Logo
>

Sphere Corp Bawa Kabar Baik di Awal Tahun, Saham UNTR Ngegas

Masuknya Sphere Corp ke proyek nikel HPAL dibaca pasar sebagai katalis strategis, mendorong akumulasi saham UNTR secara bertahap dengan dukungan broker asing dan struktur teknikal yang solid.

Ditulis oleh Yunila Wati
Sphere Corp Bawa Kabar Baik di Awal Tahun, Saham UNTR Ngegas
Aktivitas pekerja di PT United Tractors Tbk (Foto: Dok. United Tractors)

KABARBURSA.COM – Sphere Corp bawa kabar baik bagi PT United Tractors tbk, dengan kode saham UNTR. Perusahaan asal Korea Selatan ini berencana mengakuisisi 10 persen saham di proyek HPAL Excelsior Nickel Cobalt di Indonesia. Valuasinya fantastis, yaitu USD2,4 miliar.

Sphere Corp merupakan perusahaan yang menjadi pemasok alloy khusus untuk Space X, milik Ellon Musk. Saham nantinya dibeli oleh Spere dari Decent Resources yang berbasis di Hong Kong. Sementara, Nickel Industries, yang merupakan entitas usaha UNTR, masih tetap memegang 44 persen saham di proyek tersebut. Sphere nantinya akan menyerap porsi 10 persen nikel miliknya sebagai material katoda serta telah menandatangani perjanjian offtake menggunakan harga pasar untuk volume tambahan di luar porsi kepemilikannya tadi.

Bagi pasar, ini berarti eksposur UNTR ke nikel tidak lagi semata bersifat siklikal, tetapi semakin terikat ke rantai pasok kendaraan listrik dan teknologi tinggi.

Walau transaksi terjadi di level entitas usaha, respons harga saham PT United Tractors Tbk (UNTR) menunjukkan bahwa pelaku pasar menangkap sinyal ini sebagai katalis strategis jangka menengah, bukan sekadar transaksi portofolio.

Dari sisi chart harian, UNTR sedang berada dalam tren naik yang rapi dan terkontrol. Harga ditutup di 30.100, naik 2,03 persen dalam satu hari. Dan kini, UNTR bergerak konsisten di area atas setelah berhasil mempertahankan kenaikan sejak paruh kedua 2025. 

Pola pergerakannya menunjukkan karakter higher high dan higher low, tanpa adanya lonjakan volatilitas ekstrem. Artinya, ada akumulasi yang berlangsung bertahap, bukan euforia sesaat. 

Area 29.000–29.500 terlihat sudah menjadi basis kuat, sementara harga saat ini sedang menguji area psikologis 30.000 dengan relatif stabil.

Volume Bergerak Terukur, Bid Menebal

Volume perdagangan mendukung narasi tersebut. Aktivitas transaksi harian berada di kisaran 29 ribu lot, dengan nilai transaksi sekitar Rp878 miliar dan frekuensi 4.342 kali. Volume tidak meledak, tetapi konsisten mengikuti kenaikan harga. 

Ini biasanya menjadi ciri saham yang dikoleksi secara terukur, bukan digoreng. Tidak terlihat pola distribusi besar di puncak, melainkan perpindahan saham yang sehat.

Jika masuk ke orderbook, struktur antrean memperlihatkan keseimbangan yang cenderung condong ke sisi beli. Di level 30.100, antrean bid relatif tebal dan berlapis, sementara sisi offer berada rapat di kisaran 30.125–30.250. 

Artinya, setiap kali harga naik, suplai memang muncul, tetapi langsung diserap. Kondisi ini mencerminkan pasar yang siap menerima harga lebih tinggi, dengan buyer tidak terlalu menunggu koreksi dalam. Spread yang rapat juga menandakan likuiditas tinggi dan minat aktif dari pelaku besar.

Sinyal yang paling menarik justru datang dari broker summary. Pada perdagangan 2 Januari 2026, terlihat jelas bahwa broker asing dan institusi besar menjadi motor utama akumulasi. AK (UBS Sekuritas) mencatat beli bersih sekitar Rp28,5 miliar dengan harga rata-rata di kisaran 29.986, diikuti YU (CGS International) dengan net buy hampir Rp20 miliar di area harga yang sama. 

Kehadiran BK (JP Morgan Sekuritas) di sisi beli, meski lebih kecil, memperkuat indikasi bahwa aliran dana institusional asing sedang masuk.

Di sisi jual, tekanan tidak datang dari broker yang sama. Penjual utama justru tersebar dan tidak terkonsentrasi. Tidak ada distribusi agresif dari pelaku besar. Pola seperti ini biasanya menunjukkan fase early-to-mid accumulation, di mana saham dikoleksi sebelum cerita fundamental sepenuhnya tercermin dalam valuasi.

Dibaca secara keseluruhan, pergerakan UNTR saat ini mencerminkan respon pasar yang rasional dan institusional. Harga bergerak naik dengan struktur teknikal yang sehat, orderbook menunjukkan penyerapan yang konsisten, dan broker summary mengonfirmasi bahwa saham ini sedang dikoleksi oleh pemain besar, terutama asing. 

Selama area 29.000 tetap terjaga dan tidak muncul distribusi masif, katalis Sphere Corp. berpotensi menjadi bahan bakar lanjutan bagi UNTR untuk menguji level-level yang lebih tinggi secara bertahap, bukan melalui lonjakan tajam, tetapi lewat akumulasi yang disiplin.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79