KABARBURSA.COM – Data musiman lima tahun terakhir menunjukkan September menjadi bulan paling konsisten bagi saham sektor kesehatan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pola ini muncul lintas subsektor, mulai dari farmasi, rumah sakit, hingga jasa dan peralatan kesehatan.
Berdasarkan perhitungan probabilitas kenaikan bulanan periode 2022–2026, seluruh saham subsektor farmasi mencatat peluang kenaikan minimal 50 persen pada September. Kondisi serupa juga terlihat pada subsektor rumah sakit yang menunjukkan konsistensi kolektif di bulan yang sama.
Pada subsektor farmasi, PT Kimia Farma Tbk (KAEF) mencatat probabilitas kenaikan 50 persen pada September. PT Tempo Scan Pacific Tbk (TSPC) dan PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) masing-masing berada di 75 persen dan 50 persen. PT Soho Global Health Tbk (SOHO) menunjukkan 75 persen, sementara PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) berada di 50 persen.
Artinya, lima dari lima saham farmasi memiliki probabilitas historis minimal 50 persen untuk menguat pada September. Tidak ada bulan lain dalam subsektor ini yang menunjukkan konsistensi serupa.
Pada subsektor rumah sakit, pola yang sama juga muncul. PT Primaya Hospital Tbk (PRAY) memiliki probabilitas kenaikan 67 persen pada September. PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) dan PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) masing-masing berada di 75 persen. PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) dan PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ) mencatat 50 persen.
Dengan demikian, lima dari lima saham rumah sakit juga mencatat probabilitas minimal 50 persen pada September. Selain Juni, September menjadi bulan paling kolektif kuat dalam subsektor ini.
Pada subsektor jasa dan peralatan kesehatan, pola September tidak sekuat dua subsektor lainnya, namun tetap dominan pada saham utama. PT Multi Medika Internasional Tbk (MMIX) mencatat probabilitas 67 persen pada September. PT Itama Ranoraya Tbk (PRDA) berada di 25 persen. PT Jayamas Medica Industri Tbk (OMED) dan PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk (DGNS) masing-masing mencatat 67 persen dan 75 persen. PT Metro Healthcare Indonesia Tbk (MEDS) berada di 25 persen.
Meskipun tidak kolektif penuh, tiga dari lima saham subsektor ini menunjukkan probabilitas minimal 67 persen pada September. Pola tersebut memperkuat kecenderungan bahwa momentum kuartal ketiga memiliki signifikansi historis di sektor kesehatan.
Jika ditarik secara agregat, September menjadi satu-satunya bulan yang menunjukkan konsistensi lintas subsektor. Farmasi dan rumah sakit mencatat 100 persen saham dengan probabilitas kenaikan minimal 50 persen. Subsektor alat kesehatan menunjukkan dominasi pada mayoritas saham utama.
Data lima tahun juga menunjukkan bahwa bulan lain tidak memiliki konsistensi serupa. Pada farmasi, Juli dan Agustus hanya kuat pada sebagian saham. Pada rumah sakit, Juni menjadi bulan alternatif kuat. Sementara pada subsektor alat kesehatan, pola lebih terfragmentasi dan tidak menunjukkan bulan kolektif tunggal selain kecenderungan menguat menuju akhir kuartal ketiga.
Secara statistik, probabilitas kenaikan minimal 50 persen berarti dalam lima tahun terakhir saham tersebut menguat setidaknya tiga kali pada bulan yang sama. Sementara probabilitas 75 persen berarti empat dari lima tahun mencatat kenaikan pada periode tersebut.
Dengan pendekatan probabilitas historis, September menjadi bulan dengan konsistensi tertinggi di sektor kesehatan dibanding bulan lainnya dalam siklus tahunan.
Pola ini muncul secara berulang dalam periode lima tahun terakhir tanpa bergantung pada satu emiten tertentu. (*)