Logo
>

TRIN Lepas Kembali Saham Hasil Buyback, Segini Harganya

Perseroan melepas seluruh saham tresuri hasil buyback, sementara harga saham masuk fase konsolidasi pascareli. Pasar kini menguji apakah koreksi ini sekadar penyesuaian atau awal tekanan lanjutan.

Ditulis oleh Yunila Wati
TRIN Lepas Kembali Saham Hasil Buyback, Segini Harganya
PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN), lepas kembali saham hasil buyback di harga Rp947. Foto: Dok Perusahaan.

KABARBURSA.COM – PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) melaporkan telah melaksanakan pengalihan kembali saham hasil buyback yang sebelumnya disimpan sebagai saham tresuri. Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan ke publik, perseroan mencatat transaksi ini dilakukan pada 15 Januari 2026 melalui PT Mirae Asset sebagai anggota bursa pelaksana.

Dalam transaksi tersebut, TRIN melepas sebanyak 88,36 juta saham hasil buyback dengan harga rata-rata Rp947 per saham. Dari pelepasan ini, perseroan memperoleh dana sebesar Rp56,99 miliar. Manajemen menegaskan tidak ada kerugian yang dicatat dari transaksi ini, yang berarti harga jual berada pada atau di atas harga perolehan saham saat dibeli kembali sebelumnya.

Langkah ini pada dasarnya menandai satu fase penting dalam siklus buyback. Pembelian Kembali ini biasanya dilakukan ketika emiten ingin menstabilkan harga, meningkatkan rasio keuangan tertentu, atau mengoptimalkan struktur modal. 

Namun saham hasil buyback tidak selamanya disimpan. Pada titik tertentu, emiten bisa mengalihkan kembali saham tersebut ke pasar, baik untuk menambah likuiditas, memperkuat kas, atau mengatur ulang struktur kepemilikan.

Dalam kasus TRIN, pengalihan kembali ini berarti saham yang sebelumnya “ditarik” dari pasar kini dilepas kembali ke publik. Secara teknis, ini menambah kembali pasokan saham di pasar. Namun karena dilakukan melalui mekanisme bursa dan bukan lewat penempatan khusus, dampaknya terhadap harga sangat tergantung pada bagaimana pasar menyerap saham tersebut.

Manajemen juga mencatat bahwa setelah transaksi ini, jumlah saham hasil buyback yang telah dialihkan kembali mencapai 88,36 juta saham, dengan dana yang telah diperoleh sebesar Rp56,99 miliar. 

Pada saat yang sama, jumlah saham hasil buyback yang belum dialihkan tercatat nihil, yang berarti seluruh saham hasil buyback telah dilepas kembali ke pasar.

Masuk Fase Penyesuaian Harga

Saham TRIN menutup perdagangan Kamis, 15 Januari 2026, dalam tekanan lanjutan. Harga ditutup di level 1.610, turun 55 poin atau 3,30 persen dibandingkan penutupan sebelumnya. Sepanjang sesi, TRIN bergerak cukup lebar, dengan level tertinggi di 1.685 dan terendah di 1.545, sebelum akhirnya mengunci penurunan di kisaran tengah.

Yang membuat pergerakan ini menarik bukan semata penurunannya, melainkan struktur di baliknya. Volume transaksi mencapai 259.500 lot dengan nilai sekitar Rp41,4 miliar, dan frekuensi 1.466 kali. Ini bukan volume tipis. Artinya, koreksi ini terjadi dalam kondisi likuid, bukan karena pasar sepi.

Dari orderbook, terlihat bahwa tekanan jual masih dominan. Total lot di sisi offer tercatat 112.601 lot, sementara bid berada di 75.558 lot. Ini menandakan bahwa suplai masih lebih besar dibandingkan permintaan jangka pendek. 

Lapisan offer juga terlihat rapat dan bertingkat dari area 1.610 hingga 1.650, sementara bid menumpuk lebih tebal di kisaran 1.560–1.590. Struktur ini menunjukkan bahwa pasar sedang menurunkan titik keseimbangan harga secara perlahan, bukan secara impulsif.

Secara teknikal, TRIN saat ini berada dalam fase konsolidasi pascareli panjang. Jika melihat grafik hariannya, lonjakan besar yang terjadi sejak akhir 2025 telah membawa harga naik sangat cepat. Fase seperti ini hampir selalu diikuti oleh periode “bernapas”, di mana pasar mencoba mencari level wajar baru. Koreksi yang terjadi sekarang bukan kejutan, melainkan bagian dari proses tersebut.

Namun yang perlu dicermati, penurunan ini belum menunjukkan karakter panic sell. Tidak ada candle panjang yang menembus banyak support sekaligus. Tidak ada lonjakan volume ekstrem yang menandakan pelarian massal. Yang terjadi lebih menyerupai pelepasan bertahap, dengan harga diuji di beberapa level sebelum menemukan titik keseimbangan.

Untuk arah selanjutnya, TRIN berada di persimpangan penting. Area 1.550–1.580 kini menjadi zona pertahanan jangka pendek. Jika level ini mampu bertahan dan tekanan jual mulai mereda, maka peluang rebound teknikal terbuka, setidaknya untuk menguji kembali area 1.650–1.700. 

Sebaliknya, jika area ini gagal dipertahankan dan harga kembali ditekan dengan volume yang tetap tebal, maka koreksi bisa berlanjut menuju zona yang lebih rendah. Dalam skenario ini, pasar belum selesai mencerna suplai yang masuk.

Dengan kata lain, TRIN saat ini belum memberi sinyal pasti apakah koreksi sudah selesai atau belum. Yang terlihat adalah fase penyesuaian, bukan fase kehancuran. Arah berikutnya sangat ditentukan oleh bagaimana pasar merespons zona 1.550–1.580, apakah muncul minat beli yang cukup kuat untuk membalikkan arah, atau justru tekanan jual kembali mendominasi.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79