Logo
>

Sempat Sentuh Rp240, Pengendali DADA Jual 600 Juta Saham: Reli 410 Persen

Pergerakan saham DADA menunjukkan volatilitas tinggi. Sepanjang 2025 hingga awal 2026

Ditulis oleh Desty Luthfiani
Sempat Sentuh Rp240, Pengendali DADA Jual 600 Juta Saham: Reli 410 Persen
Update papan IHSG capai 9.000-an jelang penutupan sesi I di Main Hall BEI, Jakarta Rabu, 14 Januari 2026. Desty/KabarBursa.com

Poin Penting :

    KABARBURSA.COM – Saham PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA) menjadi sorotan pasar setelah mencatatkan lonjakan tajam sepanjang satu tahun terakhir sebelum akhirnya mengalami koreksi signifikan di awal 2026. Di tengah reli harga saham tersebut, pemegang saham pengendali tercatat melakukan aksi penjualan sebagian kepemilikannya.

    Pergerakan saham DADA menunjukkan volatilitas tinggi. Sepanjang 2025 hingga awal 2026, harga saham ini bergerak naik agresif dari level puluhan rupiah. Puncak kenaikan terjadi pada periode perdagangan 6 hingga 7 Januari 2026, ketika saham DADA sempat menyentuh level tertinggi di kisaran Rp240 per saham. Secara tahunan, kenaikan tersebut setara sekitar 410 persen dibandingkan posisi satu tahun sebelumnya.

    Namun, setelah menyentuh area Rp200-an, tekanan jual mulai meningkat. Saham DADA kemudian mengalami koreksi tajam dalam beberapa hari perdagangan berikutnya. Hingga Rabu, 14 Januari 2026, harga saham DADA terpantau bergerak stabil di kisaran Rp50 hingga Rp51 per saham, atau terkoreksi lebih dari 70 persen dari level tertingginya di awal Januari 2026.

    Di tengah fase pembalikan arah harga tersebut, pemegang saham pengendali PT Karya Permata Inovasi Indonesia tercatat melakukan aksi jual saham. Berdasarkan laporan keterbukaan informasi kepada Otoritas Jasa Keuangan, entitas tersebut menjual sebanyak 600.000.000 saham DADA pada 7 Januari 2026 dengan harga transaksi Rp67 per saham.

    Sebelum transaksi, PT Karya Permata Inovasi Indonesia menguasai 2.200.000.000 saham DADA atau setara 29,60 persen. Setelah penjualan, kepemilikan berkurang menjadi 1.600.000.000 saham atau setara 21,53 persen. Meski kepemilikan menurun, status sebagai pemegang saham pengendali tetap dipertahankan. Dalam laporan tersebut juga ditegaskan bahwa pengendali tetap berniat mempertahankan kendali atas perseroan.

    Waktu transaksi menunjukkan bahwa aksi jual dilakukan setelah saham DADA mengalami kenaikan signifikan dan berada di area harga yang relatif tinggi dibandingkan level historisnya, meskipun tidak tepat di harga puncak Rp240 per saham. Tujuan transaksi dalam keterbukaan informasi disebutkan untuk investasi.

    Seiring dengan pergerakan harga saham yang volatil, basis investor DADA juga mengalami peningkatan signifikan. 

    Hingga akhir Desember 2025, jumlah pemegang saham DADA tercatat mencapai 79.123 investor, naik tajam dibandingkan posisi September 2025 yang masih berada di bawah 10.000 investor. Lonjakan ini mencerminkan meningkatnya minat investor ritel terhadap saham tersebut selama fase reli.(*)

    Disclaimer:
    Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

    Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

    Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

    Gabung Sekarang

    Jurnalis

    Desty Luthfiani

    Desty Luthfiani seorang jurnalis muda yang bergabung dengan KabarBursa.com sejak Desember 2024 lalu. Perempuan yang akrab dengan sapaan Desty ini sudah berkecimpung di dunia jurnalistik cukup lama. Dimulai sejak mengenyam pendidikan di salah satu Universitas negeri di Surakarta dengan fokus komunikasi jurnalistik. Perempuan asal Jawa Tengah dulu juga aktif dalam kegiatan organisasi teater kampus, radio kampus dan pers mahasiswa jurusan. Selain itu dia juga sempat mendirikan komunitas peduli budaya dengan konten-konten kebudayaan bernama "Mata Budaya". 

    Karir jurnalisnya dimulai saat Desty menjalani magang pendidikan di Times Indonesia biro Yogyakarta pada 2019-2020. Kemudian dilanjutkan magang pendidikan lagi di media lokal Solopos pada 2020. Dilanjutkan bekerja di beberapa media maenstream yang terverifikasi dewan pers.

    Ia pernah ditempatkan di desk hukum kriminal, ekonomi dan nasional politik. Sekarang fokus penulisan di KabarBursa.com mengulas informasi seputar ekonomi dan pasar modal.

    Motivasi yang diilhami Desty yakni "do anything what i want artinya melakukan segala sesuatu yang disuka. Melakukan segala sesuatu semaksimal mungkin, berpegang teguh pada kebenaran dan menjadi bermanfaat untuk Republik".