Logo
>

Konsensus Analis Kompak Sarankan BRIS, Saham Masih Undervalued?

Sebanyak 22 analis merekomendasikan beli saham BRIS di tengah pertumbuhan laba, pembiayaan, dan bisnis emas syariah.

Ditulis oleh Syahrianto
Konsensus Analis Kompak Sarankan BRIS, Saham Masih Undervalued?
Mayoritas analis masih kompak merekomendasikan beli saham BRIS. (Foto: Dok. Kabarbursa.com)

KABARBURSA.COM – Mayoritas analis pasar masih kompak merekomendasikan beli saham PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI (BRIS). Di tengah penguatan fundamental dan ekspansi bisnis emas syariah, valuasi saham BRIS dinilai masih menyimpan ruang kenaikan.

Data konsensus analis di Stockbit yang dihimpun Kabarbursa.com menunjukkan seluruh analis memberikan rekomendasi buy terhadap saham BRIS. Sebanyak 22 analis kompak merekomendasikan beli, tanpa ada rekomendasi hold maupun sell.

Target harga rata-rata analis untuk BRIS berada di level Rp3.108 per saham. Angka tersebut jauh di atas harga pasar saat ini yang berada di kisaran Rp1.815.

Adapun target tertinggi analis mencapai Rp4.000 per saham, sedangkan target terendah berada di level Rp2.800. Dengan posisi harga saat ini, saham BRIS masih diperdagangkan jauh di bawah rata-rata target konsensus.

Dari sisi fundamental, proyeksi kinerja BRIS juga masih menunjukkan tren pertumbuhan dalam dua tahun ke depan. Konsensus analis memperkirakan pendapatan BRIS pada 2026 mencapai Rp29,61 triliun, naik dari realisasi 2025 sebesar Rp28,26 triliun.

Laba operasional diproyeksikan meningkat menjadi Rp11,09 triliun pada 2026 dari Rp10,00 triliun pada 2025. Sementara laba bersih diperkirakan tumbuh menjadi Rp8,65 triliun dari Rp7,56 triliun.

Untuk 2027, pendapatan BRIS diperkirakan kembali naik menjadi Rp33,57 triliun. Laba operasional diproyeksikan mencapai Rp12,57 triliun, sedangkan laba bersih diperkirakan menembus Rp9,97 triliun.

Konsensus juga memperkirakan laba per saham atau earnings per share (EPS) BRIS naik dari 164,05 pada 2025 menjadi 188,03 pada 2026 dan kembali meningkat ke level 216,60 pada 2027.

Fundamental BRIS Masih Tumbuh

Kinerja fundamental BRIS sepanjang 2025 juga masih menunjukkan pertumbuhan positif. BSI membukukan laba bersih sebesar Rp7,57 triliun sepanjang 2025, naik 8,02 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp7,00 triliun.

Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo mengatakan pencapaian tersebut ditopang pertumbuhan berbagai indikator utama perusahaan secara berkelanjutan. Menurut dia, penguatan layanan digital hingga jaringan cabang menjadi salah satu motor pertumbuhan perseroan.

“Tentu saja ini semua merupakan hasil dari channel-channel digital dan juga channel-channel di cabang,” ujar Anggoro dalam Konferensi Pers Kinerja Tahun 2025 BSI secara daring, Jumat, 6 Februari 2026.

Dari sisi intermediasi, pembiayaan BRIS tumbuh dua digit sebesar 14,49 persen secara tahunan menjadi Rp319 triliun. Sementara penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) meningkat 16,20 persen menjadi Rp380 triliun.

Ekspansi digital juga menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan bisnis BRIS. Pengguna aplikasi BYOND by BSI melonjak 157 persen dengan total pengguna mencapai 5,9 juta nasabah hingga akhir 2025.

Selain memperkuat layanan digital, BRIS juga terus memperluas jaringan layanan fisik. Hingga Desember 2025, BRIS memiliki sekitar 6.000 unit ATM/CRM, 21.000 mesin EDC, 126 ribu Agen BSI, dan 1.049 kantor cabang termasuk kantor cabang pembantu.

Pencapaian tersebut memperkuat posisi BRIS sebagai salah satu bank syariah terbesar di Indonesia di tengah pertumbuhan industri keuangan syariah nasional.

Selain digitalisasi, BRIS juga terus memperkuat bisnis emas syariah yang belakangan menjadi salah satu sumber pertumbuhan baru perseroan. Langkah tersebut semakin agresif setelah BSI memperoleh izin bullion bank atau bank emas.

Manajemen menilai bisnis emas menjadi salah satu peluang besar di tengah kondisi ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian. Tren masyarakat yang mulai menjadikan emas sebagai instrumen lindung nilai dinilai ikut menopang pertumbuhan bisnis BRIS ke depan.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Syahrianto

Jurnalis ekonomi yang telah berkarier sejak 2019 dan memperoleh sertifikasi Wartawan Muda dari Dewan Pers pada 2021. Sejak 2024, mulai memfokuskan diri sebagai jurnalis pasar modal.

Saat ini, bertanggung jawab atas rubrik "Market Hari Ini" di Kabarbursa.com, menyajikan laporan terkini, analisis berbasis data, serta insight tentang pergerakan pasar saham di Indonesia.

Dengan lebih dari satu tahun secara khusus meliput dan menganalisis isu-isu pasar modal, secara konsisten menghasilkan tulisan premium (premium content) yang menawarkan perspektif kedua (second opinion) strategis bagi investor.

Sebagai seorang jurnalis yang berkomitmen pada akurasi, transparansi, dan kualitas informasi, saya terus mengedepankan standar tinggi dalam jurnalisme ekonomi dan pasar modal.