KABARBURSA.COM - Bitcoin kembali menunjukkan tanda kekuatan menjelang akhir November. Pada Sabtu, 29 November 2025, Bitcoin diperdagangkan dengan harga berada di kisaran Rp1,51 miliar, atau naik tipis 0,02 persen pada perdagangan hari ini.
Kenaikan yang terlihat kecil di permukaan ini sesungguhnya menyimpan dinamika pasar derivatif yang jauh lebih penting. Data dari Deribit menunjukkan adanya posisi agresif dari pelaku pasar yang mulai bersiap untuk reli di akhir tahun.
Struktur opsi call-condor di rentang USD100.000 hingga USD118.000 diborong dengan nilai premi mencapai USD6,5 juta. Hal ini menandakan ekspektasi yang semakin jelas bahwa pasar mengantisipasi kemungkinan breakout besar pada Desember.
Minat yang meningkat pada opsi call dengan strike tinggi ini menggambarkan keyakinan bahwa Bitcoin bisa kembali masuk fase impulsif setelah dua bulan penuh tekanan korektif.
Volatilitas tersirat juga menunjukkan perubahan karakter pasar. Bitcoin Volatility Index (BVIV) turun signifikan ke 50 persen dari puncak 65 persen pada pekan lalu. Penurunan volatilitas ini biasanya menandakan pergeseran menuju fase akumulasi, di mana ketidakpastian mereda dan pelaku pasar mulai membangun posisi lebih tenang.
Bersamaan dengan itu, open interest untuk BTC terus naik seiring kenaikan harga. Kondisi ini memperlihatkan bahwa ada aliran pembelian spot yang cukup kuat. Dan kondisi ini lagi-lagi menandakan bahwa momentum saat ini tidak hanya ditopang spekulasi futures, tetapi juga permintaan riil dari pasar spot yang lebih berkelanjutan.
Pasar Altcoin Naik Hingga 10 Persen
Di luar Bitcoin, pasar altcoin mulai menunjukkan respons yang turut mendukung. Beberapa token seperti SKY, DASH, ETHFI, dan AVAX mencatat kenaikan signifikan dalam 24 jam terakhir, berada di kisaran 6,7 persen hingga 10 persen.
Pergerakan ini memperlihatkan bahwa sebagian altcoin mulai mencoba keluar dari tekanan panjang yang dialami sejak Oktober.
Namun tidak semua bergerak seragam. ENA dan TAO justru melemah lebih dari 2 persen. Pelemahan ini menjadi pengingat bahwa rotasi dan selektivitas masih kuat di pasar kripto.
Indikator RSI juga mengonfirmasi bahwa rata-rata pasar kini mendekati zona overbought, dan memberikan sinyal bahwa potensi pullback jangka pendek dapat muncul jika volume tidak mampu bertahan.
Likuiditas global juga ikut mempengaruhi pergerakan pasar. Libur Thanksgiving di Amerika Serikat membuat aktivitas perdagangan sedikit melambat, dan kondisi ini biasanya menciptakan ruang pergerakan harga yang lebih liar karena likuiditas menipis.
Meski demikian, volume kali ini tercatat lebih stabil dibanding dua hari sebelumnya. Pasar tetap aktif meskipun dalam kondisi libur panjang.
Korelasi antara reli saham teknologi di Wall Street dan kenaikan kripto kembali terlihat dan ini menjadi sebuah pola yang semakin sering muncul selama 2025. Artinya, investor mulai kembali masuk ke aset berisiko menjelang pergantian tahun.
Arah selanjutnya bertumpu pada Bitcoin. Jika BTC berhasil menembus struktur downtrend yang terbentuk sejak Oktober dan melanjutkan perjalanan menuju USD100.000, pasar altcoin berpotensi bergerak lebih agresif dan mengikuti arah tersebut.
Namun, jika Bitcoin kembali tergelincir ke area USD80.000–82.000, tekanan pada altcoin bisa semakin dalam akibat rendahnya likuiditas di pasar alternatif.
Sentimen saat ini masih sensitif dan investor menunggu apakah rebound yang terjadi merupakan awal dari Santa Rally atau sekadar pantulan teknikal sementara.
Dengan kombinasi penurunan volatilitas, kenaikan open interest, dan struktur opsi yang memposisikan pasar untuk reli besar, Bitcoin sedang berada dalam titik kritis yang akan menentukan arah pasar kripto menjelang akhir tahun.(*)