Logo
>

SIG (SMGR) Resmikan Fasilitas Ekspor di Tuban, Harga Saham Malah Tersungkur

Kehadiran fasilitas tersebut dinilai bakal menjadi tonggak penting dalam strategi SIG memperluas pasar internasional

Ditulis oleh Hutama Prayoga
SIG (SMGR) Resmikan Fasilitas Ekspor di Tuban, Harga Saham Malah Tersungkur
Ilustrasi kapal pengangkut barang (Foto: Semen Indonesia)

Poin Penting :

KABARBURSA.COM - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk atau SIG (SMGR) meresmikan fasilitas dermaga dan produksi untuk ekspor di Tuban, Jawa Timur pada Kamis, 11 Juni 2026.

Kehadiran fasilitas tersebut dinilai bakal menjadi tonggak penting dalam strategi SIG memperluas pasar internasional, sekaligus meningkatkan daya saing industri semen nasional di tengah tantangan kelebihan kapasitas industri.

Fasilitas ekspor berkapasitas hingga 1 juta ton semen per tahun tersebut akan menjadi basis utama penguatan ekspor SIG, khususnya ke Amerika Serikat (AS), melalui kerja sama strategis antara anak usaha SIG, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, dan Taiheiyo Cement Corporation dari Jepang.

Namun sejak diresmikannya fasilitas tersebut, saham SMGR justru terpantau melemah. Mengutip Stockbit, saham ini ditutup di level 1.550 pada 11 Juni 2026. Sehari berselang, harga saham SMGR rontok 1,29 persen ke level 1.530.

Masih merujuk data Stockbit, selama periode 11-12 Juni 2026, saham SMGR ternyata masih menghadapi tekanan. Hal ini terjadi dari aksi distribusi broker yang kuat dibanding akumulasi.

Broker ZP menjadi pihak yang paling agresif melepas saham SMGR dengan nilai penjualan mencapai Rp8,6 miliar. Nilai tersebut menjadi yang terbesar dibandingkan broker lainnya dalam periode pengamatan.

Aksi jual juga dilakukan broker AG yang mencatatkan distribusi senilai Rp6 miliar. Selanjutnya broker YU melepas saham SMGR dengan nilai Rp4,2 miliar, disusul broker KZ sebesar Rp2,8 miliar dan broker CC senilai Rp2,3 miliar.

Tidak hanya itu, tekanan jual turut datang dari broker LG yang membukukan penjualan Rp523,3 juta.

Broker BB juga tercatat melakukan distribusi senilai Rp210,5 juta, sementara broker AO dan IF masing-masing melepas saham senilai Rp87 juta dan Rp82 juta. Broker DR turut masuk dalam daftar penjual dengan nilai transaksi sebesar Rp39,4 juta.

Dari sisi akumulasi, broker DP menjadi pembeli terbesar dengan nilai akumulasi mencapai Rp3,1 miliar. Posisi berikutnya ditempati YO yang mendatat pembelian Rp2,3 miliar.

Aktivitas akumulasi juga terlihat pada broker AK yang membeli Rp2,2 miliar. Sementara broker BK dan RF turut masuk dalam daftar pembeli terbesar dengan nilai transaksi masing-masing Rp2,1 miliar.

Target SIG di 2026

Sepanjang 2026, SIG menargetkan ekspor sebanyak 450 ribu metrik ton (MT) semen tipe khusus ke Amerika Serikat secara bertahap. 

Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra mengatakan, pengoperasian fasilitas ekspor di Tuban menandai langkah strategis SIG dalam membangun sumber pertumbuhan baru sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok industri bahan bangunan global.

"Momentum peresmian fasilitas ekspor ini membawa SIG pada tujuan utama yaitu menciptakan peluang pertumbuhan, mendukung pembangunan berkelanjutan, dan mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional melalui produk hasil karya anak bangsa,” kata dia dalam keterangannya dikutip, Minggu, 14 Juni 2026.

Ia menambahkan, transformasi SIG tidak hanya berfokus pada penguatan pasar domestik, tetapi juga diarahkan untuk memperbesar kontribusi pasar ekspor guna meningkatkan utilitas produksi dan memperluas peluang bisnis jangka panjang.

“Di tengah kondisi industri domestik yang mengalami kelebihan kapasitas, pelaku usaha termasuk SIG dituntut untuk terus berinovasi dan menjalankan langkah-langkah strategis agar semakin kompetitif dan menjadi pilihan utama pelanggan di tengah persaingan pasar yang ketat,” ujar Indrieffouny Indra.

Adapun, fasilitas ekspor SIG di Tuban dilengkapi teknologi modern untuk mendukung operasional yang efisien dan berkelanjutan. Terminal dengan kapasitas hingga 50.000 DWT tersebut didukung tube conveyor sepanjang 4,1 kilometer, tripper conveyor, serta ship loader berkapasitas 1.000 ton per jam (tph) yang mampu mengirim semen curah langsung dari pabrik menuju kapal di dermaga.

Sementara itu, fasilitas produksinya dilengkapi blending silo system berkapasitas 8.000 ton, clinker silo system berkapasitas 15.000 ton, serta dua cement silo system masing-masing berkapasitas 18.000 ton.

Secara khusus, Indrieffouny Indra menyampaikan apresiasi kepada Taiheiyo Cement Corporation atas sinergi dan kolaborasi strategis yang terjalin antara kedua grup perusahaan.

Menurutnya, kerja sama tersebut tidak hanya memperkuat hubungan ekonomi Indonesia dan Jepang, tetapi juga membuka peluang pengembangan bisnis dan peningkatan kapabilitas bagi kedua pihak.

Komisaris Utama SIG, Sigit Widyawan menegaskan bahwa peresmian fasilitas ekspor ini bukanlah akhir dari pencapaian, melainkan awal dari tantangan baru untuk memaksimalkan fasilitas sebagai motor penggerak pertumbuhan berkelanjutan.

"Menjaga kualitas tetap menjadi prioritas utama untuk meningkatkan daya saing. Setelah itu, aspek efisiensi juga harus terus diperkuat agar semakin kompetitif dan membuka peluang untuk merambah pasar yang lebih luas lagi,” kata Sigit.

Peresmian fasilitas ekspor di Tuban menjadi bagian dari komitmen SIG untuk memperkuat ketahanan bisnis melalui diversifikasi pasar, peningkatan nilai tambah produk, dan penguatan posisi Indonesia sebagai pemain industri semen yang kompetitif di pasar global.  (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Hutama Prayoga

Hutama Prayoga telah meniti karier di dunia jurnalistik sejak 2019. Pada 2024, pria yang akrab disapa Yoga ini mulai fokus di desk ekonomi dan kini bertanggung jawab dalam peliputan berita seputar pasar modal.

Sebagai jurnalis, Yoga berkomitmen untuk menyajikan berita akurat, berimbang, dan berbasis data yang dihimpun dengan cermat. Prinsip jurnalistik yang dipegang memastikan bahwa setiap informasi yang disajikan tidak hanya faktual tetapi juga relevan bagi pembaca.