Logo
>

TUGU Naik Level tapi Harga Masih Diskon Dalam

Revisi outlook AM Best dari negatif ke stabil menegaskan perbaikan fundamental TUGU, dengan neraca kuat, underwriting disiplin, dan valuasi saham yang masih berada di level diskon.

Ditulis oleh Yunila Wati
TUGU Naik Level tapi Harga Masih Diskon Dalam
Tugu Insurance saat pencatatan saham perdana (IPO) di BEI. Foto: Dok TUGU.

Poin Penting :

    KABARBURSA.COM – Lembaga pemeringkat global AM Best baru saja merevisi outlook PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk, berkode emiten TUGU. Kenaikan outlook dari negative menjadi stabil ini memperkuat persepsi bahwa fundamental TUBU berada pada jalur yang lebih terkendali dan berkelanjutan.

    Dalam pengumuman resmi bertanggal 9 Desember 2025, AM Best menegaskan Financial Strength Rating A- dan Long-Term Issuer Credit Rating “a-” untuk TUGU. Pengumuman ini disertai Indonesia National Scale Rating aaa.ID dengan outlook stabil. 

    Kombinasi ini menempatkan TUGU dalam kelompok asuransi dengan profil risiko yang sangat rendah di pasar domestik, sekaligus menunjukkan pengakuan internasional terhadap kualitas neraca dan manajemen risiko perseroan. 

    Penilaian tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan ditopang oleh struktur permodalan yang sangat kuat, kinerja operasional yang konsisten, serta profil bisnis yang dinilai netral dan tidak agresif.

    Faktor induk usaha, PT Pertamina (Persero), juga dinilai AM Best tidak menimbulkan distorsi risiko. Dukungan bisnis dari grup dinilai bersifat proporsional, memberi stabilitas portofolio tanpa menciptakan ketergantungan berlebih. 

    Ini menjadi poin penting karena banyak entitas anak BUMN kerap dibebani ekspektasi grup yang justru menekan fleksibilitas neraca. Dalam kasus TUGU, relasi tersebut justru dipandang seimbang.

    Perubahan outlook menjadi stabil mencerminkan perbaikan nyata di sisi operasional. AM Best mencatat bahwa sejak 2024, kinerja underwriting TUGU menunjukkan tren membaik, terutama melalui pengendalian rasio klaim di lini asuransi dan reasuransi. 

    Momentum ini berlanjut hingga sembilan bulan pertama 2025, dengan underwriting yang tetap disiplin dan kontribusi hasil investasi yang solid. Artinya, pemulihan tidak hanya bersifat satu periode, tetapi mulai membentuk pola yang lebih berkelanjutan.

    Hingga saat ini, hanya dua asuransi umum Indonesia yang memperoleh pemeringkatan global dari AM Best, dan TUGU menjadi satu-satunya yang mampu mempertahankannya secara konsisten hampir satu dekade. 

    Ini menunjukkan kualitas tata kelola dan kehati-hatian risiko yang tidak bersifat siklikal semata.

    Kekuatan neraca TUGU juga tercermin jelas pada rasio Risk Based Capital. Per Oktober 2025, RBC perseroan tercatat sebesar 377,56 persen, jauh melampaui ambang batas minimum regulator dan berada di atas rata-rata industri. 

    Tingkat permodalan setinggi ini memberi ruang manuver yang luas bagi TUGU, baik untuk menyerap volatilitas klaim, memenuhi ketentuan modal baru, maupun menghadapi transisi standar akuntansi PSAK 117 yang menjadi tantangan struktural bagi industri asuransi.

    Dari sisi kinerja keuangan, laporan konsolidasian hingga September 2025 menunjukkan mesin pendapatan TUGU tetap bekerja seimbang. Hasil jasa asuransi mencapai Rp682,6 miliar, pendapatan investasi sebesar Rp509,0 miliar, dan pendapatan usaha lainnya Rp390,9 miliar. 

    Komposisi ini menandakan bahwa TUGU tidak semata bergantung pada pertumbuhan premi, tetapi juga mampu mengoptimalkan portofolio investasi untuk menopang laba di tengah pertumbuhan industri yang cenderung single digit.

    Respons pasar terhadap perbaikan outlook juga terlihat cepat dan tegas. Sejak pengumuman afirmasi rating tersebut, saham TUGU bergerak dalam tren menguat. 

    Pada perdagangan 29 Desember 2025, harga saham TUGU melonjak 5,83 persen dan ditutup di level Rp1.180 per saham, menjadi penutupan tertinggi sepanjang 2025. Secara year to date, saham ini telah menguat 14,56 persen, mencerminkan masuknya kembali minat investor terhadap emiten asuransi dengan profil defensif.

    Meski demikian, dari sisi valuasi, saham TUGU belum sepenuhnya mencerminkan perbaikan fundamental tersebut. Dengan Price to Book Value di kisaran 0,41 kali, saham ini masih diperdagangkan jauh di bawah nilai bukunya. 

    Diskon yang dalam ini menunjukkan bahwa pasar belum sepenuhnya memberikan premi atas kualitas neraca, konsistensi rating global, dan stabilitas arus laba TUGU. Dalam konteks ini, revisi outlook oleh AM Best tidak hanya berfungsi sebagai validasi fundamental, tetapi juga berpotensi menjadi pemicu re-rating valuasi apabila kinerja operasional tetap terjaga dalam beberapa periode ke depan.(*)

    Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

    Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

    Gabung Sekarang

    Jurnalis

    Yunila Wati

    Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

    Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

    Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79