KABARBURSA.C0M – PT Bank Central Asia Tbk, berkode emiten BBCA, membawa kabar kurang menyenangkan. Perusahaan baru saja menutup BCA Finace Limited di Hong Kong. Aksi ini memang tidak menjadi sinyal tekanan fundamental, tapi seperti ini yang terjadi pada BBCA.
BCA Finance Limited Hong Kong sejak awal berfungsi sebagai perpanjangan layanan remitansi dan money lending berbasis tatap mudak bagi nasabah BCA di luar negeri, terutama Hong Kong. Namun belakangan, perubahan perilaku nasabah yang semakin beralih ke kanal digital, membuat keberadaan entitas fisiknya kehilangan relevansi.
Karena itu, manajemen melakukan penutupan dan secara eksplisit menegaskan bahwa seluruh kebutuhan transaksi nasabah kini dapat dilayani langsung melalui platform digital BCA. Dengan begitu, likuidasi dilakukan sebagai bagian dari optimalisasi sumber daya, bukan karena kegagalan usaha atau tekanan keuangan.
Sementara itu, terkait aksi ini, pasar menangkapnya dengan netral. Pada perdagangan Senin, 5 Januari 2026, harga BBCA bergerak di sekitar Rp8.050 dengan kenaikan tipis. Sementara, struktur bid-offer menunjukkan keseimbangan antara minat beli dan jual.
Di sisi bid, antrean terbesar ada di level 8.025 dan 8.000, dengan akumulasi lot yang signifikan. Sementara di sisi offer, tekanan jual menyebar rapi hingga area 8.100 hingga 8.200. Tidak ada dominasi agresif baik dari buyer maupun seller. Pasar masih dalam mode wait and see.
Volume harian juga tidak menunjukkan lonjakan yang signifikan. Artinya, informasi likuidasi ini sudah dipersepsikan sebagai isu non-material terhadap kinerja inti BCA. Namun jika ditarik ke perspektif tahunan, ceritanya akan berbeda.
Saham BBCA telah terkoreksi lebih dari 18 persen dalam 12 bulan terakhir. Ada fase normalisasi valuasi setelah bertahun-tahun diperdagangkan di harga premium. Tekanan disebabkan oleh naiknya suku bunga global sebelumnya, perlambatan pertumbuhan kredit, serta rotasi investor ke sektor lain yang menawarkan valuasi murah.
Area 7.300-7.400 jadi Support Kuat
Sementara itu, dari sisi teknikal, berdasarkan pergerakan chart harian juga, BBCA masih berada dalam fase konsilidasi lebar. Area 7.300-7.400 menjadi support kuat yang menahan tekanan jual pada kuartal IV-2025.
Sementara itu, zona 8.400-8.600 menjadi area resistance yang beberapa kali gagal ditembus secara konsisten. Posisi harga saat ini menunjukkan BBCA berada di tengahnya. Inilah zona netral yang memunculkan keseimbangan kekuatan pasar.
Di sini, selama harga mampu bertahan di atas area 7.900-7.800, risiko penurunan lanjutan relative terbatas. Sebalinya, untuk membuka ruang penguatan yang lebih meyakinkan, BBCA perlu keluar dari area konsolidasi dengan menembus resistance atas disertai peningkatan volume.
Tanpa itu, pergerakan ke depan cenderung bersifat sideways dengan volatilitas rendah.
Keseluruhan data menunjukkan bahwa penutupan anak usaha di Hong Kong bukanlah sinyal pelemahan bisnis, melainkan bagian dari transformasi digital yang sudah lama dijalankan BCA. Pasar merespons secara rasional, bukan emosional.
Dalam jangka pendek, arah gerak BBCA masih akan ditentukan oleh dinamika teknikal dan sentimen sektor perbankan secara umum, sementara dari sisi fundamental, posisi BCA tetap berada pada jalur defensif yang kuat.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.