KABARBURSA.COM – PT Sidomulyo Selaras Tbk (SDMU) merampungkan aksi Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) dengan menerbitkan 1,11 miliar saham baru.
Aksi korporasi ini membuat jumlah saham beredar Perseroan hampir dua kali lipat dan digunakan untuk menyelesaikan kewajiban utang kepada pihak terafiliasi.
“Perseroan menyampaikan hasil pelaksanaan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu,” ujar Direktur Utama PT Sidomulyo Selaras Tbk, Evelyn Magdalena Tjoe, dalam pengumuman resmi, dikutip Kamis, 8 Januari 2026.
Dalam aksi tersebut, SDMU menerbitkan 1.115.466.100 saham baru atau setara 49,56 persen dari modal ditempatkan dan disetor sebelum PMTHMETD. Saham yang diterbitkan merupakan saham biasa Seri B dengan nilai nominal Rp50 per saham dan harga pelaksanaan Rp55 per saham.
Pelaksanaan PMTHMETD dilakukan pada 6 Januari 2026, bersamaan dengan pencatatan saham baru di Bursa Efek Indonesia pada tanggal yang sama. Seluruh saham hasil PMTHMETD dicatatkan di Papan Pengembangan BEI.
Sebelum pelaksanaan PMTHMETD, jumlah saham beredar SDMU tercatat sebanyak 1.135.225.000 saham. Setelah aksi korporasi tersebut, jumlah saham beredar meningkat menjadi 2.250.691.100 saham, atau hampir dua kali lipat dibandingkan sebelumnya.
“Setelah pelaksanaan PMTHMETD, jumlah modal ditempatkan dan disetor Perseroan meningkat menjadi 2.250.691.100 saham,” kata Evelyn, menegaskan.
Perseroan menjelaskan bahwa tidak terdapat penggunaan dana dalam PMTHMETD ini. Dana yang dicatat sebagai hasil pelaksanaan PMTHMETD sepenuhnya merupakan konversi utang Perseroan kepada Tjoe Mien Sasminto, yang merupakan pihak terafiliasi dari Perseroan.
Konversi utang tersebut dilakukan sebagai bentuk penyelesaian kewajiban Perseroan kepada pihak terafiliasi, sehingga aksi PMTHMETD ini tidak menghasilkan arus kas masuk baru bagi Perseroan.
Bursa Efek Indonesia melalui pengumuman pencatatan saham menyatakan bahwa 1.115.466.100 saham hasil PMTHMETD telah resmi dicatatkan dengan harga pelaksanaan Rp55 per saham dan nilai nominal Rp50 per saham. (*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.