KABARBURSA.COM – PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) tampaknya belum ingin memperlambat laju ekspansinya. Di tengah persaingan bisnis kopi yang semakin padat, perusahaan justru menyiapkan belanja modal jumbo untuk membuka gerai baru dalam jumlah agresif di sepanjang 2026.
FORE menyiapkan capital expenditure (capex) sekitar Rp250 miliar tahun ini. Sebagian besar dana tersebut akan diarahkan untuk memperluas jaringan Fore Coffee dan Fore Donut di berbagai wilayah potensial.
Direktur FORE Tjong Pie Chen, mengatakan sekitar Rp200 miliar dari dana tersebut akan digunakan untuk ekspansi Fore Coffee. Sementara sisanya, sekitar Rp50 miliar, dialokasikan untuk pengembangan Fore Donut sekaligus pembangunan central kitchen.
“Tahun ini, FORE berencana tetap bertumbuh melalui ekspansi gerai yang berkelanjutan,” ujar Tjong dalam paparan publik, Rabu, 13 Mei 2026.
Bukan ekspansi kecil. Perseroan menargetkan pembukaan sekitar 100 outlet baru di sepanjang tahun ini. Angka tersebut lebih tinggi dibanding realisasi pembukaan gerai tahun sebelumnya.
Target Pertumbuhan Bisnis
Di balik agresivitas ekspansi tersebut, pasar mulai melihat ada optimisme besar terhadap pertumbuhan bisnis perusahaan. FORE bahkan membidik pertumbuhan pendapatan sekitar 50 persen secara tahunan, sementara laba bersih ditargetkan melonjak hingga 70 persen seiring bertambahnya jaringan gerai dan penguatan operasional bisnis.
Menariknya, ketika perusahaan mulai berbicara soal ekspansi besar, broker jumbo juga terlihat mulai aktif mengoleksi sahamnya.
JP Morgan Borong 11.606 Lot Saham
Data broker summary menunjukkan JP Morgan Sekuritas Indonesia (BK) tercatat melakukan pembelian saham FORE dengan nilai sekitar Rp1,2 miliar. Broker tersebut memborong sekitar 11.606 lot saham di harga rata-rata 1.014.
Bagi pasar, akumulasi dari broker global seperti JP Morgan sering kali mulai diperhatikan karena biasanya berkaitan dengan minat investor institusi terhadap saham dengan cerita pertumbuhan jangka menengah.
Narasi pertumbuhan itu memang mulai terlihat dari laporan keuangan perusahaan.
Pendapatan Naik 52 Persen
Pada kuartal I-2026, FORE membukukan pendapatan Rp444 miliar atau naik sekitar 52 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp292 miliar. Pertumbuhan tersebut menjadi salah satu yang paling agresif di sektor food and beverage berbasis gerai dalam beberapa kuartal terakhir.
Laba bersih perusahaan juga ikut meningkat menjadi Rp9 miliar dibanding Rp6 miliar pada kuartal I-2025. Sementara laba usaha naik menjadi Rp16 miliar dari sebelumnya Rp9 miliar.
Meski margin keuntungan masih relatif tipis, pasar mulai melihat model bisnis FORE perlahan bergerak ke arah yang lebih stabil seiring peningkatan skala usaha dan pertumbuhan outlet.
EBITDA kuartalan perusahaan tercatat sekitar Rp80,26 miliar, sementara Return on Equity (ROE) berada di level 1,37 persen. Di sisi lain, EPS kuartalan tercatat sebesar 1,06.
Namun agresivitas ekspansi juga membawa konsekuensi. Semakin banyak gerai yang dibuka, semakin besar kebutuhan modal dan tekanan biaya operasional yang harus dijaga perusahaan.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.