KABARBURSA.COM - Tiga saham yakni BRMS, PNLF, dan ARKO tercatat masuk dalam daftar koleksi bandar dengan nilai akumulasi yang signifikan.
Berdasarkan hasil screening Kabarbursa.com pada Minggu, 4 Januari 2026, saham BRMS menempati posisi teratas dengan bandar value mencapai Rp2,50 triliun, lebih tinggi dibandingkan Moving Average (MA) 10 yang berada di level Rp2,39 triliun.
Di posisi berikutnya, terdapat saham PNLF yang juga terpantau mengalami akumulasi dengan bandar value sebesar Rp502, 81 miliar, sedikit di atas MA 10 dengan nilai Rp495,90 miliar.
Sementara itu, di peringkat ketiga ada saham ARKO yang mencatatkan bandar value sebanyak Rp15,42 miliar, melampaui MA 10 di Rp12,10 miliar.
Meski nilainya lebih kecil dibandingkan BRMS dan PNLF, pergerakan ini tetap menunjukkan adanya minat pada saham ARKO.
Pergerakan Harga Saham
Adapun pada perdagangan Jumat, 2 Januari 2026, BRMS ditutup naik signifikan sebesar 7,27 persen atau naik 80 poin ke level Rp1.180. Adapun dalam satu bulan terakhir, saham BRMS telah naik sebesar 18 persen.
Sementara itu, dalam enam bulan BRMS mencatatkan penguatan signifikan sebesar 197,98 persen. Secara tahunan, saham ini telah menguat 173,15 persen.
Sementara itu, PNLF juga ditutup menguat sebesar 7,75 persen atau naik 20 poin ke level Rp278 pada perdagangan terakhir. PNLF menampilkan kinerja yang cenderung datar dalam jangka menengah dan panjang.
Meski dalam jangka pendek, saham ini masih menguat, naik 10,32 persen dalam sepekan. Sedangkan, kinerja tahunan PNLF masih tertekan dengan penurunan 36,24 persen. Dalam periode tiga tahun, saham ini juga masih tercatat melemah 17,75 persen.
Adapun, ARKO juga ditutup semringah pada perdagangan awal tahun 2026. Saham ini melonjak 19,75 persen dan ditutup di level Rp7.125.
Saham ARKO mencatatkan lonjakan harga yang sangat agresif. Dalam enam bulan terakhir, ARKO melesat hingga 790,63 persen, sementara secara tahunan menguat 691,67 persen. Bahkan dalam horizon tiga tahun, saham ini telah naik lebih dari 1.068 persen.
Kinerja jangka pendek ARKO juga masih solid, dengan kenaikan 59,40 persen dalam sepekan dan 51,60 persen dalam sebulan. (*)