Logo
>

AK Rajin Belanja Tiga Hari Bursa, Saham ini Jadi Koleksi

UBS Sekuritas Indonesia aktif mengakumulasi saham energi dan otomotif, namun melakukan distribusi pada saham bank jumbo dan telekomunikasi.

Ditulis oleh Syahrianto
AK Rajin Belanja Tiga Hari Bursa, Saham ini Jadi Koleksi
Aktivitas transaksi broker AK menunjukkan rotasi besar pada saham energi, otomotif, dan perbankan. (Foto: Dok. Kabarbursa.com)

KABARBURSA.COM – Aktivitas transaksi broker AK atau UBS Sekuritas Indonesia menjadi perhatian pasar dalam tiga hari perdagangan terakhir, Senin, 11–Rabu, 13 Mei 2026. 

Data broker activity menunjukkan AK aktif melakukan pembelian pada sejumlah saham energi, otomotif, hingga emiten grup Prajogo Pangestu, sementara pada saat yang sama juga tercatat melepas beberapa saham perbankan dan telekomunikasi berkapitalisasi besar.

Berdasarkan data Stockbit yang dihimpun Kabarbursa.com, saham PT Astra International Tbk (ASII) menjadi saham dengan nilai pembelian terbesar oleh AK dalam periode tersebut. Nilai beli ASII mencapai Rp50,3 miliar dengan volume 86.613 lot di harga rata-rata Rp5.853 per saham.

Selain ASII, broker AK juga aktif mengakumulasi saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) senilai Rp47,9 miliar. Transaksi tersebut dilakukan dengan volume 189.016 lot di harga rata-rata Rp2.519.

Pergerakan lain yang cukup menonjol terlihat pada saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN). AK tercatat melakukan pembelian senilai Rp42,2 miliar terhadap saham emiten energi terbarukan milik Prajogo Pangestu tersebut dengan volume 126.011 lot di harga rata-rata Rp3.460.

Saham lain yang juga masuk dalam daftar akumulasi AK adalah PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) sebesar Rp41,7 miliar, PT United Tractors Tbk (UNTR) Rp38,1 miliar, dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) Rp30,7 miliar.

Untuk TPIA, nilai pembelian dilakukan melalui 65.839 lot dengan harga rata-rata Rp4.779 per saham. Aktivitas tersebut berlangsung di tengah tekanan yang masih membayangi saham-saham grup Barito setelah perubahan komposisi indeks MSCI.

AK juga tercatat mengoleksi saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) senilai Rp19,6 miliar, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) Rp19,5 miliar, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) Rp19,3 miliar, dan PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) Rp16,8 miliar.

Di sisi lain, broker AK melakukan penjualan cukup besar pada sejumlah saham unggulan. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi saham dengan nilai jual terbesar mencapai Rp197,8 miliar dengan volume 323.651 lot di harga rata-rata Rp6.110.

AK juga tercatat melepas saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) senilai Rp114,1 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) Rp81,4 miliar, serta PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) sebesar Rp63,2 miliar.

Tekanan jual lainnya muncul pada saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) senilai Rp48,6 miliar, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) Rp38,6 miliar, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) Rp36,8 miliar, dan PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) Rp36,1 miliar.

Data broker activity chart juga menunjukkan perubahan arah transaksi AK sejak 11 Mei 2026. Sejumlah saham seperti ASII, ADRO, dan BREN memperlihatkan tren akumulasi yang terus meningkat hingga akhir periode perdagangan 13 Mei 2026.

Sementara itu, grafik transaksi BBCA, TLKM, dan BBRI justru menunjukkan kecenderungan distribusi atau penurunan posisi bersih transaksi. 

Pergerakan tersebut terjadi di tengah volatilitas pasar yang masih tinggi pasca-penyesuaian indeks MSCI dan rotasi dana asing di sejumlah saham berkapitalisasi besar.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Syahrianto

Jurnalis ekonomi yang telah berkarier sejak 2019 dan memperoleh sertifikasi Wartawan Muda dari Dewan Pers pada 2021. Sejak 2024, mulai memfokuskan diri sebagai jurnalis pasar modal.

Saat ini, bertanggung jawab atas rubrik "Market Hari Ini" di Kabarbursa.com, menyajikan laporan terkini, analisis berbasis data, serta insight tentang pergerakan pasar saham di Indonesia.

Dengan lebih dari satu tahun secara khusus meliput dan menganalisis isu-isu pasar modal, secara konsisten menghasilkan tulisan premium (premium content) yang menawarkan perspektif kedua (second opinion) strategis bagi investor.

Sebagai seorang jurnalis yang berkomitmen pada akurasi, transparansi, dan kualitas informasi, saya terus mengedepankan standar tinggi dalam jurnalisme ekonomi dan pasar modal.