KABARBURSA.COM - Pada penutupan perdagangan terakhir, Jumat, 20 Februari 2026, IHSG berada di level 8.271,77 atau melemah 2,31 poin setara 0,03 persen dari penutupan sebelumnya 8.274,08.
Sepanjang sesi, indeks dibuka di 8.300,22, sempat menyentuh level tertinggi 8.328,42 dan terendah 8.236,75, dengan aktivitas transaksi pasar reguler mencapai 427,25 juta lot bernilai sekitar Rp18,88 triliun dan frekuensi 2,90 juta kali.
Pada seluruh pasar, volume tercatat 458,23 juta lot dengan nilai Rp20,39 triliun dan frekuensi 2,91 juta kali. Data juga menunjukkan nilai beli asing dan jual asing masing-masing sekitar Rp5,1 triliun pada sesi tersebut.
Mengacu pada skenario teknikal, pergerakan IHSG untuk perdagangan Senin, 23 Februari 2026, dibaca melalui dua area kunci. Pada skenario yang disebut sebagai best case, selama IHSG mampu bertahan di atas 8.170, ruang pergerakan indeks masih dibuka menuju rentang 8.440–8.503.
Namun, apabila indeks kehilangan area bertahan tersebut, proyeksi koreksi yang diwaspadai berada pada kisaran 8.059–8.119. Pada kerangka level harian yang disertakan, area support yang dicatat berada di 8.170 dan 8.025, sementara area resistance berada di 8.408 dan 8.596.
Dengan posisi penutupan 8.271,77, IHSG berada di atas support 8.170 dan masih di bawah resistance 8.408, sehingga fokus pemantauan pergerakan berikutnya berada pada respons indeks terhadap dua batas tersebut.
Rekomendasi Saham MNC Sekuritas
Sementara itu, MNC Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham untuk diperdagangkan esok hari, dengan strateginya masing-masing.
Blue Bird Tbk (BIRD) ditempatkan pada strategi speculative buy setelah menguat 0,57 persen ke 1.750, dengan area beli 1.725–1.740, target 1.765 dan 1.785, serta batas risiko disebut berada di bawah 1.710.
Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) berada pada strategi buy on weakness setelah menguat 0,47 persen ke 1.060 namun dicatat belum menembus MA20, dengan area akumulasi 985–1.035, target 1.120 dan 1.225, serta stoploss di bawah 900.
Vale Indonesia Tbk (INCO) juga masuk buy on weakness setelah naik 0,73 persen ke 6.900 dan disertai volume pembelian, dengan area beli 6.425–6.775, target 7.225 dan 7.625, serta stoploss di bawah 6.350.
PAM Mineral Tbk (NICL) ditempatkan pada buy on weakness setelah terkoreksi 4,38 persen ke 1.200 dan disebut belum mampu menembus MA60, dengan area beli 1.100–1.170, target 1.375 dan 1.470, serta stoploss di bawah 1.040.
Dengan seluruh data tersebut, arah pembacaan esok hari mengikuti parameter yang sudah ditetapkan dalam skenario IHSG dan level-level pada masing-masing saham, terutama respons indeks di area 8.170 sebagai batas utama dan pergerakan saham pada rentang harga rekomendasi berikut pengendalian risiko sesuai stoploss yang dicantumkan.(*)