KABARBURSA.COM – Saham PT United Tractors Tbk (UNTR) bergerak melemah pada perdagangan sesi berjalan, Rabu, 13 Mei 2026, di tengah kabar pengunduran diri Ignasius Jonan dari posisi Komisaris Independen perusahaan.
Meski begitu, tekanan harga yang terjadi sejauh ini masih relatif terbatas dibanding volatilitas pasar yang sedang tinggi.
Pada perdagangan sesi berjalan hari ini, saham UNTR turun 1,20 persen atau melemah 325 poin ke level 26.850. Sempat dibuka di area 27.175 sebelum akhirnya saham bergerak di rentang 26.600 hingga 27.200 sepanjang sesi perdagangan.
Nilai transaksi UNTR tercatat mencapai Rp39,42 miliar dengan volume perdagangan sekitar 14,66 ribu lot dan frekuensi transaksi sebanyak 4,26 ribu kali. Harga rata-rata transaksi berada di sedikit di atas posisi penutupan harian, di level 26.883.
Pergerakan tersebut terjadi ketika pasar saham domestik sedang berada dalam tekanan cukup besar. IHSG pada sesi perdagangan yang sama tercatat turun lebih dari 1 persen dengan tekanan jual terjadi di sejumlah saham berbobot besar.
Target Harga dan Rekomendasi Analis
Di tengah kondisi tersebut, konsensus analis terhadap UNTR justru masih terlihat cukup positif. Sejumlah lembaga riset global tetap mempertahankan rekomendasi beli dengan target harga yang jauh di atas posisi pasar saat ini.
JPMorgan menjadi salah satu yang paling agresif. Broker global tersebut menaikkan rekomendasi menjadi buy dengan target harga Rp42.000 per saham pada 23 April 2026. Target tersebut mencerminkan potensi kenaikan sekitar 56,42 persen dibanding harga terakhir UNTR di level 26.850.
Morgan Stanley juga masih mempertahankan pandangan positif terhadap saham ini. Lembaga tersebut memberikan rekomendasi beli dengan target harga Rp40.000 atau sekitar 48,98 persen di atas harga pasar saat ini.
Macquarie ikut mempertahankan rekomendasi beli terhadap UNTR. Dalam pembaruan riset April 2026, broker tersebut memasang target harga Rp36.850 dengan upside sekitar 37,24 persen.
Sebelumnya pada Maret 2026, Macquarie juga sempat memberikan target harga Rp34.000. Sementara UBS mempertahankan rekomendasi beli dengan target harga Rp35.000 per saham.
Secara rata-rata, target harga konsensus analis terhadap UNTR kini berada di kisaran Rp33.352 per saham. Angka tersebut masih sekitar 24,2 persen lebih tinggi dibanding posisi perdagangan terakhir.
Rentang target analis juga cukup lebar. Target terendah berada di kisaran Rp27.500, sementara target tertinggi mencapai Rp42.000.
Pergerakan UNTR saat ini juga masih berada di area bawah rentang harga 52 pekan yang berada di kisaran Rp20.900 hingga Rp32.825. Posisi tersebut membuat saham ini mulai masuk radar investor yang mencari saham berbasis komoditas dengan valuasi yang dinilai masih menarik dibanding target konsensus analis.
Pasar kini menunggu bagaimana arah pergerakan UNTR dalam beberapa sesi ke depan. Untuk sementara, tekanan harga memang masih terlihat, tetapi mayoritas analis global belum mengubah pandangan positif terhadap saham Grup Astra tersebut.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.