KABARBURSA.COM – Aliran dana asing kembali masuk ke pasar saham Jepang. Gelontoran dana jumbo ini menandai pembalikan arah setelah tiga pekan berturut-turut mengalami tekanan jual di tengah gejolak pasar global.
Berdasarkan laporan Reuters pada 9 April 2026, investor asing mencatatkan pembelian bersih sebesar 2,96 triliun yen atau setara USD18,65 miliar di pasar saham Jepang.
Sebelumnya, dalam tiga pekan hingga akhir Maret, investor global tercatat melakukan aksi jual bersih sekitar 7,37 triliun yen.
Kembalinya arus dana ini terjadi seiring meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, setelah munculnya harapan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran.
Reuters pada 8 April 2026 melaporkan sentimen pasar global membaik seiring ekspektasi normalisasi distribusi energi, yang sebelumnya terganggu akibat konflik.
Penurunan tajam harga minyak turut menjadi faktor pendorong utama. Harga minyak mentah dunia dilaporkan turun lebih dari 13-16 persen dalam waktu singkat. Harga ini mengurangi tekanan inflasi global dan meningkatkan minat investor terhadap aset berisiko, termasuk saham di kawasan Asia seperti Jepang.
Meski demikian, pelaku pasar belum sepenuhnya menganggap kondisi ini sebagai pemulihan yang stabil. Reuters mencatat bahwa investor melihat adanya kelegaan di pasar, namun ketidakpastian masih tetap membayangi arah pergerakan selanjutnya.
“Investor melihat adanya kelegaan, tetapi ketidakpastian masih tetap ada,” demikian dikutip dari laporan Reuters, 7 April 2026.
Selain faktor geopolitik dan harga energi, pergerakan dana asing juga dipengaruhi oleh penyesuaian portofolio global yang lazim terjadi pada akhir tahun fiskal Jepang di bulan Maret.
Faktor ini kerap memicu volatilitas arus dana dalam jangka pendek. Kombinasi antara meredanya risiko geopolitik, turunnya harga energi, serta faktor teknikal pasar mendorong investor kembali masuk ke saham Jepang, setelah sebelumnya cenderung mengambil posisi defensif di tengah ketidakpastian global.(*)