Logo
>

Unilever Indonesia Fokus Jaga Momentum 2026, Tantangan Utama Tetap Daya Beli

Manajemen UNVR tak beri target spesifik, namun optimistis transformasi struktural jadi modal hadapi risiko daya beli dan persaingan 2026.

Ditulis oleh Moh. Alpin Pulungan
Unilever Indonesia Fokus Jaga Momentum 2026, Tantangan Utama Tetap Daya Beli
Unilever Indonesia siapkan strategi 2026. Fokus jaga momentum pertumbuhan di tengah risiko daya beli dan persaingan ketat FMCG. Foto: Dok. Unilever Indonesia

KABARBURSA.COM – Setelah menutup 2025 dengan kinerja yang membaik, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) kini menatap 2026 dengan fokus utama menjaga momentum pertumbuhan. Manajemen perusahaan menegaskan belum akan memberikan target angka spesifik, tetapi tetap optimistis fondasi bisnis yang telah dibangun sepanjang tahun lalu akan menjadi modal penting menghadapi tahun ini.

Presiden Direktur Unilever Indonesia Benjie Yap mengatakan arah strategi perusahaan tetap konsisten untuk mendorong pertumbuhan yang lebih berkualitas dan berkelanjutan. Meski demikian, ia menegaskan pihaknya tidak terburu-buru menetapkan panduan keuangan tertentu.

“Kami tidak memberikan pemerhatian ke depan pada target-target tertentu, tetapi kami tetap konsisten mengembangkan momentum positif yang telah kami bina sejauh ini,” ujar Benjie dalam wawancara eksklusif virtual, Kamis, 12 Februari 2026.

Menurutnya, berbagai langkah transformasi yang dijalankan sepanjang 2025 telah memberikan dampak nyata bagi kinerja perseroan. Penguatan merek, perbaikan jalur distribusi, pendekatan social-first, efisiensi biaya, serta peningkatan layanan menjadi fondasi utama untuk memperkuat daya saing perusahaan.

Benjie menyebut tahun lalu sebagai periode yang sangat dinamis bagi Unilever Indonesia. Di tengah tantangan ekonomi dan perubahan perilaku konsumen, perusahaan tetap mampu memperbaiki performa bisnis.

Presiden Direktur Unilever Indonesia Benjie Yap. Foto: Alpin Pulungan/KabarBursa.com/ Tangkapan layar Zoom UNVR.

“Ini adalah tahun yang sibuk dan saya sangat bangga dengan tim di seluruh Indonesia yang telah menyampaikan hasil di seluruh segmen-segmen ini,” katanya.

Memasuki 2026, Unilever Indonesia menyadari bahwa tantangan bisnis tidak akan berkurang. Salah satu risiko utama yang diwaspadai adalah daya beli konsumen. Benjie menilai kondisi tersebut masih akan menjadi faktor penentu bagi pertumbuhan industri barang konsumsi secara keseluruhan.

“Risiko yang kami hadapi seperti para pemain lain di pasar adalah kekuatan daya beli konsumen. Kami ingin melihat apakah tren konsumsi di kuartal keempat akan berlanjut sepanjang 2026,” ungkapnya.

Selain faktor daya beli, persaingan di industri disebut tetap ketat. Perubahan dinamika pasar menuntut perusahaan untuk terus beradaptasi, terutama dengan pergeseran pola belanja konsumen ke kanal digital.

Benjie menjelaskan evolusi saluran penjualan di Indonesia berlangsung sangat cepat. Segmen Health and Beauty serta perdagangan digital atau D-Commerce kini tumbuh semakin signifikan dan membentuk perilaku belanja baru. “Dinamika penjualan telah berubah di seluruh saluran di Indonesia. Kami harus membangun kemampuan lebih kuat di kanal digital dan segmen kesehatan serta kecantikan secepat mungkin,” ujarnya.

Di luar faktor pasar, aspek regulasi juga menjadi variabel yang terus dipantau. Menurut Benjie, perubahan kebijakan merupakan bagian normal dalam dunia usaha, sehingga perusahaan harus selalu siap melakukan penyesuaian.

“Regulasi adalah sesuatu yang normal dalam bisnis. Apabila ada perubahan, kami akan menyesuaikan diri secara bersamaan,” katanya.

Meski berbagai risiko tersebut tetap ada, Benjie menegaskan langkah-langkah yang telah diambil Unilever Indonesia bersifat struktural dan fundamental. Transformasi yang dilakukan dalam dua tahun terakhir diyakini membuat perusahaan lebih siap menghadapi tantangan jangka panjang.

“Tindakan yang kami ambil sangat struktural dan fondasional. Ini membuat kami lebih baik untuk mengatasi risiko yang sedang berjalan ke depan,” tegasnya.

Fokus utama pada 2026, menurut Benjie, tetap pada pertumbuhan yang didorong oleh volume serta kualitas eksekusi di lapangan. Perusahaan akan terus memperkuat performa merek-merek utama, meningkatkan efektivitas distribusi, serta menjaga disiplin biaya agar tetap kompetitif.

Dengan fondasi yang lebih kokoh, Unilever Indonesia berharap dapat mempertahankan tren perbaikan kinerja yang sudah mulai terlihat. Manajemen meyakini kombinasi antara strategi yang tepat dan eksekusi yang konsisten akan menjadi kunci menjaga keberlanjutan pertumbuhan di tahun berjalan.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Moh. Alpin Pulungan

Asisten Redaktur KabarBursa.com. Jurnalis yang telah berkecimpung di dunia media sejak 2020. Pengalamannya mencakup peliputan isu-isu politik di DPR RI, dinamika hukum dan kriminal di Polda Metro Jaya, hingga kebijakan ekonomi di berbagai instansi pemerintah. Pernah bekerja di sejumlah media nasional dan turut terlibat dalam liputan khusus Ada TNI di Program Makan Bergizi Gratis Prabowo Subianto di Desk Ekonomi Majalah Tempo.

Lulusan Sarjana Hukum Universitas Pamulang. Memiliki minat mendalam pada isu Energi Baru Terbarukan dan aktif dalam diskusi komunitas saham Mikirduit. Selain itu, ia juga merupakan alumni Jurnalisme Sastrawi Yayasan Pantau (2022).