KABARBURSA.COM – PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk, berkode saham PANI, baru saja menyuntikkan modal usaha sebesar Rp600 miliar kepada tida entitas anaknya, yaitu PT Panorama Eka Tunggal (PET), PT Cahaya Inti Sentosa (CISN), dan PT Karunia Utama Selaras (KUS). Adapun dana yang digunakan berasal dari hasil right issue III yang baru saja diselesaikan Perseroan.
Right issue III PANI dilakukan pada 12-18 Desember 2025, berhasil menghinpun dana fantastis senilai Rp15,7 triliun. Saat itu, PANI menerbitkan 1,21 miliar sahan baru di harga Rp12.975 per lembar.
Dari total tersebut, sekitar Rp14,6 triliun dipergunakan untuk mengakuisisi 44,1 saham PT Bangun Kosambi Sukses (CBDK) untuk mengembangkan Kawasan PIK 2. Sisanya, dipakai untuk anak usaha PET, CISN, dan KUS.
Dalam hal ini, suntikan Rp600 miliar konsisten dengan narasi penggunaan dana rights issue yang disampaikan sejak awal. Tidak ada deviasi penggunaan dana, tidak ada perubahan tujuan, dan tidak ada tambahan beban pendanaan baru.
Dana yang dialirkan bukan berasal dari utang maupun kas operasional lama, melainkan dari ekuitas segar yang memang diniatkan untuk ekspansi. Ini penting, karena berarti rasio leverage PANI secara konsolidasi tidak tertekan oleh aksi ini.
Jika dilihat dari karakter bisnis ketiga entitas anak tersebut, langkah ini juga masuk akal secara operasional. PET, CISN, dan KUS merupakan kendaraan proyek untuk pengembangan real estat berskala besar di kawasan Pantai Indah Kapuk 2.
Proyek properti dengan skala kawasan terpadu seperti PIK2 bersifat padat modal di fase awal, terutama untuk land development, infrastruktur internal, dan penyiapan kavling. Penyertaan modal menjadi instrumen paling efisien dibanding pinjaman, karena memberi fleksibilitas arus kas dan tidak membebani proyek dengan kewajiban bunga sejak dini.
Corporate Secretary PANI Christy Grassela, mengatakan transaksi ini tidak menimbulkan dampak material terhadap operasional, hukum, maupun kelangsungan usaha, juga dapat diuji dari sisi pengendalian.
Penyertaan modal dilakukan ke entitas anak yang sudah dikendalikan penuh atau mayoritas, sehingga tidak mengubah struktur kepemilikan maupun kontrol. Tidak ada dilusi tambahan, tidak ada perubahan pemegang saham pengendali, dan tidak ada risiko konsolidasi yang bersifat non-linear.
Dari perspektif sentimen pasar, aksi ini cenderung netral ke positif, dengan catatan penting. Netral karena pasar pada dasarnya sudah “mengantisipasi” bahwa sebagian sisa dana rights issue akan mengalir ke anak usaha proyek.
Selain itu, suntikan modal ini memperkuat pesan bahwa fokus PANI pasca-rights issue adalah akselerasi pengembangan PIK2, bukan sekadar restrukturisasi kepemilikan melalui akuisisi CBDK. Dengan kata lain, PANI tidak berhenti di fase akuisisi aset, tetapi langsung masuk ke fase monetisasi dan pengembangan.
Namun, ada juga sentimen implisit yang perlu dicermati. Besarnya porsi dana rights issue yang dialokasikan ke akuisisi CBDK—sekitar 93 persen—menyisakan ruang likuiditas yang relatif ketat untuk kebutuhan lain.
Suntikan Rp600 miliar ini kemungkinan besar adalah “batch awal”, bukan akhir dari kebutuhan modal anak usaha. Artinya, pasar akan mulai menilai apakah ke depan PET, CISN, dan KUS mampu menghasilkan arus kas operasional, atau justru membutuhkan tambahan modal lagi dalam horizon menengah.
Secara keseluruhan, aksi PANI menyuntik Rp600 miliar ke anak usaha lolos uji konsistensi data, logika pendanaan, dan narasi strategis. Tidak ada sinyal distress, tidak ada indikasi tambal sulam kas, dan tidak ada perubahan pengendalian.
Ini adalah langkah eksekusi dari rencana besar rights issue, dengan implikasi bahwa fokus berikutnya adalah kecepatan pembangunan dan realisasi proyek PIK2—area yang akan menjadi penentu utama sentimen saham PANI setelah euforia rights issue mereda.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.