KABARBURSA.COM - Saham PT Red Planet Indonesia Tbk (PSKT) terpantau diminati investor asing sepanjang tahun 2026 di tengah pergerakan harga yang volatil.
Mengacu pada perdagangan Stockbit periode 2 Januari - 22 Mei 2026, broker YP menjadi penampung dana asing terbesar ke PSKT dengan nilai akumulasi Rp1,8 miliar. Broker ini memborong sekitae 55,6 ribu lot saham melalui 229 kali transaksi di harga rata-rata Rp322.
Posisi berikutnya ditempati broker RX dengan total pembelian Rp1,4 miliar. Broker ini mengakumulasi sekitar 42,5 ribu lot saham PSKT melalui 247 kali transaksi di harga rata-rata Rp336 per saham.
Broker YU juga terlihat aktif melakukan pembelian dengan nilai sebesar Rp1,4 miliar. YU memborong 36 ribu lot di hara rata-rataRp362 per saham.
Selanjutnya broker XL mencatat nilai beli Rp540,5 juta dengan frekuensi transaksi 223 kali di harga rata-rata Rp365 per saham. Sedangkan broker RB membukukan pembelian Rp19,5 juta sebanyak 800 lot di harga rata-rata Rp285 per saham.
Broker XA turut mengakumulasi saham PSKT senilai Rp14,3 juta melalui pembelian 400 lot di harga rata-rata Rp359 per saham. Kemudian broker CP mencatat pembelian Rp13,8 juta sebanyak 300 lot di harga rata-rata Rp377 per saham.
Adapun broker PD tercatat melakukan pembelian Rp5,3 juta di harga Rp278 per saham. Sementara broker KK membeli Rp1,7 juta melalui 50 lot di level Rp335 per saham.
Di sisi distribusi, broker AI menjadi penjual terbesar saham PSKT dengan nilai transaksi mencapai Rp2,7 miliar. Posisi berikutnya ditempati broker CC dengan nilai penjualan Rp2,5 miliar.
Broker AK dan ZP juga tercatat agresif melakukan distribusi dengan masing-masing nilai penjualan mencapai Rp1,9 miliar. Selanjutnya broker BB melepas saham PSKT senilai Rp1,7 miliar.
Tekanan jual lainnya datang dari broker TP dengan nilai distribusi Rp479,7 juta, broker BK Rp308,3 juta, broker GR Rp25,2 juta, serta broker DR sebesar Rp13,5 juta.
Profil PSKT
Mengutip dari situs resmi perusahaan, PT Red Planet Indonesia Tbk. (PSKT) adalah perusahaan di bidang perhotelan yang memiliki, membangun, dan mengoperasikan jaringan hotel di Indonesia.
Dengan merek Monoloog Hotel untuk segmen hotel bujet dan Pusako Hotel sebagai hotel bintang empat di Bukittinggi, Sumatera Barat, perusahaan ini telah memperluas kehadirannya di delapan kota di Indonesia.
Perjalanan perusahaan ini dimulai dengan nama PT Pusako Tarinka Tbk., sebelum berganti nama menjadi PT Red Planet Indonesia, Tbk. pada tanggal 22 Mei 2014.
Transformasi tersebut menandai awal dari fase baru dalam pengembangan perusahaan, didukung oleh investasi yang terukur dan fokus pada ekspansi yang agresif di pasar perhotelan domestik.
Salah satu pilar utama kesuksesan PT Red Planet Indonesia Tbk adalah pemanfaatan teknologi yang inovatif. Sistem teknologi terintegrasi yang diterapkan perusahaan telah berhasil menyederhanakan proses reservasi, sehingga memberikan pengalaman yang cepat, mudah, dan efisien bagi pelanggan. Inovasi ini menunjukkan komitmen perusahaan untuk selalu berada di garis depan dalam memenuhi kebutuhan pelanggan di era digital.
Adapun saham PSKT resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada 19 September 2025. Sementara saat ini, free float PSKT mencapai 19,78 persen.
Mengutip data Stockbit, PSKT sendiri memiliki 11 anak perusahaan yang tersebar di seluruh Indonesia. Berikut daftarnya:
PT Red Planet Hotel Palembang
PT Red Planet Hotels Indonesia
PT Red Planet Hotel Surabaya
PT Red Planet Hotel Pekanbaru
PT Red Planet Hotel Makassar
PT Red Planet Hotels Solo
PT Red Planet Hotel Bekasi
PT Planet Merah Depok
PT Red Planet Hotels Tangerang
PT Solusi Bintang Cemerlang
PT Planet Merah Sembilan
Jajaran Petinggi PSKT
Dewan Komisaris
Dinno Indiano: Komisaris Utama
Adang Ruchiatna Puradiredja: Komisaris Independen
Dewan Direksi
Suwito: Direktur Utama
Astini Bernawati: Direktur Investasi. (*)