KABARBURSA.COM – Perdagangan saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menempati posisi teratas dari sisi volume transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat, 9 Januari 2026.
Aktivitas perdagangan tersebut tercermin dari volume saham yang berpindah tangan dalam jumlah besar di pasar reguler dengan frekuensi transaksi yang tinggi.
Berdasarkan data perdagangan BEI, tingginya volume transaksi BUMI diikuti oleh nilai transaksi yang juga signifikan. Untuk melihat struktur perdagangannya secara lebih rinci, ringkasan broker summary memberikan gambaran mengenai pihak-pihak yang tercatat sebagai pembeli utama pada saham tersebut dalam satu hari perdagangan.
Pemantauan ini menggunakan data broker summary pasar reguler BEI dengan klasifikasi seluruh investor. Parameter yang diperhatikan mencakup nilai beli, volume transaksi dalam satuan lot, serta harga rata-rata pembelian pada sesi perdagangan yang sama. Seluruh data mencerminkan aktivitas transaksi harian dan tidak menggambarkan posisi akhir kepemilikan saham.
Dari sisi pembelian, aktivitas transaksi BUMI tersebar di sejumlah broker dengan nilai dan volume yang relatif besar. Stockbit Sekuritas Digital (XL) tercatat sebagai salah satu pembeli utama dengan nilai beli mencapai Rp61,8 miliar. Volume pembelian melalui broker ini tercatat sebesar 1,3 juta lot dengan harga rata-rata 469 per saham.
Verdhana Sekuritas Indonesia (BB) juga mencatatkan pembelian dengan nilai yang hampir seimbang. Broker ini membukukan nilai beli Rp60,5 miliar dengan volume 1,3 juta lot pada harga rata-rata 468. Nilai dan volume pembelian yang berdekatan tersebut menunjukkan aktivitas transaksi yang berlangsung pada rentang harga yang sama.
Selain dua broker tersebut, pembelian BUMI juga tercatat melalui Semesta Indovest Sekuritas (MG). Nilai beli yang dibukukan mencapai Rp43,6 miliar dengan volume 936,2 ribu lot di harga rata-rata 470. Aktivitas pembelian pada kisaran harga tersebut menunjukkan bahwa transaksi BUMI berlangsung pada rentang harga yang relatif rapat.
Pembeli berikutnya adalah Indo Premier Sekuritas (PD) dengan nilai beli Rp41,9 miliar. Volume transaksi melalui broker ini mencapai 901,1 ribu lot dengan harga rata-rata 468.
Sementara itu, Buana Capital Sekuritas (RF) juga masuk dalam daftar pembeli utama dengan nilai beli Rp41,7 miliar dan volume 891,4 ribu lot di harga rata-rata 469.
Jika dilihat secara keseluruhan, pembelian BUMI pada hari tersebut melibatkan lima broker utama dengan nilai beli masing-masing di atas Rp40 miliar. Seluruh pembelian tersebut terjadi pada rentang harga 468–470, mencerminkan konsentrasi transaksi pada area harga yang sama dalam satu sesi perdagangan.
Analisis Keuntungan Broker, Siapa Tercuan?
Untuk menakar posisi keuntungan broker pada perdagangan saham BUMI, Jumat, 9 Januari 2026, digunakan pendekatan mark-to-market dengan membandingkan harga beli rata-rata masing-masing broker dan harga penutupan resmi di level 462.
Perhitungan Kabarbursa.com merujuk data broker summary ini bersifat estimatif dan tidak merepresentasikan realisasi laba atau rugi.
Berdasarkan data, XL mencatat nilai pembelian terbesar dengan total Rp61,8 miliar pada harga rata-rata 469. Dengan selisih harga penutupan sebesar 7 poin di bawah harga beli, posisi transaksi Stockbit secara mark-to-market setara dengan koreksi sekitar 1,49 persen.
Dengan basis nilai transaksi tersebut, estimasi penurunan nilai berada di kisaran Rp920 juta pada akhir sesi perdagangan.
Sementara BB membukukan pembelian senilai Rp60,5 miliar dengan harga rata-rata 468. Selisih harga penutupan sebesar 6 poin menghasilkan koreksi sekitar 1,28 persen secara mark-to-market.
Dengan perhitungan tersebut, estimasi penurunan nilai transaksi BB berada di kisaran Rp770 juta pada penutupan perdagangan.
Pembelian berikutnya tercatat melalui MG dengan nilai transaksi Rp43,6 miliar pada harga rata-rata 470. Selisih harga penutupan sebesar 8 poin setara dengan koreksi sekitar 1,70 persen, sehingga estimasi penurunan nilai mark-to-market berada di kisaran Rp740 juta pada akhir sesi.
Sementara itu, PD mencatat pembelian BUMI senilai Rp41,9 miliar dengan harga rata-rata 468. Selisih harga penutupan sebesar 6 poin menghasilkan koreksi sekitar 1,28 persen, yang setara dengan estimasi penurunan nilai sekitar Rp540 juta secara mark-to-market.
Adapun RF juga masuk dalam kelompok pembeli utama dengan nilai transaksi Rp41,7 miliar pada harga rata-rata 469. Dengan selisih harga penutupan sebesar 7 poin, posisi transaksi broker ini mencerminkan koreksi sekitar 1,49 persen, atau setara dengan estimasi penurunan nilai sekitar Rp620 juta pada akhir perdagangan.
Jika dihitung secara agregat, total nilai pembelian lima broker utama tersebut mencapai sekitar Rp249,5 miliar. Dengan selisih harga penutupan terhadap harga beli rata-rata, estimasi penurunan nilai mark-to-market secara keseluruhan berada di kisaran Rp3,5 miliar hingga Rp3,7 miliar pada akhir sesi perdagangan Jumat tersebut.
Perlu ditegaskan bahwa perhitungan ini didasarkan pada harga penutupan resmi BEI dan harga beli rata-rata broker, tanpa memperhitungkan kemungkinan transaksi jual intraday.
Dengan demikian, estimasi ini mencerminkan posisi nilai transaksi pada akhir hari, bukan hasil transaksi bersih yang direalisasikan oleh masing-masing broker. (*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.