Logo
>

Tokocrypto Prediksi 2026 sebagai Titik Balik Pasar Kripto Indonesia

Industri menilai potensi pertumbuhan investor serta volume transaksi tetap terbuka lebar

Ditulis oleh Pramirvan Datu
Tokocrypto Prediksi 2026 sebagai Titik Balik Pasar Kripto Indonesia
Tokocrypto memandang tahun 2026 sebagai momentum krusial bagi pasar aset kripto Indonesia

Poin Penting :

    KABARBURSA.COM - Tokocrypto memandang tahun 2026 sebagai momentum krusial bagi pasar aset kripto Indonesia, menyusul fase konsolidasi yang melingkupi sepanjang 2025.

    Dengan penetrasi yang masih rendah dan fondasi pasar yang semakin kokoh, industri menilai potensi pertumbuhan investor serta volume transaksi tetap terbuka lebar.

    CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, menegaskan ruang ekspansi pasar kripto nasional masih sangat luas memasuki 2026. Saat ini, penetrasi investor kripto di Tanah Air baru sekitar 7 persen dari total populasi. Namun, secara angka absolut, Indonesia tetap menjadi salah satu pasar kripto terbesar di dunia.

    Dalam skenario paling optimistis, jumlah investor kripto nasional diproyeksikan bertambah 7-8 juta, sehingga totalnya berpotensi menyentuh 26-27 juta orang. Sementara, pada skenario moderat, tambahan 4-5 juta investor dapat mendorong total investor di kisaran 23-24 juta hingga akhir 2026, jelas Calvin dari Jakarta, Senin lalu.

    Calvin menambahkan, jika kondisi pasar global lebih kondusif dan minat terhadap aset berisiko kembali menguat, laju adopsi kripto di Indonesia dapat meningkat lebih cepat.

    Dari sisi aktivitas, pondasi transaksi yang kuat sepanjang 2025 juga membuka peluang kenaikan nilai transaksi pada tahun mendatang.

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan, total nilai transaksi aset kripto domestik sepanjang 2025 mencapai Rp482,23 triliun. Angka ini lebih rendah dibandingkan capaian 2024, yang tercatat Rp650,61 triliun.

    “Kami berharap 2026 menjadi momentum pembalikan, sehingga nilai transaksi kembali meningkat seiring pasar yang lebih matang dan partisipasi pengguna yang lebih berkualitas,” ungkap Calvin.

    Meski transaksi mengalami koreksi, Tokocrypto menilai pasar kripto Indonesia sepanjang 2025 menunjukkan tanda-tanda pendewasaan. Aktivitas pasar tidak lagi semata dipacu euforia bull market, melainkan memasuki fase konsolidasi dengan likuiditas yang tetap terjaga dan investor semakin disiplin dalam mengambil keputusan.

    Berdasarkan data OJK, hingga November 2025, jumlah investor aset kripto di Indonesia mencapai 19,56 juta orang, meningkat 2,5 persen dari Oktober 2025 yang tercatat 19,08 juta investor. Angka ini menunjukkan pasar terus membesar, meski penetrasinya relatif rendah.

    “Tahun 2025 bukan soal akselerasi spektakuler, tetapi tentang kejelasan arah. Pasar kripto Indonesia tetap tumbuh dan, yang lebih penting, semakin matang. Investor lebih selektif, ekosistem lebih tertib, dan regulasi menjadi fondasi yang memperkuat kepercayaan,” kata Calvin.

    Tokocrypto juga menyoroti likuiditas pasar yang terjaga sepanjang Januari–November 2025, tanpa dorongan spekulasi berlebihan. Aktivitas transaksi lebih banyak mencerminkan manajemen portofolio, pemanfaatan stablecoin, serta keterlibatan selektif pada ekosistem kripto yang telah mapan.

    Ketika pasar mampu mempertahankan likuiditas tanpa menunggu volatilitas ekstrem, itu menandakan ekosistem bergerak lebih sehat. Investor tidak lagi sekadar ‘berburu momentum’, melainkan mulai mengelola risiko serta strategi masuk-keluar pasar dengan lebih terukur, tambah Calvin.

    Dari sisi demografi, lebih dari 80 persen investor kripto di Indonesia berusia 18-34 tahun. Adopsi kripto juga banyak dipengaruhi oleh platform digital seperti TikTok, Telegram, dan X, yang menjadi kanal utama diskusi dan evaluasi aset kripto di kalangan generasi muda.

    Dari perspektif regulasi, 2025 dianggap sebagai periode transisi menuju kerangka yang lebih jelas dan fungsional. Pengakuan pengembangan blockchain sebagai aktivitas bisnis melalui KBLI 62014, serta meningkatnya proyek yang memenuhi persyaratan perizinan, memperkuat kepercayaan pasar.

    Bagi industri, kepastian aturan bukan penghambat, tetapi justru menjadi infrastruktur operasional. Dengan regulasi yang jelas, pelaku dapat fokus membangun produk, memperkuat keamanan, dan meningkatkan literasi pengguna. Inilah yang mendorong pertumbuhan lebih sehat pada 2026, ungkap Calvin.

    Ia menekankan, fokus industri ke depan tidak hanya pada angka pertumbuhan, tetapi juga kualitas pengguna, edukasi, keamanan, dan keberlanjutan ekosistem, agar pertumbuhan tetap terjaga dalam jangka panjang.(*)

    Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

    Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

    Gabung Sekarang

    Jurnalis

    Pramirvan Datu

    Pram panggilan akrabnya, jurnalis sudah terverifikasi dewan pers. Mengawali karirnya sejak tahun 2012 silam. Berkecimpung pewarta keuangan, perbankan, ekonomi makro dan mikro serta pasar modal.