KABARBURSA.COM – PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR) menjual dua aset pabrik senilai Rp39,02 miliar di Riau kepada entitas terafiliasi, PT Ivo Mas Tunggal (IMT).
Mengutip keterbukaan informasi tanggal 5 Mei 2026, SMAR menjual pabrik kelapa sawit Ujung Tanjung serta pabrik pengolahan inti sawit Libo yang berlokasi di Kabupaten Siak, Riau. Nilai transaksi masing-masing sebesar Rp35,41 miliar dan Rp3,60 miliar, sehingga total mencapai Rp39,02 miliar.
Perseroan menegaskan, transaksi afiliasi yang sesuai dengan POJK 42/2020 ini merupakan bagian dari strategi efisiensi. Meski demikian, transaksi tersebut bukan kategori material karena nilainya di bawah 20 persen dari ekuitas perseroan .
Dalam dokumen tersebut, manajemen SMAR menyebut divestasi dilakukan untuk meningkatkan efisiensi operasional. Lokasi pabrik dinilai tidak lagi strategis karena jauh dari area perkebunan inti perseroan, sehingga pengelolaan menjadi kurang optimal dari sisi logistik dan biaya.
“Manajemen menilai bahwa lokasi yang kurang strategis dan seiring semakin tuanya fasilitas mesin-mesin pada pabrik maka kepemilikan aset tersebut tidak lagi sejalan dengan strategi Perseroan,” tulis manajemen dalam keterbukaan informasi, pada Selasa, 5 Mei 2026.
Aset tersebut sebelumnya juga telah disewakan kepada IMT, yang memiliki operasional perkebunan lebih dekat dengan lokasi pabrik. Dengan demikian, penjualan dinilai sebagai langkah untuk mengoptimalkan pemanfaatan aset sekaligus menghasilkan arus kas tambahan.
Dari sisi penilaian, Kantor Jasa Penilai Publik Sugeng, Irwan, Gunawan & Rekan (SIG) menyatakan bahwa nilai transaksi tersebut berada pada kisaran nilai pasar dan tergolong wajar. Penilai juga menyimpulkan transaksi ini tidak merugikan perseroan maupun pemegang saham .
Pergerakan Saham dan Kinerja
Sementara itu, di pasar saham, SMAR berada di level Rp6.350 per saham pada perdagangan terakhir, turun tipis 0,39 persen dalam sehari. Dalam sepekan, saham ini terkoreksi 3,79 persen.
Namun, dalam jangka lebih panjang, kinerja saham menunjukkan tren positif. Secara bulanan, saham SMAR melonjak sekitar 27 persen, sementara sejak awal tahun (year-to-date) naik 33,12 persen. Dalam setahun terakhir, saham ini telah menguat signifikan hingga 73,97 persen.
Secara fundamental, kinerja SMAR juga menunjukkan perbaikan. Laba bersih kuartal I 2026 tercatat Rp830 miliar, melonjak dibandingkan Rp134 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Secara trailing twelve months (TTM), laba bersih mencapai Rp3,28 triliun.
Dari sisi valuasi, saham SMAR diperdagangkan pada price to earnings ratio (PER) sekitar 5,56 kali, lebih rendah dibanding median IHSG sebesar 8,91 kali. Earnings yield tercatat tinggi di kisaran 17,99 persen, mencerminkan valuasi yang relatif murah.(*)