KABARBURSA.COM - PT Vale Indonesia Tbk (INCO) terpantau masih berada di zona merah selama satu pekan periode 24-28 November 2025.
Mengutip data perdagangan Stockbit, dalam sepekan, saham INCO melemah sebesar 3,05 persen di harga rata-rata Rp3.800 hingga Rp4.050.
Adapun dibpenutupan terakhir, atau Jumat, 28 November 2025, saham emiten pertambangan nikel ini ditutup anjlok 3,29 persen ke level Rp3.820.
Jika melihat orderbook broker summary yang dicatat Stockbit, selama sepekan periodr 24-28 November 2025, investor asing terlihat melakukan distribusi terhadap saham INCO.
Yang pertama, broker CLSA Sekuritas Indonesia (KZ) menampung buangan investor asing terhadap saham INCO sebesar Rp13 miliar di harga rata-rata Rp3.880.
Maybank Sekuritas Indonesia (ZP) turut melakukan distribusi saham INCO senilai Rp11.2 miliar di kisaran harga Rp3.878.
Penjualan jumbo juga terpantau dilakukan Verdhana Sekuritas Indonesia (BB) dan DBS Vickers Sekuritas Indonesia (DP) yang masing-masing menjual INCO Rp8.4 miliar dan Rp2.4 miliar di harga rata-rata Rp3.853 serta Rp3.897.
Meski demikian, investor asing juga tampak mulai melakukan akumulasi INCO melalui beberapa broker besar. Seperti J.P Morgan Sekuritas Indonesia (BK) yang membeli Rp5.4 miliar di harga rata-rata Rp3.858.
Ada juga broker Macquarie Sekuritas Indonesia (RX) senilai Rp2.9 miliar, OCBC Sekuritas Indonesia (TP) Rp1.5 miliar, dan UBS Sekuritas Indonesia (AK) Rp1.3 miliar.
Berdasarkan data konsensus dari 28 analis yang dihimpun dari Stockbit, mayoritas analis memberikan rekomendasi beli (buy) untuk emiten produsen nikel tersebut.
Dari total 28 analis, 23 analis menyarankan beli, sementara 4 analis memberikan rekomendasi tahan dan hanya 1 analis merekomendasikan jual.
Sejalan dengan itu, konsensus pasar juga menetapkan target harga rata-rata saham INCO di level Rp5.308 per saham, jauh lebih tinggi dibandingkan harga pasar yang saat ini berada di posisi Rp3.820.
Sementara itu, pasar menetapkan harga dengan estimasi tertinggi mencapai Rp7.500 dan estimasi terendah Rp4.000.(*)