Logo
>

Sebelum Dibuang MSCI, BANK Kehilangan Rp57 Miliar Dana Asing

Saham BANK terus tertekan usai keluar dari MSCI. Orderbook mulai dipenuhi antrean jual sementara pasar menghitung potensi keluarnya dana asing ratusan miliar rupiah.

Ditulis oleh Yunila Wati
Sebelum Dibuang MSCI, BANK Kehilangan Rp57 Miliar Dana Asing
Secara persentase, saham BANK tergerus lebih dari 21 persen. (Foto: dok Bank Aladin)

KABARBURSA.COM – Sinyal akan ditendaknya saham PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK) dari indeks MSCI sebenarya sudah terlihat lebih dulu. Pada waktu tertentu, asing keluar secara brutal hingga BANK kehilangan dana lebih dari Rp57 miliar.

Pada perdagangan sesi berjalan, Rabu, 13 Mei 2026, harga BANK melemah, turun 2,75 persen ke level 496 setelah sempat dibuka di 464 dan bergerak di rentang 464–500.

Pelemahan ini memperpanjang tren koreksi yang memang sudah berlangsung sejak pekan lalu. Dalam empat hari perdagangan terakhir, BANK turun dari area 635 menuju 496. Dalam persentase, harganya tergerus lebih dari 21 persen.

Perubahan arah ini muncul tidak lama setelah pasar merespons keluarnya BANK dari indeks MSCI. Saham yang sebelumnya menjadi salah satu arena favorit spekulasi dan arus dana asing itu kini mulai menghadapi tekanan distribusi dari investor besar.

Jika dilihat dari data historikalnya. arus asing di BANK sebenarnya sempat sangat agresif sebelum koreksi terjadi. Pada 7 Mei 2026, BANK mencatat net foreign buy mencapai Rp637,87 miliar. Angka itu menjadi salah satu aliran dana asing terbesar di saham ini dalam beberapa waktu terakhir.

Asing juga sempat melakukan akumulasi besar pada 24 April 2026 dengan net foreign buy Rp238,01 miliar. Lalu sebanyak Rp172,89 miliar pada 30 April dan Rp144,15 miliar pada 4 Mei 2026.

Namun pola tersebut mulai berubah ketika isu rebalancing MSCI semakin dekat. Pada 8 Mei 2026, BANK langsung terkena foreign sell Rp57,05 miliar, tepatnya ketika harga turun 5,51 persen ke level 600.

Tekanan asing sebenarnya sempat mereda pada 11–12, Mei ketika saham masih mencatat net foreign buy masing-masing Rp18 miliar dan Rp81,70 miliar. Namun, pasar mulai membaca bahwa fase akumulasi besar kemungkinan sudah mulai selesai dan digantikan dengan pola distribusi bertahap.

Jika dihitung dari rangkaian transaksi asing sepanjang akhir April hingga Mei, total foreign buy BANK mencapai lebih dari Rp3 triliun. Angka ini memperlihatkan bahwa kepemilikan dan aktivitas investor asing di saham ini memang sangat aktif selama periode masuk MSCI.

Karena itu, keluarnya BANK dari indeks global tersebut membuka potensi passive outflow yang cukup besar. Pasar kini memperkirakan potensi dana asing yang bisa keluar dari BANK berada di kisaran ratusan miliar rupiah, terutama dari dana pasif dan ETF berbasis MSCI yang harus menyesuaikan portofolio mereka.

Antrean Offer Lebih Tebal

Tekanan tersebut mulai terlihat jelas di orderbook perdagangan. Antrean offer kini lebih tebal dibanding bid. Total antrean jual tercatat mencapai 6.377 lot, lebih besar dibanding total bid 5.896 lot.

Di area atas, tekanan suplai juga terlihat cukup berat. Antrean jual mulai menumpuk dari level 510 hingga 545, sementara kekuatan bid terlihat lebih banyak bertahan di area bawah 486 hingga 474.

Yang menarik, frekuensi bid sebenarnya masih cukup ramai dengan total 213 frekuensi dibanding offer 87 frekuensi. Artinya, pasar ritel masih mencoba melakukan penyerapan di area bawah. Namun ukuran lot di sisi offer tetap lebih dominan sehingga tekanan jual belum sepenuhnya selesai.

Pergerakan intraday juga menunjukkan pola distribusi cepat. Setelah dibuka di 464, BANK sempat memantul ke 500, tetapi gagal bertahan di area psikologis tersebut dan kembali ditutup di bawah level 500.

Kondisi ini memperlihatkan bahwa setiap rebound pendek masih cenderung dimanfaatkan sebagian pelaku pasar sebagai area keluar. Situasi seperti ini cukup umum terjadi pada saham yang baru keluar dari indeks global karena dana besar biasanya membutuhkan beberapa sesi untuk menyelesaikan reposisi portofolio.

Volatilitas Tinggi, Transaksi Harian Ramai

Meski begitu, volatilitas BANK masih sangat tinggi. Dalam satu bulan terakhir saja saham ini sempat bergerak dari area 560 menuju 635 sebelum akhirnya kembali turun tajam ke bawah 500.

Nilai transaksi harian juga tetap ramai. Pada 7 Mei 2026 misalnya, nilai perdagangan BANK mencapai Rp891,36 miliar dengan volume 14,28 ribu lot. Angka tersebut menunjukkan saham ini masih menjadi arena aktif investor spekulatif dan institusi.

Pasar kini menunggu apakah tekanan asing pasca rebalancing MSCI akan segera selesai atau justru memicu distribusi lanjutan. Jika tekanan jual masih dominan, area 464 menjadi support penting yang perlu dijaga BANK dalam jangka pendek.

Sebaliknya, jika penyerapan mulai membesar dan suplai asing mulai menipis, saham ini berpeluang mencoba rebound menuju area 510 hingga 560. Namun selama orderbook masih didominasi antrean jual di area atas, volatilitas BANK diperkirakan masih akan tetap tinggi dalam beberapa sesi ke depan.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79