullish dengan dukungan penuh dari indikator teknikal. Rekomendasi yang relevan saat ini adalah buy on pullback, baik bagi scalper di area 1.400–1.405 maupun swing trader di kisaran support 1.200–1.216.
Target jangka menengah berada di kisaran 1.538 hingga 1.750, sementara disiplin cut loss di bawah Rp1.090 menjadi kunci menjaga risiko.
Bagi investor jangka menengah, pelemahan TINS saat ini lebih dilihat sebagai peluang akumulasi di tengah tren kenaikan yang masih intact, bukan sinyal pelemahan fundamental. Koreksi sehat ini justru membuka ruang bagi investor untuk masuk dengan risiko yang lebih terukur.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.