KABARBURSA.COM – Emiten sektor makanan dan minuman, PT Lovina Beach Brewery Tbk (STRK) resmi menembus pasar global dengan melakukan ekspor perdana produk wiski premiumnya, Libarron, ke Singapura.
Langkah tersebut menjadi tonggak penting transformasi perseroan dari produsen lokal berbasis Bali menjadi pemain dengan ambisi internasional.
Dalam siaran pers yang dirilis pada Selasa, 31 Maret 2026, nilai ekspor tahap awal tersebut mencapai sekitar Rp5 miliar. Singapura dipilih sebagai negara tujuan pertama karena dinilai memiliki pasar minuman premium yang kuat sekaligus berperan sebagai hub perdagangan regional yang membuka akses distribusi lebih luas ke pasar internasional.
“Langkah ekspor ini menjadi tonggak penting bagi Perseroan dalam memasuki pasar internasional sekaligus memperluas jangkauan distribusi,” tulis manajemen pada Selasa, 31 Maret 2026.
Perseroan melihat bahwa citra Bali sebagai destinasi wisata kelas dunia menjadi nilai tambah signifikan dalam membangun positioning produk di pasar global. Identitas tropis dan budaya autentik Bali dinilai mampu menarik minat konsumen internasional, terutama pada segmen minuman kerajinan atau craft beverage yang tengah naik daun.
Produk unggulan Libarron dikembangkan dengan pendekatan unik yang menggabungkan teknik distilasi khas Skotlandia dengan kondisi alam Bali. Proses produksinya melalui tahapan fermentasi dan distilasi yang presisi, serta menggunakan metode precision aging untuk menghasilkan karakter rasa yang halus dan kompleks.
Keunikan lain terletak pada pemanfaatan faktor lingkungan seperti suhu panas, tingkat kelembapan, hingga energi vulkanik Bali yang mempercepat interaksi antara cairan wiski dengan tong kayu Limousin French oak. Pendekatan ini menghasilkan profil rasa yang khas dan berbeda dari wiski konvensional.
“Libarron adalah whisky Skotlandia pertama yang diciptakan di Bali, dengan karakter smooth, berani dan artistik,” jelas manajemen.
Tidak hanya dari sisi rasa, Libarron juga mencatatkan prestasi dengan meraih Rekor Muri sebagai wiski lokal pertama yang berkolaborasi dengan Museum Van Gogh. Edisi terbatas Libarron Whisky x Van Gogh Starry Night diproduksi sebanyak 1.889 botol, memperkuat citra eksklusivitas produk tersebut di pasar premium.
Selain fokus pada wiski, perseroan juga memperluas portofolio produk melalui peluncuran CLARISSA Liqueur dan COCO BALI Ready-to-Drink (RTD). CLARISSA menyasar segmen perempuan dengan karakter rasa yang lebih lembut, menggunakan bahan khas Bali seperti kelapa kopyor dan salak pondoh emas. Sementara COCO BALI RTD dirancang untuk gaya hidup modern dengan kadar alkohol lebih rendah serta rasa yang lebih ringan dan segar.
Strategi jangka panjang perseroan menitikberatkan pada penguatan portofolio minuman premium dengan identitas lokal yang kuat. Fasilitas produksi di Bali menjadi elemen penting untuk menjaga keaslian dan kualitas produk, sekaligus memperkuat storytelling yang menjadi daya tarik utama di pasar global.
Setelah Singapura, perseroan menargetkan ekspansi lanjutan ke sejumlah pasar strategis di Asia seperti Hong Kong, Jepang, hingga China. Distribusi akan difokuskan pada hotel berbintang lima serta bar premium, seiring meningkatnya tren konsumsi minuman craft yang mengedepankan keunikan dan kualitas.
Manajemen optimistis ekspansi internasional ini akan berdampak positif terhadap kinerja keuangan. Perseroan menargetkan pertumbuhan pendapatan pada 2026 bisa mencapai hingga dua kali lipat dibandingkan realisasi sepanjang 2025, seiring dengan peningkatan penetrasi pasar dan diversifikasi produk.
Bebarengan dengan rencana ekspansi ini menilik data perdagangan sahamnya, STRK saat ini berada di kisaran 103 per lembarnya. Jika selama tiga bulan kebelakang, saham STRK cenderung mengalami bearish dari harga sebelumnya mencapai 222 per lembar.(*)