KABARBURSA.COM – PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) kembali menambah akses pendanaan melalui anak usahanya.
Kali ini, PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) dan PT Iforte Solusi Infotek (Iforte) memperoleh fasilitas pinjaman bergulir atau uncommitted revolving loan senilai Rp1 triliun dari PT Bank DBS Indonesia.
Manajemen TOWR melalui keterbukaan informasi yang ditandatangani Sekretaris Perusahaan Monalisa Irawan menyebut perjanjian kredit tersebut diteken pada 22 Mei 2026.
Dalam dokumen yang disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), fasilitas pinjaman tersebut memiliki tenor selama 12 bulan sejak tanggal penandatanganan perjanjian kredit.
Perseroan menjelaskan dana pinjaman akan digunakan untuk kebutuhan korporasi umum Protelindo dan Iforte, termasuk pembiayaan kembali atau refinancing utang yang telah ada sebelumnya.
“Tujuan pinjaman untuk kebutuhan korporasi umum Protelindo dan Iforte, termasuk pembiayaan kembali utang-utang,” tulis manajemen dalam keterbukaan informasi tersebut dikutip, Sabtu, 23 Mei 2026.
Dalam struktur transaksi tersebut, Protelindo dan Iforte disebut memiliki tanggung jawab secara tanggung renteng atas seluruh kewajiban yang timbul dari perjanjian kredit dengan DBS Indonesia.
Manajemen TOWR menegaskan penandatanganan fasilitas pinjaman tersebut tidak memberikan dampak merugikan yang material terhadap operasional, kondisi hukum, keuangan, maupun kelangsungan usaha perusahaan.
Selain itu, perseroan juga menyatakan transaksi tersebut masuk kategori transaksi afiliasi sesuai ketentuan POJK 42/2020 karena melibatkan perusahaan terkendali yang sahamnya dimiliki lebih dari 99 persen oleh perusahaan terbuka.
TOWR juga menekankan bahwa fasilitas kredit dari DBS Indonesia tersebut bukan merupakan transaksi benturan kepentingan maupun transaksi material sebagaimana diatur dalam regulasi pasar modal.
Sebagai informasi, PT Sarana Menara Nusantara Tbk merupakan salah satu emiten infrastruktur telekomunikasi terbesar di Indonesia yang membawahi Protelindo dan Iforte. Kedua entitas tersebut selama ini menjadi motor utama bisnis menara telekomunikasi dan jaringan fiber optik perseroan.
Di tengah kebutuhan ekspansi jaringan dan pengelolaan struktur pendanaan, fasilitas pinjaman bergulir seperti ini lazim digunakan emiten infrastruktur untuk menjaga fleksibilitas likuiditas sekaligus mengelola profil jatuh tempo utang secara lebih efisien.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.