Logo
>

Sesi I: IHSG di Level 7.102, BRPT Laris Manis

IHSG menguat 0,65 persen pada sesi pertama perdagangan didorong lonjakan sektor transportasi, teknologi, dan barang baku, sementara saham perbankan justru menekan indeks.

Ditulis oleh Yunila Wati
Sesi I: IHSG di Level 7.102, BRPT Laris Manis
BRPT menjadi saham yang membukukan frekuensi transaksi tertinggi sebanyak 73.940 kali dengan nilai transaksi mencapai Rp1,04 triliun. (Foto: dok KabarBursa)

KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup sesi pertama perdagangan Rabu, 6 Mei 2026, di zona hijau dengan kenaikan 45,62 poin atau 0,65 persen ke level 7.102,72. Kenaikan ini didukung oleh melesatnya saham-saham sektor riil dan teknologi lantaran mulai diburu investor.

Data perdagangan menunjukkan nilai transaksi hingga jeda siang mencapai Rp10,47 triliun dengan volume 225,72 juta lot saham dan frekuensi transaksi menyentuh 1,49 juta kali. Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, sebanyak 377 saham menguat, 240 saham melemah, sementara 194 saham bergerak stagnan.

Hampir seluruh sektor menghijau. Sektor transportasi dan logistik menjadi motor utama setelah melesat 2,28 persen. Sementara itu, sektor barang baku ikut menjadi penopang signifikan dengan kenaikan 1,98 persen, diikuti sektor teknologi yang menguat 1,52 persen. 

Di saat yang sama, sektor properti dan real estate turut menguat 1,42 persen, sementara sektor perindustrian naik 1,36 persen. Sektor barang konsumen primer juga bergerak positif dengan penguatan 1,35 persen seiring mulai aktifnya akumulasi pada saham-saham berbasis konsumsi domestik.

Akan tetapi, ada beberapa sektor yang bergerak menguat terbatas. Sektor barang konsumen non-primer naik 0,84 persen, sektor energi bertambah 0,41 persen, dan kesehatan menguat tipis 0,21 persen. 

Hanya sektor keuangan menjadi satu-satunya sektor yang tertekan dengan pelemahan 0,87 persen.

Dari jajaran saham penggerak, DCII menjadi salah satu sorotan terbesar pasar setelah melompat 6.700 poin ke Rp204.950 per saham. Kenaikan saham emiten pusat data ini kembali mengangkat sentimen sektor teknologi yang sejak awal sesi sudah bergerak agresif.

Saham MLPT juga mencatat penguatan signifikan dengan kenaikan Rp3.125 menjadi Rp23.550 per saham. Sementara itu, ABDA ikut menguat Rp840 ke posisi Rp4.650 per saham.

Sebaliknya, beberapa saham berbasis energi dan konglomerasi masih tertekan. Saham ITMG turun Rp800 ke level Rp26.050, sementara SMMA melemah Rp500 menjadi Rp15.500 per saham.

PNGO juga bergerak di zona merah dengan penurunan Rp370 ke level Rp3.530 per saham. Koreksi pada sejumlah saham ini menunjukkan investor masih melakukan rotasi dan profit taking di tengah penguatan pasar yang belum merata sepenuhnya.

Aktivitas perdagangan paling ramai tercatat pada saham Barito Pacific Tbk (BRPT), yang membukukan frekuensi transaksi tertinggi sebanyak 73.940 kali dengan nilai transaksi mencapai Rp1,04 triliun. Pergerakan BRPT kembali menjadi pusat perhatian pasar setelah saham ini aktif diperdagangkan sejak pembukaan.

Selain BRPT, saham ENZO mencatat frekuensi transaksi sebanyak 54.447 kali dan KOTA juga masuk jajaran saham paling aktif diperdagangkan pada sesi pertama. 

Pada indeks LQ45, saham Unilever Indonesia Tbk (UNVR) memimpin penguatan setelah melesat 8,84 persen. Kenaikan UNVR menjadi perhatian karena terjadi di tengah rotasi dana ke saham-saham defensif berbasis konsumsi.

Saham Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) ikut menguat 4,86 persen, sementara ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) naik 4,71 persen. Ketiga saham ini menjadi penopang utama pergerakan indeks LQ45 sepanjang sesi pertama perdagangan.

Di sisi lain, saham Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) menjadi penghuni terbawah LQ45 dengan pelemahan 3,08 persen. Tekanan juga terjadi pada Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) yang turun 2,98 persen dan Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) melemah 2,85 persen.

Secara teknikal, IHSG sempat bergerak di rentang 7.049 hingga 7.127 sepanjang sesi pertama. Level tertinggi intraday di 7.127 menunjukkan dorongan beli sempat cukup kuat, meski pasar masih dibayangi aksi ambil untung pada beberapa saham berbasis komoditas dan keuangan.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79