KABARBURSA.COM - Pasar modal Indonesia menutup tahun 2025 dengan kinerja yang solid dan berbagai capaian signifikan, seiring optimisme menyongsong tahun 2026. PT Bursa Efek Indonesia (BEI) optimistis menyambut datangnya tahun 2026 dengan penetapan sejumlah target pencapaian.
Pada 2026, BEI menargetkan pertumbuhan jumlah investor sebanyak 2 juta investor baru. BEI juga mencanangkan rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) mencapai Rp15 triliun per hari.
Tak hanya itu, BEI menargetkan total jumlah pencatatan efek baru di pasar modal mencapai 555 efek baru meliputi dari efek saham, obligasi/sukuk, Kontrak Investasi Kolektif (KIK) baru yang mencatatkan DIRE/DIRE Syariah, DINFRA, ETF, KIK- EBA/KIK-EBA Syariah, dan EBA-SP/EBA-SP Syariah.
Manajemen BEI menyampaikan, dukungan pemangku kepentingan pasar modal menjadi faktor penting dalam pencapaian target tersebut sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Adapun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan akhir tahun 2025 di zona hijau meski dengan penguatan yang terbatas. Pada penutupan sesi terakhir tahun ini, IHSG berakhir di level 8.646,94, naik 2,68 poin atau setara 0,03 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.
Sepanjang tahun 2025, data perdagangan mulai mengalami kenaikan dibandingkan akhir tahun lalu dengan rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) berada pada posisi Rp18,06 triliun.
Data tersebut diikuti dengan volume transaksi harian sebesar 30,27 miliar lembar saham dan frekuensi transaksi harian mencapai 1,78 juta kali transaksi.
Aktivitas perdagangan di sepanjang tahun 2025 juga mencatatkan beberapa rekor baru yang mencapai 24 kali all-time high, diikuti dengan rekor kapitalisasi pasar tertinggi yang mencapai Rp16 ribu triliun.
Direktur Utama BEI, Iman Rachman menyampaikan, 2025 menjadi tahun pembuktian ketahanan dan kesiapan pasar modal Indonesia.
"Meskipun di tengah tekanan domestik dan global yang tinggi, pasar mampu menjaga stabilitas, bangkit kembali, dan menorehkan capaian kinerja yang solid," ujar dia dalam keterangannya, Selasa, 30 Desember 2025.
Capaian positif tercermin dari meningkatnya minat dan partisipasi masyarakat dalam berinvestasi di pasar modal Indonesia. Total investor pasar modal yang terdiri dari investor saham, obligasi, dan reksa dana meningkat 36,67 persen dari tahun 2024 menjadi 20,3 juta investor.
Khusus untuk investor saham dan surat berharga lainnya, terdapat peningkatan lebih dari 2,2 juta investor menjadi 8,59 juta investor saham.
Dari sisi partisipasi investor, rata-rata investor yang aktif bertransaksi per 29 Desember 2025 mencapai lebih dari 901 ribu per bulan. Selain itu, jika dilihat dari tipe investor, porsi transaksi investor ritel masih mendominasi sebesar 49,9 persen.
Dari segi transaksi investor institusi asing dengan porsi transaksi mencapai lebih dari 36,3 persen dari total rata-rata nilai transaksi harian hingga November 2025. (*)