KABARBURSA.COM - PT Sunson Textile Manufacturer Tbk (SSTM) mencatat kenaikan rugi bersih sepanjang tahun 2025. Kenaikan rugi bersih ini terjadi di tengah lonjakan harga saham perseroan yang melesat tajam hingga akhir tahun.
Melansir dari laporan tahunan SSTM di keterbukaan informasi publik, rugi tahun berjalan SSTM naik menjadi Rp19,075 miliar pada 2025 dari rugi Rp17,985 miliar pada 2024.
Pada saat yang sama, penjualan bersih perseroan turun menjadi Rp224,459 miliar pada 2025 dibandingkan Rp235,863 miliar pada tahun sebelumnya. Dalam laporan direksi, perseroan menyebut capaian kinerja perusahaan sepanjang 2025 menunjukkan penurunan.
“Capaian kinerja perseroan pada tahun 2025 menunjukkan penurunan. Tahun 2025, Laba/rugi tahun berjalan perseroan pada tahun 2025 dan 2024 tercatat rugi sebesar Rp. 19,075 juta dan rugi sebesar Rp. 17,986 juta,” kata Direktur Utama SSTM, Purmawan Suriadi, dalam keterbukaan informasi publik, Jumat, 15 Mei 2026.
Meski kinerja keuangan masih tertekan, harga saham SSTM justru mengalami kenaikan signifikan sepanjang 2025. Berdasarkan data perdagangan saham perseroan, harga saham penutupan SSTM pada akhir Desember 2025 tercatat di level Rp2.500 per saham, naik dari posisi akhir 2024 sebesar Rp258 per saham.
Lonjakan harga saham tersebut turut mengerek kapitalisasi pasar perusahaan menjadi Rp7,864 triliun pada 2025.
Data Stockbit menunjukkan valuasi saham SSTM masih berada di level premium meski perseroan membukukan rugi bersih. Current price to book value (PBV) saham SSTM tercatat sebesar 3,37 kali, sedangkan price to sales ratio (PSR) berada di level 2,47 kali. Sementara current PE ratio (TTM) tercatat negatif 35,60 kali seiring kondisi laba bersih yang masih minus.
Di sisi lain, earning yield perseroan tercatat minus 2,81 persen dengan EV to EBITDA mencapai 240,67 kali. Adapun current EPS (TTM) tercatat negatif 16,29.
Berdasarkan data performa harga saham di Stockbit, saham SSTM masih mencatat kenaikan 264,78 persen dalam setahun terakhir. Namun, dalam jangka pendek pergerakan saham mulai melemah, dengan koreksi 23,18 persen dalam satu bulan dan turun 62,82 persen dalam tiga bulan terakhir.
Sepanjang 2025, aktivitas perdagangan saham SSTM juga meningkat. Total volume perdagangan saham perseroan di pasar reguler mencapai 151,888 juta saham dengan nilai transaksi Rp84,038 miliar dan frekuensi perdagangan sebanyak 74.747 kali.
Sementara itu, total aset perseroan tercatat turun menjadi Rp367,029 miliar pada 2025 dari Rp397,552 miliar pada 2024. Jumlah ekuitas juga turun menjadi Rp201,252 miliar dibandingkan Rp219,810 miliar pada tahun sebelumnya.
Dalam laporan tahunan yang disampaikan melalui keterbukaan informasi publik, manajemen menyebut kondisi industri tekstil masih menghadapi tekanan persaingan yang ketat serta tantangan global.(*)