Logo
>

Dicoret MSCI, ANTM Terancam Outflow Asing hingga Rp1 Triliun

Arus asing di ANTM mulai berubah negatif setelah MSCI menghapus saham ini dari indeks. Tekanan jual berpotensi membesar jelang penyesuaian portofolio global.

Ditulis oleh Yunila Wati
Dicoret MSCI, ANTM Terancam Outflow Asing hingga Rp1 Triliun
Pada Februari 2026, asing mulai konsisten menjual saham ANTM saat harga bergerak turun tajam. (Foto: dok ANTM)

KABARBURSA.COM – Pergerakan saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mulai menghadapi tekanan baru, terutama usai dikeluarkan dari indeks MSCI Indonesia dalam rebalancing terbaru, Rabu, 13 Mei 2026. Pasar bereaksi keras, fokus utama ada pada potensi keluarnya dana asing dalam jumlah besar.

Secara historikal, dalam beberapa bulan terakhir, arus dana asing di ANTM perlahan berubah negatif seiring melemahnya harga saham dari area atas 4.900 menuju kisaran 3.400-an.

Dimulai pada Januari 2026. Saat itu, ANTM masih mencatat net foreign buy sebesar Rp121,86 miliar dan saham bergerak agresif dengan menyentuh level tertinggi 4.970. Nilai transaksi saat itu bahkan mencapai Rp25,48 triliun, dengan volume perdagangan menembus 62,77 juta lot. Artinya, likuiditas dan minat asing masih sangat besar terhadap saham ini.

Namun situasi berubah drastis ketika memasuki Februari hingga April 2026. Asing mulai konsisten melakukan distribusi ketika harga ANTM bergerak turun tajam.

Pada Februari 2026, ANTM mencatatkan net foreign sell sebesar Rp211,40 miliar. Tekanan berlanjut pada Maret dengan foreign outflow mencapai Rp684,97 miliar. Seketika itu pula saham anjlok 19,54 persen ke level 3.500.

Distribusi terbesar terjadi pada April 2026. Dalam satu bulan, investor asing membukukan net sell mencapai Rp1,35 triliun dengan foreign buy Rp2,55 triliun berbanding foreign sell Rp3,90 triliun. Pada periode yang sama, harga ANTM sempat naik 6,86 persen ke level 3.740, namun kenaikan tersebut justru dimanfaatkan sebagai area distribusi.

Tekanan asing kembali terlihat pada Mei 2026. Hingga data terakhir, 4 Mei 2026, ANTM masih mencatat net foreign sell Rp288,78 miliar dengan foreign sell mencapai Rp1,60 triliun. Harga saham juga terkoreksi 6,68 persen dan turun ke level 3.490.

Jika diakumulasi sejak Februari hingga Mei 2026, total dana asing yang keluar dari ANTM sudah mencapai sekitar Rp2,53 triliun. Angka ini muncul bahkan sebelum efek penuh penghapusan MSCI berjalan di pasar.

Potensi Foreign Outflow Pasca Didepak MSCI

Pasar kini mulai menghitung potensi tambahan outflow setelah ANTM resmi keluar dari indeks global tersebut. Sebab, saham yang dicoret dari MSCI biasanya akan mengalami penyesuaian portofolio otomatis dari dana pasif global, terutama exchange traded fund dan institusi yang menggunakan MSCI sebagai acuan investasi.

Besarnya potensi tekanan terlihat dari pola transaksi asing ANTM selama setahun terakhir. Dalam beberapa bulan aktif, foreign buy ANTM rutin berada di kisaran Rp3 triliun hingga Rp9 triliun per bulan. 

Artinya, porsi kepemilikan asing di saham ini memang cukup besar dan sensitif terhadap perubahan indeks global.

Jika melihat pola rebalancing MSCI sebelumnya, terutama pada saham-saham berkapitalisasi besar di Bursa Efek Indonesia, tekanan jual pasif umumnya terjadi dalam waktu singkat menjelang hingga setelah tanggal efektif rebalancing. Situasi tersebut berpotensi membuat volatilitas ANTM meningkat dalam jangka pendek.

Pergerakan harga ANTM juga menunjukkan perubahan momentum yang cukup tajam. Setelah sempat menyentuh area 4.970 pada Januari 2026, saham ini kini sudah turun lebih dari 29 persen menuju area 3.490.

Penurunan tersebut berlangsung bersamaan dengan membesarnya tekanan jual asing dan meningkatnya volatilitas perdagangan. Pada Maret 2026 misalnya, ANTM diperdagangkan dengan rentang harga sangat lebar dari 3.350 hingga 4.650 dalam satu bulan.

Meski begitu, likuiditas ANTM masih tergolong besar. Nilai transaksi bulanan tetap berada di kisaran Rp3 triliun hingga Rp11 triliun sepanjang 2026. Kondisi ini membuat saham ANTM masih menjadi salah satu arena utama transaksi investor institusi, baik domestik maupun asing.

Pasar kini menunggu seberapa besar penyesuaian portofolio asing akan terjadi setelah rebalancing MSCI efektif berlangsung. Jika tekanan jual asing kembali membesar seperti April lalu, ANTM berpotensi menghadapi fase distribusi lanjutan sebelum menemukan keseimbangan baru di pasar.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79