Logo
>

SOHO Perpanjang Kredit dari BCA, Likuiditas Dipertebal

Fasilitas kredit Rp150 miliar hingga bank garansi Rp450 miliar diperpanjang, memberi ruang likuiditas baru di tengah dinamika kebutuhan operasional sektor farmasi.

Ditulis oleh Yunila Wati
SOHO Perpanjang Kredit dari BCA, Likuiditas Dipertebal
BCA berikan perpanjangan fasilitasi kredit kepada SOHO, yang diperuntukkan sebagai tambahan modal dan operasional perusahaan. (Foto: dok Soho Global Health)

KABARBURSA.COM –PT Soho Global Health Tbk (SOHO) baru saja mendapat perpanjangan kredit dari PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Perpanjangan ini datang pada momentum ketika kebutuhan likuiditas di sektor kesehatan masih bergerak dinamis. 

Kali ini, nilai fasilitas yang diperbarui mencakup pinjaman bergulir hingga Rp150 miliar, bank garansi Rp450 miliar, serta letter of credit sebesar USD3,2 juta. Struktur pembiayaan ini tidak hanya berbasis kas, tetapi juga mendukung aktivitas perdagangan dan distribusi.

Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan pada 2 April 2026, manajemen SOHO menjelaskan bahwa perubahan perjanjian ini merupakan revisi pertama dari fasilitas yang telah berjalan sebelumnya. 

Senior Executive Vice President SOHO Yuliana Tjhai, menandatangani dokumen tersebut sebagai bagian dari kewajiban pelaporan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Nilai transaksi diklasifikasikan sebagai Transaksi Material karena berada di atas 20 persen namun di bawah 50 persen dari ekuitas. Hal ini telah sesuai dengan POJK 17/2020.

Dari Modal hingga Operasional

Struktur fasilitas yang diperpanjang memperlihatkan pembagian fungsi yang berbeda di dalam operasional. Pinjaman bergulir Rp150 miliar berperan langsung dalam mendukung kebutuhan modal kerja harian. 

Sementara bank garansi Rp450 miliar dan letter of credit USD3,2 juta lebih terkait dengan aktivitas pengadaan, distribusi, serta transaksi lintas pihak dalam rantai pasok farmasi.

Manajemen menyatakan bahwa fleksibilitas menjadi aspek utama dari perpanjangan ini, terutama dalam hal penarikan dana. Fasilitas yang bersifat revolving memungkinkan SOHO untuk menggunakan sebagian atau seluruh plafon sesuai kebutuhan operasional. 

Skema ini secara struktural menjaga ruang likuiditas tanpa harus langsung meningkatkan beban utang secara penuh di awal periode.

Dari sisi regulasi, transaksi ini juga dikategorikan sebagai fakta material sesuai POJK 45/2024. Artinya, informasi tersebut dinilai memiliki potensi mempengaruhi harga saham maupun keputusan investasi di Bursa Efek Indonesia (BEI). 

Klasifikasi ini menempatkan perpanjangan fasilitas kredit bukan sekadar aktivitas administratif, tetapi bagian dari informasi yang wajib diperhatikan oleh pelaku pasar.

Plafon Pinjaman Kas Naik Tiga Kali Lipat

Jika dilihat dari komposisi fasilitas, porsi terbesar berada pada bank garansi yang mencapai Rp450 miliar. Nilai ini tiga kali lipat dari plafon pinjaman kas, yang mengindikasikan kebutuhan jaminan transaksi dalam jumlah signifikan di dalam operasional SOHO dan entitas anak. 

Bank garansi umumnya digunakan untuk menjamin kewajiban pembayaran atau kontrak, terutama dalam distribusi produk farmasi yang melibatkan banyak mitra.

Sementara itu, keberadaan letter of credit senilai USD3,2 juta menunjukkan adanya eksposur terhadap transaksi impor atau perdagangan internasional. Instrumen ini lazim digunakan dalam pengadaan bahan baku farmasi atau produk jadi dari luar negeri. 

Dengan demikian, fasilitas tersebut tidak hanya berkaitan dengan pasar domestik, tetapi juga terhubung dengan aktivitas perdagangan global.

Perpanjangan fasilitas ini juga memperlihatkan hubungan pembiayaan yang berkelanjutan antara SOHO dan BCA. Tidak adanya kewajiban penggunaan penilai independen maupun persetujuan RUPS menunjukkan bahwa transaksi berada dalam kategori yang diperbolehkan secara langsung oleh regulasi. 

Hal ini menandakan bahwa struktur kredit yang digunakan telah memenuhi standar yang ditetapkan dalam ketentuan pasar modal.

Dalam pernyataan resminya, manajemen menegaskan bahwa fasilitas ini ditujukan untuk menjaga keberlanjutan usaha. Penekanan diberikan pada fleksibilitas penarikan dana serta kesiapan likuiditas dalam menghadapi kebutuhan operasional yang berkembang. 

Pernyataan tersebut disampaikan dalam konteks pengelolaan kas dan pembiayaan jangka pendek hingga menengah.

Di sisi lain, industri farmasi dan kesehatan masih bergerak dalam pola permintaan yang berlapis, baik dari sektor distribusi obat, suplemen, maupun layanan kesehatan lainnya. Aktivitas operasional yang mencakup pengadaan, produksi, dan distribusi membutuhkan dukungan pembiayaan yang stabil. 

Dalam konteks ini, fasilitas kredit menjadi salah satu instrumen utama untuk menjaga kelancaran siklus bisnis.

Dengan total plafon yang mencapai kombinasi rupiah dan dolar, struktur pembiayaan SOHO mencerminkan kebutuhan operasional yang tidak hanya bergantung pada satu jenis instrumen. Penggunaan berbagai fasilitas menunjukkan adanya diversifikasi dalam pengelolaan likuiditas. 

Data yang disampaikan dalam keterbukaan informasi menjadi dasar bagi pelaku pasar dalam membaca posisi pembiayaan perusahaan di tengah dinamika sektor kesehatan.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79