KABARBURSA.COM – Pergerakan saham PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) sepanjang sepekan terakhir menunjukkan dinamika yang cukup aktif dengan aliran dana asing yang kembali masuk pada akhir periode perdagangan.
Pada penutupan Jumat, 13 Maret 2026, saham ADMR berada di level 1.940 atau menguat 60 poin, setara 3,19 persen dibandingkan penutupan hari sebelumnya.
Sepanjang sesi perdagangan tersebut, saham ADMR bergerak dalam rentang harga 1.860 hingga 1.985 setelah dibuka di level 1.880. Harga rata-rata transaksi tercatat berada di kisaran 1.954, yang menunjukkan bahwa aktivitas perdagangan relatif aktif di dekat area harga penutupan.
Dari sisi aktivitas perdagangan, nilai transaksi pada 13 Maret mencapai sekitar Rp117,64 miliar dengan volume sekitar 602 ribu lot. Frekuensi transaksi tercatat sekitar 11,47 ribu kali. Data tersebut memperlihatkan peningkatan minat transaksi dibandingkan beberapa hari perdagangan sebelumnya dalam sepekan yang sama.
Volume Transaksi Fluktuatif
Secara historis dalam lima hari perdagangan terakhir, volume transaksi ADMR menunjukkan fluktuasi. Pada 9 Maret, volume tercatat sekitar 686,84 ribu lot dengan frekuensi transaksi sekitar 14,79 ribu kali dan nilai transaksi mencapai Rp127,33 miliar.
Pada 10 Maret, volume perdagangan berada di kisaran 469,67 ribu lot dengan frekuensi sekitar 8,92 ribu kali serta nilai transaksi sekitar Rp91 miliar. Sementara itu pada 11 Maret volume tercatat sekitar 432,48 ribu lot dengan frekuensi sekitar 10,57 ribu kali dan nilai transaksi sekitar Rp83,29 miliar.
Aktivitas perdagangan kembali meningkat pada 12 Maret dengan volume sekitar 538,48 ribu lot dan frekuensi sekitar 9,86 ribu kali. Nilai transaksi pada hari tersebut mencapai sekitar Rp102,06 miliar sebelum kembali meningkat pada perdagangan 13 Maret.
Pergerakan harga saham ADMR selama periode tersebut juga menunjukkan pola yang berfluktuasi. Pada 9 Maret saham ditutup di level 1.945 setelah sempat bergerak dalam rentang 1.760 hingga 1.950. Pada 10 Maret harga ditutup di level 1.960 setelah bergerak dalam rentang 1.905 hingga 1.985.
Pada 11 Maret saham mengalami koreksi cukup dalam dengan penurunan sekitar 100 poin atau 5,10 persen sehingga ditutup di level 1.860. Pergerakan ini terjadi setelah harga sempat mencapai level tertinggi 2.010 pada hari yang sama.
Selanjutnya pada 12 Maret saham mulai menunjukkan pemulihan dengan kenaikan 20 poin atau sekitar 1,08 persen ke level 1.880. Kenaikan tersebut berlanjut pada 13 Maret dengan penguatan sekitar 3,19 persen hingga kembali berada di area 1.940.
Asing Masih Parkir Rp23,51 Miliar
Dari sisi aliran dana investor asing, data transaksi menunjukkan pergerakan yang cukup dinamis sepanjang periode tersebut. Pada 9 Maret investor asing mencatat pembelian bersih sekitar Rp7,83 miliar dengan nilai pembelian Rp40,28 miliar dan penjualan sekitar Rp32,45 miliar.
Pada 10 Maret tekanan jual asing meningkat dengan nilai penjualan mencapai sekitar Rp33,39 miliar sementara pembelian berada di kisaran Rp11,88 miliar sehingga tercatat penjualan bersih sekitar Rp21,52 miliar.
Tekanan jual asing juga masih terjadi pada 11 Maret dengan penjualan bersih sekitar Rp3,26 miliar. Nilai pembelian asing pada hari tersebut tercatat sekitar Rp9,03 miliar sementara penjualan sekitar Rp12,29 miliar.
Aliran dana asing kembali berubah arah pada dua hari perdagangan berikutnya. Pada 12 Maret investor asing mencatat pembelian bersih sekitar Rp6,10 miliar dengan nilai pembelian Rp16,53 miliar dan penjualan sekitar Rp10,42 miliar.
Arus dana asing kemudian meningkat lebih besar pada 13 Maret dengan pembelian bersih sekitar Rp34,36 miliar. Nilai pembelian asing pada hari tersebut mencapai sekitar Rp55,98 miliar sementara penjualan berada di kisaran Rp21,62 miliar.
Jika diakumulasi selama lima hari perdagangan terakhir, investor asing masih mencatat pembelian bersih sekitar Rp23,51 miliar pada saham ADMR. Pergerakan ini menunjukkan bahwa aliran dana asing kembali masuk setelah sempat terjadi tekanan jual pada awal pekan.
Broker Aktif di ADMR
Dari sisi distribusi broker pada perdagangan 9 Maret, aktivitas pembelian terbesar tercatat melalui BNI Sekuritas (NI) dengan nilai sekitar Rp23,9 miliar atau sekitar 122,6 ribu lot pada harga rata-rata 1.936.
Pembelian juga terlihat melalui J.P Morgan Sekuritas Indonesia (BK) sekitar Rp16,5 miliar atau 84,9 ribu lot serta Trimegah Sekuritas Indonesia (LG) sekitar Rp15,3 miliar atau 79 ribu lot.
Di sisi penjualan, tekanan jual terbesar tercatat melalui Kiwoom Sekuritas Indonesia (AG) sekitar Rp12,7 miliar atau 65,8 ribu lot pada harga rata-rata 1.922. Penjualan juga terlihat melalui Stockbit Sekuritas Digital (XL) sekitar Rp11,6 miliar serta Bahana Sekuritas (DX) sekitar Rp10,8 miliar.
Data transaksi tersebut menunjukkan bahwa aktivitas perdagangan ADMR dalam sepekan terakhir dipengaruhi oleh kombinasi aksi ambil untung dan akumulasi kembali oleh investor, khususnya pada dua sesi perdagangan terakhir.
Pergerakan harga yang kembali menguat menuju area 1.940 pada akhir pekan terjadi bersamaan dengan peningkatan aliran dana asing dan aktivitas transaksi yang lebih tinggi dibandingkan awal pekan.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.